Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengendara yang Males Nyalain Lampu Sein Enaknya Diapain?

Munawir Mandjo oleh Munawir Mandjo
1 Oktober 2020
A A
Titik di UNS Solo, ISI, dan Sekitarnya yang Perlu Dihindari karena Bikin Muntab terminal mojok.co

Titik di UNS Solo, ISI, dan Sekitarnya yang Perlu Dihindari karena Bikin Muntab terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ragam penggunaan simbol sering kali kita temui di jalan, dibuat guna menciptakan kondisi keteraturan, keamanan, serta kenyamanan saat berkendara. Setiap simbol-simbol ini punya makna tersendiri, semisal: simbol lampu merah punya arti berhenti, lampu hijau punya arti mempersilakan pengguna kendaraan untuk jalan, lampu hazard adalah pemberitahuan untuk berhati-hati kepada pengemudi lain, lampu sein mewakili tanda petunjuk saat belok.

Namun seiring waktu, penggunaan simbol-simbol ini nggak lagi berjalan secara efektif karena beberapa orang seenaknya mengabaikan apa yang sudah jadi konvensi bersama. Nggak sabar, lupa, terburu-buru, kurang fokus adalah ragam alasan yang sering mereka lontarkan.

Nah, salah satu jenis pelanggaran atas simbol berkendara yang paling kerap saya temui ialah pengendara yang nggak menyalakan lampu sein saat pengin belok. Terkesan sederhana, tapi dampaknya fatal. Ujung-ujungnya bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Saya merasa pengendara yang seenaknya mengabaikan penggunaan lampu sein sangat menyebalkan. Coba Anda bayangkan, saat sedang asyik berkendara, tiba-tiba kendaraan yang berada di samping atau di depan Anda berbelok dan memotong jalan tanpa isyarat. Serasa pengen ngumpat sejadi-jadinya karena mereka hampir membahayakan hidup kita.

Ada juga tipe pengendara yang baru nyalain lampu sein, pas udah sampai di belokan. Tindakan itu tentunya bisa mencelakakan pengendara lain. Sebab, telat menyalakan lampu sein membuat pengendara lain nggak punya kesempatan untuk ngelakuin antisipasi lebih dini. Misalnya, mengendurkan tarikan gas, menginjak rem, menurunkan persneling, atau melakukan manuver banting setir.

Sekalinya pakai lampu sein ada pengendara yang pandangannya selalu diarahkan ke spion sebelah kanan. Punten, ini maunya apa sih?

Mau nyelip juga nggak, toh, nggak ada kendaraan di depannya. Ditunggu sekian purnama, belok juga nggak, jalannya lurus-lurus aja. Kami pengendara yang berada di belakang tentu kebingungan. Mau nyerobot, takutnya salah ambil keputusan. Ujung-ujungnya kami juga yang disalahkan jika pas nyerobot tiba-tiba ia belok.

Kalau memang nggak mau belok dan nggak mau nyelip kendaraan di depannya, mbok dimatikan saja, Buos. Nyalain lampu kedip-kedip itu tujuannya buat kehati-hatian, tapi kalau berkedip sepanjang jalan namanya cari perhatian.

Baca Juga:

Lalu Lintas Medan Terlalu Barbar untuk Perantau Asal Surabaya seperti Saya

Malang Memang “Surga” bagi Warga Surabaya, tapi Jangan Kaget dengan Lalu Lintasnya

Tindakan apatis ini nggak jarang membahayakan diri dan pengendara lain. Ini jadi salah satu peyumbang terhadap meningkatnya angka kematian di jalan. Data yang dihimpun Kepolisian Republik Indonesia menjelaskan bahwa di Indonesia, rata-rata tiga orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan di jalan.

Setiap jam, lho. Apa nggak ngeri?

Data menyatakan, besarnya jumlah kecelakaan itu dilatarbelakangi oleh beberapa hal: 61% kecelakaan disebabkan faktor manusia yaitu terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi, 9% disebabkan karena faktor kendaraan, dan 30% disebabkan oleh prasarana dan lingkungan. Faktor manusia ya termasuk penggunaan lampu sein itu sendiri.

Jika dirunut dari sejarah, sebelum 1900, untuk memberi tanda berbelok kepada pengendara lain, orang masih mengulurkan tangan. Tanda ini memang masih digunakan beberapa orang hingga saat ini ketika lampu sein mereka rusak. Namun, cara ini tentu ribet jika mesti digunakan. Memasuki 1914, muncul tanda belok mekanis pertama yang dirancang oleh aktris berkebangsaan Amerika serikat Florence Lawrence.

Kemudian, pada 1927, Max Ruhl dan Ernst, penemu asal Perancis dan Jerman memodifikasi hasil temuan Florence dengan sistem elektrik. Lampu sein berkedip pertama akhirnya dipatenkan oleh Joseph Bell pada akhir 1930-an dan seiring perkembangannya, penyematan LED pada lampu sein muncul pada 1980-an.

Saya sampai heran, apa susahnya menyalakan lampu sein saat mau berbelok? Tinggal dorong tombol atau tuas kecil yang posisinya terlampau mudah dijangkau itu. Masa gitu aja males? 

Okelah, Anda beralasan jika Anda lupa. Namun, itu nggak bisa jadi pembenaran. Soalnya Ini perkara kebiasaan. 

Jika Anda sudah terbiasa menyalakan lampu sein sebelum belok, kebiasaan itu akan bekerja di alam bawah sadar Anda. Kalau lupa setiap hari itu namanya emang nggak niat alias males. Hadeeeh.

BACA JUGA Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm dan tulisan Munawir Mandjo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 September 2020 oleh

Tags: lalu lintasotomotif
Munawir Mandjo

Munawir Mandjo

Aparatur Sipir Negara

ArtikelTerkait

Pidato Wali Kota Diputar di Lampu Merah Surabaya: Inovasi yang Sia-sia, Cuma Jadi Polusi Suara Mojok.co

Pidato Wali Kota Diputar di Lampu Merah Surabaya: Inovasi yang Sia-sia, Cuma Jadi Polusi Suara

23 November 2023
Memilih Setia sama Motor Tua daripada Selingkuh dengan Motor Baru terminal mojok.co

Pasang Knalpot Racing Adalah Tanda Pemilik Motor Boros dan Tidak Setia

7 Oktober 2020
5 Hal yang Harus Diperhatikan Orang yang Awam Dunia Otomotif sebelum Beli Motor Bekas  Mojok.co

5 Hal yang Harus Diperhatikan Orang yang Awam Dunia Otomotif sebelum Beli Motor Bekas 

17 Agustus 2024
Lalu Lintas Bali Ngawur, Bikin Saya Bersyukur Tinggal di Surabaya

Lalu Lintas Bali Ngawur, Bikin Saya Bersyukur Tinggal di Surabaya

21 September 2024
toyota kijang super mesin praktik mojok sejarah toyota avanza di indonesia

Alasan Engine Kijang Super Selalu Ada di Tempat Praktik Otomotif

3 Oktober 2020
Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

Semrawutnya Lalu Lintas di Desa Mengalahkan Kota: Banyak Motor Nggak Sesuai Standar hingga Bocil Kebut-kebutan di Jalan

17 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alas Purwo Banyuwangi Itu Nggak Semenyeramkan Itu kok, Kalian Aja yang Lebay alas roban

Alas Roban Terkenal Angker, tapi Alas Purwo Lebih Misterius dan Mencekam

19 Februari 2026
Innova Reborn, Mobil Zalim yang Mengalahkan Kesalehan Zenix (Wikimedia Commons)

Innova Reborn Mobil yang Nakal dan Zalim, tapi Tetap Laku karena Kita Suka yang Kasar dan Berisik, bukan yang Saleh kayak Zenix

15 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026
QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Ribet dan Cepat Miskin (Unsplash)

QRIS Masuk Desa, yang Ada Cuma Keribetan dan Bikin Cepat Miskin

19 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan

Gudeg Jogja Pelan-Pelan Digeser oleh Warung Nasi Padang di Tanahnya Sendiri, Sebuah Kekalahan yang Menyedihkan

18 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa Serta Tak Berdaya, tapi Tak Bisa Berbuat Apa-apa karena Terpaksa
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa
  • Muak Buka Bersama (Bukber) sama Orang Kaya: Minus Empati, Mau Menang Sendiri, dan Suka Mencaci Maki bahkan Meludahi Makanan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.