Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Penjual dan Pembeli Barang KW Itu Baiknya Diberi Edukasi, Bukan Dicaci Maki

Seto Wicaksono oleh Seto Wicaksono
3 Agustus 2020
A A
barang kw mojok

barang kw mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Dalam dunia jual-beli, barang imitasi, palsu, bajakan (biasa dikenal dengan sebutan KW) sudah seperti sesuatu yang tidak ada ujungnya dan berputar di situ-situ saja. Sampai dengan saat ini, belum ada langkah yang betul-betul tegas, penghasil barang KW ini baiknya mendapat tindakan seperti apa agar merasa jera.

Pasalnya, memproduksi barang KW secara masif dan diperjual-belikan kepada khalayak sudah pasti melanggar hak cipta. Yang dirugikan adalah produsen asli dari suatu produk tertentu.

Dalam dunia literasi, buku sudah sering sekali dibajak di mana-mana. Bahkan para penjual buku bajakan tidak sedikit yang berani berjualan secara online. Begitu ditegur atau diberi edukasi, banyak diantaranya yang malah playing victim. Orang yang memberi edukasi dianggap ‘mematikan’ rezeki penjual kecil.

Lah, yang lebih dulu ‘mematikan’ rezeki siapa, Bang. Jangan playing victim terhadap kesalahan yang dibuat sendiri. Tuman.

Di samping itu, pembeli sekaligus penikmat barang KW juga terbilang masih banyak. Sebagian di antaranya bahkan berpikir bahwa, jika bisa membeli barang KW, untuk apa membeli barang yang asli? Apalagi harganya terbilang mahal.

Padahal, barang KW pun tidak sedikit yang dijual dengan harga yang terbilang mahal, berkisar ratusan ribu. Biasanya untuk produk yang masih berkaitan dengan outfit.

Beberapa teman saya beranggapan, mau asli atau KW, tidak ada bedanya dan tidak akan terlihat. Jadi, dengan harga yang masih bisa dijangkau (meski mencapai ratusan ribu), mereka lebih memilih membeli barang KW. Yang luput dan sering diabaikan adalah justru kualitas sebenarnya. Padahal, sudah jelas perbedaan kualitas antara barang asli dan KW sangat berbeda jauh.

Saya pernah mencoba mengedukasi mereka agar membeli produk original. Bukan untuk gaya-gayaan atau menyombongkan diri, tapi lebih kepada untuk membiasakan diri menghargai produk asli. Tidak perlu yang sampai jutaan. Produk lokal pun sudah banyak yang bagus. Kualitasnya tidak kalah mumpuni dengan produk luar. Selain kualitas, harganya juga terbilang masih terjangkau.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

5 Merek Jersey Lari Buatan Lokal, Bisa Tampil Kece dengan Harga Rp200 Ribuan

Lumayan, kan, bisa memiliki produk original dalam negeri dengan harga yang tidak jauh beda dengan harga barang KW?

Jika sudah dihadapkan dengan hal tersebut, lebih pilih mana?

Untuk pembeli barang KW, apalagi jika mereka adalah salah satu dari teman kita, memberi edukasi akan jauh lebih baik dibanding mencaci maki. Karena tidak sedikit pula orang yang malah ngece temannya yang lain, ketika tahu membeli barang KW.

Saya punya pengalaman terkait seorang teman yang menggunakan barang KW. Ia sempat curhat, hanya karena membeli sepatu KW, temanya di tongkrongan lain sampai mengolok-olok, menghina, dan mencaci maki. Maksud saya, mungkin ia telah melakukan kesalahan dengan membeli barang KW. Tapi tentu saja caci maki yang ditujukan kepadanya tidak dibenarkan.

Ada cara yang jauh lebih baik agar perlahan ia bisa memberi produk dalam negeri dan original yang kualitasnya jauh lebih paripurna.

Pertama, bisa diedukasi dari sisi kualitas sekaligus menginformasikan bahwa membeli barang KW, artinya mendukung aksi pembajakan. Jika hal itu dianggap normal, artinya produsen asli, sekalipun produk dalam negeri, malah akan merugi. Parahnya lagi, kita malah mendukung aksi pembajakan yang selama ini sudah susah payah dilawan.

Kedua, edukasi dari sisi produk dan harga. Saya selalu berpikir, daripada beli produk luar tapi KW, lebih baik beli produk dalam negeri tapi asli. Atau, kumpulkan uang sedikit lagi saja, sampai akhirnya dapat produk original. Ini akan jauh lebih memuaskan. Dengan membeli produk ori, harapannya barang tersebut bisa awet dan dipakai dalam jangka waktu yang cukup lama.

Gampangannya gini. Kalian beli sepatu Adidas KW seharga 200 ribu. Dalam 2 bulan, sepatu itu jebol. Kalau kalian adalah penganut lem biru (lempar beli baru), dalam setahun kalian bisa beli enam kali. Padahal kalau kalian beli ori seharga 700 ribu, sepatu tersebut bisa tahan dua tahun.

Sini bilang lagi kalau beli barang KW itu irit, sini.

Dengan mengedukasi dua poin tersebut ke beberapa teman, perlahan mindset mereka pun berubah. Akhirnya mereka tidak memaksakan diri untuk membeli barang KW dan lebih memilih membeli produk dalam negeri yang ori. Kepuasan dan proudnya sama saja, kok. Apalagi dari sisi kualitas sama-sama memuaskan. Dari design dan bentuk, betul-betul bersaing dengan produk luar.

Setidaknya, membeli produk dalam negeri dengan kualitas original bisa dijadikan opsi utama. Selain bisa mendukung para produsen dalam negeri, meningkatkan penjualan dan pemasaran produk lokal, juga bisa menekan aksi pembajakan dalam berbagai lini.

BACA JUGA Lamaran Kerja Bisa Ditolak karena Kesalahan-kesalahan saat Wawancara Ini dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Agustus 2020 oleh

Tags: barang kwproduk lokal
Seto Wicaksono

Seto Wicaksono

Kelahiran 20 Juli. Fans Liverpool FC. Lulusan Psikologi Universitas Gunadarma. Seorang Suami, Ayah, dan Recruiter di suatu perusahaan.

ArtikelTerkait

7 Ciri Toko Pakaian yang Sebaiknya Dihindari Terminal Mojok

7 Ciri Toko Pakaian yang Sebaiknya Dihindari

7 Desember 2022
Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja terminal mojok.co

Sepatu Aerostreet: Produk Lokal yang Cocok untuk Gaji UMR Jogja

25 Januari 2022
Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

Sandal Pakalolo, Produk Lokal yang Bikin Penggunanya Senyum Manis

25 Juni 2024
Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali terminal mojok

Ironi Brand Ambassador Produk Kecantikan Lokal yang Nggak Lokal Sama Sekali

24 September 2021
Lea Jeans, Merek Lokal yang Sering Dikira Produk Impor

Lea Jeans, Denim Lokal Berkualitas dari Tangerang yang Sering Dikira Produk Impor

29 Juli 2023
4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

4 Rekomendasi Tumbler Lokal Harga Murah Kualitas Juara, Nggak Kalah dari Tumbler Jutaan

24 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya pikir, publikasi jurnal saat kuliah pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, ternyata lebih banyak menguji mental Mojok.co

Saya pikir publikasi jurnal saat pascasarjana bakal menguji kemampuan akademik, nyatanya lebih banyak menguji mental

29 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Bodoh! Ngapain iuran 100 ribu demi mengundang sound horeg (Pexels)

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

29 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.