Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengguna WhatsApp Mod: Contoh Orang yang Gemar Menyakiti Diri Sendiri

Ananda Ridho Sulistya oleh Ananda Ridho Sulistya
2 Maret 2021
A A
Pengguna WhatsApp Mod: Contoh Orang yang Gemar Menyakiti Diri Sendiri terminal mojok.co

Pengguna WhatsApp Mod: Contoh Orang yang Gemar Menyakiti Diri Sendiri terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Hidup sudah dibuat enak, kok, malah nyari yang susah-susah. Dasar manusia.” Quote ini cocok digunakan untuk memaki secara halus ketika bertemu dengan orang yang menggunakan aplikasi WhatsApp Mod. Perlu diketahui, aplikasi ini adalah modifikasi dari WhatsApp resmi yang dikembangkan oleh entah siapa (tentu bukan saya) yang menyajikan berbagai fitur-fitur unik (untuk tidak mengatakannya norak) yang berbeda dari WhatsApp resmi.

Fitur-fitur seperti melihat pesan yang sudah ditarik, melihat status yang sudah dihapus, background yang transparan, hingga yang paling fenomenal adalah menyembunyikan status “online”. Fitur terakhir sungguh membuat saya geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, hal remeh nggak substansial begitu, kok, ya masih digunakan. Kelihatan keren nggak, norak iya!

Di sisi lain, menggunakan WhatsApp Mod dinilai terlalu berisiko karena sistem keamanan yang masih dipertanyakan. Ancaman dari virus-virus jahat menghantui para penggunanya. Namun, ada dampak lain yang patut diberi perhatian, yaitu dampak psikologis. Lebih-lebih jika kamu mempunyai pasangan. Bisa-bisa hubunganmu yang katanya indah dan penuh cinta bagai taman yang berbunga itu kandas tak tersisa.

Kok bisa? Jadi begini, pada awal teks sudah saya paparkan mengenai fitur-fitur yang ada pada aplikasi ini. Ada fitur yang bisa menjadi bumerang bagi Anda sekalian, wahai pengguna WhatsApp Mod. Salah duanya adalah fitur melihat pesan yang sudah ditarik dan melihat status yang sudah dihapus.

Bayangkan di sore hari yang indah, kamu sedang duduk-duduk santai di beranda sambil menyeruput kopi sachetan. Lantas kamu iseng melihat pembaruan status di kontakmu dan tersentak kaget ketika melihat yangmu mengunggah status selfie bersama pria lain. Walaupun sebetulnya status itu sudah dihapus beberapa menit yang lalu, tetapi kamu tetap bisa melihatnya, bukan? Itu gara-gara apa? Ya gara-gara kamu pakai WhatsApp Mod! Sakit nggak? Ya sakit kamerad!

Coba jika kamu nggak pakai WhatsApp Mod, sudah barang tentu soremu yang merdu itu bakal menuntun hatimu menuju senja yang diidam-idamkan kaum indie. Namun, yang terjadi sekarang apa? Hatimu ngresula dan nggak berhenti memaki, itu kalau kamu kuat. Kalau kamu termasuk golongan manusia lemah, ya bisa jadi kamu udah ngguling-ngguling di kasur sambil nyetel playlist galau yang puitis betul itu. Atau jika kamu nggak kuat mentalnya, bisa-bisa kamu malah self-harm alias menyakiti diri sendiri. Jadi panjang, kan, urusannya? Ingat betul-betul di kepalamu yang ada otaknya itu: ini semua gara-gara kamu paekai WhatsApp Mod!

Contoh lain adalah ketika yangmu salah menyebut namamu, tetapi buru-buru menarik pesannya. Kamu yang terlampau kepo dengan penuh semangat `45 lantas bergegas melihat pesan yang sekali lagi, sudah ditarik, dan nggak mungkin bisa dilihat kecuali pakai WhatsApp Mod. Akan tetapi, sungguh malang nasibmu, kamu sedang menggunakannya. Aplikasi bejat!

Kasus seperti ini bisa dihindari kalau kamu termasuk golongan orang yang nggak ribet dan nggak norak. Mbok ya sudah, pakai WhatsApp resmi saja lebih enak. Selain lebih aman untuk gawaimu, juga sangat direkomendasikan untuk kamu yang emang nggak mau cari gara-gara.

Baca Juga:

Nggak Cuma HRD yang Bisa Kepo sama Calon Karyawan, Kita Juga Wajib Kepoin Balik

Ssst, Jangan Berburuk Sangka pada Tetangga yang Suka Menjelma Jadi CCTV!

Bagi yang terlanjur menggunakan dan berujung sakit hati dan sakit mental, mari berhijrah ke jalan yang benar. Kasian developernya, sudah capek-capek bikin aplikasi resmi yang aman, kok, kamu malah milih yang menyakiti dirimu sendiri. Niatnya mau keren, eh, kok malah jadi senjata makan tuan.

Kalau Chairil Anwar hidup di era sekarang, mungkin beliau akan mengganti bait puisinya menjadi, “Mampus kau, dikoyak-koyak WhatsApp Mod.”

BACA JUGA Cara WhatsApp Bagikan Informasi di Status WhatsApp, Mirip Kekasih yang Ketahuan Selingkuh dan tulisan Ananda Ridho Sulistya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2021 oleh

Tags: kepoWhatsApp Mod
Ananda Ridho Sulistya

Ananda Ridho Sulistya

Kolektor kenangan-kenangan bekas.

ArtikelTerkait

Ssst, Jangan Berburuk Sangka pada Tetangga yang Suka Menjelma Jadi CCTV!

Ssst, Jangan Berburuk Sangka pada Tetangga yang Suka Menjelma Jadi CCTV!

4 Maret 2020
slang

Mengapa Bucin, Kepo, dan Bahasa Slang Lainnya Harus Benar-Benar Kita Tahu Artinya?

29 Agustus 2019
kerja jadi sales

Nggak Cuma HRD yang Bisa Kepo sama Calon Karyawan, Kita Juga Wajib Kepoin Balik

5 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan Mojok.co

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

24 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman
  • Bagi Pelari Kalcer, Kesehatan Tak Penting: Gengsi dan Diterima Sirkel Elite Jadi Prioritas Mereka
  • 4 Jurusan Kuliah yang Kerap Disepelekan tapi Jangan Dihapus, Masih Relevan dan Dibutuhkan di Bisnis Rezim Manapun
  • UU PPRT Menyelamatkan Manusia dari Perbudakan Modern: Harus Kita Rayakan, Meski Jalan Kemenangan Masih Panjang
  • Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”
  • Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.