Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Menghitung Penghasilan Minimal Setelah Menikah Versi 2025, Punya Gaji 7 Juta Baru Bisa Hidup Nyaman!

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
24 Agustus 2025
A A
Culture Shock Arek Malang Saat Menikah dengan Orang Kertosono Nganjuk

Culture Shock Arek Malang Saat Menikah dengan Orang Kertosono Nganjuk (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menikah itu mudah. Dalam ajaran Islam, syarat sah pernikahan sederhana saja. Yaitu, ada mempelai, wali, saksi, serta ijab kabul. Kalau mau ditambah sunnah, ya akad di masjid, pakai mahar sederhana, selesai. Dalam ajaran Kristen, inti pernikahan terletak pada janji di hadapan Tuhan dan jemaat, disahkan oleh pendeta atau pastor. Hindu dan Buddha pun menekankan penyatuan dua insan dalam upacara suci yang sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus pesta berlebihan.

Namun, yang membuat menikah jadi tampak rumit justru datang setelahnya. Tepatnya, ketika sudah dibenturkan dengan tagihan listrik, beli beras, dll. Tak jarang, realitas sosial-ekonomi tersebut yang menjadi pemicu huru-hara rumah tangga.

Soal finansial dalam rumah tangga ini sebenarnya pernah saya hitung di sebuah tulisan yang terbit tahun 2022. Waktu itu dihitung-hitung dengan penghasilan Rp4,6 juta per bulan, pasangan muda masih bisa hidup dengan cukup. Tapi itu dulu. Sekarang kondisi ekonomi berubah. Inflasi terus berjalan, harga kebutuhan pokok pun makin merangkak naik. Angka Rp4,6 juta yang dulu terasa lumayan, kini bisa jadi pas-pasan.

Jadi, mari kita hitung ulang, berapa sih penghasilan minimal yang ideal bagi pasangan menikah di era sekarang agar hidupnya tetap stabil, waras, dan bahagia? Biar gampang, mari kita bagi pos kebutuhan jadi 5 pengeluaran utama, yaitu tempat tinggal, pengeluaran harian, tagihan, tabungan dana darurat dan lain-lain.

Pengeluaran untuk tempat tinggal setelah menikah

Menurut data Pinhome Home Rental Index (PHRI) kuartal III 2024, biaya sewa rumah tahunan di Jawa–Bali cukup variatif. Untuk rumah tipe kecil (≤ tipe 54 m²), biaya sewa di beberapa kota besar berkisar antara Rp20 juta – Rp36 juta per tahun, atau sekitar Rp1,7-3 juta per bulan.

Kamu nggah usah ngeyel dengan menyebut “Di daerahku ada kok kontrakan pasutri yang per bulannya cuma 400 ribu!” Cuci muka dulu, sana. Ini konteksnya hidup nyaman. Dan saya yakin kita sepakat kalau tinggal di kontrakan yang buat slonjor aja kepentok dinding, itu jauh dari kata nyaman. Apalagi kalau udah menikah, jelas, kenyamanan kadang menentukan keharmonisan.

Kalau toh ambil KPR, cicilan rumah KPR tipe kecil, angkanya bisa 2-3 jutaan per bulan. Biar mudah, kita ambil angka moderat 2 juta per bulan untuk pengeluaran tempat tinggal.

Pengeluaran untuk konsumsi harian

Hitungan pos pengeluaran selanjutnya adalah konsumsi harian setelah menikah. Konsumsi harian ini tidak hanya belanja dapur (beras, lauk, sayur, bumbu) saja, ya. Tapi juga uang transport untuk beli bensin, beli sampo, odol, sabun, dll. Jika dihitung-hitung, demi hidup yang lebih nyaman, pasutri membutuhkan biaya sebesar 2,5 juta sebulan untuk pos konsumsi harian.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

4 Pertanyaan Basa-Basi yang Dibenci Pengantin Baru

Kenapa segitu?

Begini. Di Desember 2022, harga beras premium di tingkat penggilingan rata-rata mencapai Rp10.954/kg, sedangkan pada Agustus 2025, harga beras premium eceran per kg nasional berada di angka Rp16.247. Secara kasar, harga beras premium meningkat sekitar 50–60% dari 2022 ke 2025. Itu baru beras, ya. Belum ngomongin soal pertalite yang saat ini naik 30% dari 2022, dan pritilan lain yang kelihatan sepele, seperti sabun dkk yang juga rata-rata mengalami kenaikan sekitar sekitar 10–20 %.

Jadi, ya, 2,5 juta untuk konsumsi harian itu tidak berlebihan, bahkan cenderung nge-pres.

Pengeluaran untuk tagihan & utilitas

Untuk pos pengeluaran tagihan dan utilitas setelah menikah, jika dirinci akan sbb:

  • Listrik: Rp500 ribu (AC dan kulkas jalan tiap hari)
  • Air: Rp200 ribu
  • Internet rumah: Rp450 ribu
  • Pulsa & kuota masing-masing: Rp200 ribu

Total utilitas: Rp1.350.000

Pengeluaran untuk tabungan & dana darurat

Selanjutnya, supaya pasutri di era tahun 2025 bisa hidup dengan nyaman, harus ada tabungan yang dipersiapkan untuk dana darurat. Besarannya, ini kalau kita mau bicara level nyaman, minimal harus ada tabungan 1 juta sebulan. Kalau udah menikah, angka ini kayaknya sulit untuk ditawar.

Angka 1 juta sebulan ini bukan untuk gaya hidup “Bosen dikit, healing ke Jepang”, ya. Tapi, ini adalah angka realistis untuk sebatas nggak mumet ketika tiba-tiba harus masuk rumah sakit tapi tidak sepenuhnya oleh BPJS. Atau, sesederhana bisa segera ganti kacamata ketika patah, tanpa harus nunggu tanggal gajian ataupun ngutang dulu ke teman.

Hasil hitungan penghasilan menikah versi 2025

Jika dihitung-hitung, maka jumlah pengeluaran yang dibutuhkan di tahun 2025 adalah 2 juta untuk tempat tinggal + 2,5 juta untuk kebutuhan harian + 1,35 juta untuk bayar tagihan + 1 juta untuk tabungan = 6,85 juta per bulan.

Apakah sudah cukup?

Oh, tentu saja belum. Ada satu pos pengeluaran setelah menikah yang belum kita hitung, yaitu pos pengeluaran lain-lain. Pos ini mencakup kebutuhan tak terduga, seperti kondangan, sedekah, servis kendaraan, laundry pas lagi capek, hingga sesekali kabur ke pantai atau nonton bioskop demi menjaga kewarasan. Besarannya 1 juta per bulan.

Dengan demikian, total pengeluaran sebulan versi 2025 agar bisa hidup dengan nyaman adalah 6,85 juta + 1 juta = 7,35 juta per bulan. Monggo hitung ulang, barangkali saya salah hitung, seperti salah hitungnya bapak-bapak yang sudah buat Jerome Polin sampai effort bikin VT hitung-hitungan yang benar.

Btw, angka 7,35 juta sebulan itu untuk pasangan tanpa anak, ya. Begitu ada bayi, hitungannya jelas berbeda lagi. Kebutuhan dipastikan akan naik seiring bertambahnya pos pengeluaran untuk susu, popok, kesehatan, hingga persiapan pendidikan.

Pada akhirnya, menikah bukan semata perkara hati, tapi juga perkara dompet. Menikah itu memang indah, tapi akan semakin indah kalau listrik terbayar tepat waktu, cicilan lancar, dan tabungan tetap terisi. Yakinlah, nonton token listrik kedap-kedip di malam minggu itu nggak ada romantis-romantisnya sama sekali!

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengumpulkan Keberanian Menikah Meski Gaji Cuma UMR

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2026 oleh

Tags: biaya hidup setelah menikahbiaya menikahmenikahpenghasilan minimal setelah menikah
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Rekomendasi Foto Prewedding Antimainstream Selain yang 'Nggak Muka Banget' terminal mojok.co

Rekomendasi Foto Prewedding Antimainstream Selain yang ‘Nggak Muka Banget’

9 April 2021
5 Aturan Tidak Tertulis Tinggal Serumah Bareng Mertua, Patuhi agar Rumah Tangga Nggak Bubar! Mojok.co

5 Aturan Tidak Tertulis Tinggal Serumah Bareng Mertua, Patuhi agar Rumah Tangga Nggak Bubar!

2 Juni 2024
pernikahan mantan

Nangis di Pernikahan Mantan Itu Sudah Usang

4 September 2019
Fiersa Besari

Wahai Kaum Hawa, Cobalah Ikhlas Melepas Fiersa Besari

11 Mei 2019
5 Soft Skill yang Harus Dikuasai Sebelum Menikah Terminal Mojok

5 Soft Skill yang Harus Dikuasai Sebelum Menikah

15 Januari 2022
Persiapan Menikah di Desa Bikin Saya Belajar Menjadi Manusia Lagi

Pengalaman Mempersiapkan Pernikahan di Desa Bikin Saya Belajar Menjadi Manusia Lagi

10 Desember 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

30 Maret 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
4 Hal yang Wajar di Tegal, tapi Nggak Lazim dan Bikin Bingung Pendatang Mojok.co

Mewakili Warga Tegal, Saya Ingin Menyampaikan Permintaan Maaf kepada Pemudik

28 Maret 2026
Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati Mojok.co

Toyota Kijang Super, Mobil Tua Bangka yang Menolak Mati

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Salatiga yang Sebaiknya Dipikir Dua Kali sebelum Dibeli

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.