Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar

Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay oleh Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay
26 Januari 2020
A A
Kalau Pengin Lebih Laris, Nussa-Rara Harus Belajar dari Animasi Omar dan Hana Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar
Share on FacebookShare on Twitter

Siang ini di waktu libur kerja, secara tidak sengaja saya melihat sinetron azab dengan judul, “Suami yang lupa dengan kulitnya,” di salah satu stasiun televisi swasta. Bukan tanpa alasan, isteri saya sangat menggandrungi sinetron yang seperti itu. Biasanya kalau dia sedang menonton, saya akan menyibukkan diri dengan menjaga anak atau membaca sesuatu. Namun karena siang ini anak sedang tidur dan saya sedang tidak semangat membaca, mau tidak mau saya ikut menonton juga.

Ketika melihat judulnya memang agak alay dan ceritanya pun tidak kalah lebaynya.

Kata isteri saya, alur ceritanya itu selalu berulang seperti suami/isteri/anak ketika sudah berhasil lupa kepada keluarganya kemudian mendapat azab, lalu taubat. Tetapi ada juga yang tidak berhasil taubat lalu menjadi pesakitan/orang gangguan kejiwaan/meninggal dunia. Intinya endingnya selalu dramatis, menurut isteri saya.

Hal yang membingungkan saya, kenapa kok masih tetap ditonton padahal sudah tahu alurnya selalu seperti itu? Usut punya usut ternyata ceritanya itu sangat dekat dengan keseharian kita dan kadang membuat penonton menjadi terlena, termasuk saya.

Pada sinetron azab yang saya tonton saat ini pun berhasil menghipnotis saya. Ceritanya ada suami yang dia bisa berhasil karena support dari isterinya. Dulu sewaktu suaminya masih susah, si isteri mau menjual sebidang tanah warisannya untuk menyekolahkan suami menjadi sarjana.

Dengan gelar sarjananya, suami akhirnya mendapat jabatan sebagai manajer sebuah perusahaan. Kehidupan mereka pun berubah dan segudang masalah telah menantinya. Seperti godaan dari wanita lain hingga akhirnya menelantarkan isterinya yang sudah berjuang bersama. Ending-nya sudah pasti ketebak, suami yang lupa kulitnya tadi akan terkena azab, mulai dari menjadi miskin kembali hingga menderita penyakit stroke dan akhirnya meninggal.

Setelah menonton sinetron azab yang menurut saya alay tetapi ada hikmahnya itu, saya jadi kepikiran dengan klien narapidana yang dulu pernah saya tangani. Kisahnya hampir sama dengan sinetron azab yang habis saya tonton.

Dulu dia (klien saya) pernah menjadi sukses sekali sebagai pemilik tempat cucian mobil. Kebetulan tanah yang digunakan untuk usaha itu adalah milik keluarga isterinya. Artinya kesuksesan klien saya itu sangat ditopang oleh isterinya.

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

5 Alasan yang Membuat Sinetron Indonesia Semakin Membosankan. Produser dan Sutradara Perlu Lebih Kreatif!

Namun yang namanya godaan harta, tahta, dan wanita itu bukan sekadar peringatan semata. Klien saya itu menjadi takabur dan lupa diri. Keberhasilan yang diraihnya ternyata menggelapkan matanya atas kesilauan dunia.

Setiap malam dia berfoya-foya bersama teman-temannya. Awalnya sih hanya coba-coba, lambat laun menjadi kebiasaan yang membuat dia lupa dengan keluarga. Bahkan wanita-wanita lain banyak dikancaninya.

Mungkin karena sikapnya itu Tuhan mengingatkannya dengan membuat dia masuk penjara. Masih beruntung tidak sampai mengambil nyawanya. Pada saat di penjara itu lah dia menyadari semua kesalahannya. Memang penyesalan selalu datang di akhir waktu. Namun apa daya semua usaha dan keberhasilannya sirna seketika.

Akan tetapi masih ada keberuntungan yang masih menyertainya. Isteri dan keluarganya masih mau menemani dan mendukungnya. Padahal cacian dan makian tidak sedikit disematkan pada suaminya. Pada posisi ini saya angkat topi untuk isterinya klien saya. Dia kecewa tetapi masih mau bersamanya, mungkin karena cinta telah membutakannya.

Singkat cerita ketika dia telah bebas, dia berusah segera mencari kerja. Lantaran merasa isteri dan anak-anaknya sudah sangat menderita saat dia di penjara, maka saat ini dia harus membahagiakannya.

Mungkin karena dorongan cinta, usaha, dan doa akhirnya dia bisa bangkit kembali. Semula menjadi driver ojol lalu mengumpulkan uang hingga akhirnya berhasil membuka cucian mobil kembali. Kali ini bukan di tanah keluarga isterinya, melainkan menyewa tetangga.

Saya pribadi merasa bahagia ketika melihat ada narapidana yang berhasil kembali bangkit dari keterpurukannya. Karena memang tidak mudah untuk bangkit kembali. Malah banyaknya mereka kalah dan akhirnya menjadi narapidana lagi.

Gara-gara sinetron indosiar ini saya jadi sadar kalau kita berhasil jangan sampai lupa sama orang-orang yang telah mendukung kita. Dan gara-gara klien, saya pun tersadar jangan sampai melupakan orang-orang yang telah menguatkan kita saat sedang terpuruk. Apalagi isteri, bisa bahaya nanti jadinya.

BACA JUGA Membaca Judul Sinetron Azab Versi Netizen dengan Perspektif Kritis atau tulisan Royyan Mahmuda lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Januari 2020 oleh

Tags: indosiarSinetronsinetron azab
Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay

Royyan Mahmuda Al'Arisyi Daulay

Penulis alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

ArtikelTerkait

Harta, Takhta, dan Sinetron 'Ikatan Cinta' yang Menyatukan Kita terminal mojok.co

Harta, Takhta, dan Sinetron ‘Ikatan Cinta’ yang Menyatukan Kita

9 Februari 2021
Belajar dari Kang Bahar di Preman Pensiun: Preman yang Juga Punya Sisi Humanis Kenapa Sih Orang Suka Berkomentar dan Terbawa Suasana Pas Nonton Sinetron?

Kenapa Sih Orang Suka Berkomentar dan Terbawa Suasana Pas Nonton Sinetron?

4 November 2019
Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

Sebelum Drama Korea Menyerang, Telenovela Pernah Merajai Tontonan Indonesia

30 April 2020
Ogah Nonton Sinetron Indonesia Tidak Membuatmu Jadi Keren Terminal Mojok

Ogah Nonton Sinetron Indonesia Tidak Membuatmu Jadi Keren

10 Desember 2020
pengalaman menjadi aktor figuran sinetron mojok.co

Pengalaman Jadi Figuran Sinetron selama Sehari

4 September 2020
5 Alasan Penonton Sinetron Adalah Kelompok Marjinal yang Perlu Dibantu terminal mojok.co

Penonton Sinetron, Sebenar-benarnya Kelompok Marjinal

30 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Semarang yang Namanya Nyeleneh dan Kerap Mengecoh Wisatawan 

4 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan Mojok.co

Turunan Silayur Ngaliyan Semarang Momok Pengendara yang Perlu Segera Dibereskan

5 Juni 2026
Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

Di Mana Kosan Dipijak, di Situ Ada Aturan yang Nggak Ngotak: Kompilasi Peraturan Kos yang Nggak Masuk Akal

4 Juni 2026
Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja Mojok.co

Bekas Pasar Burung dan Hal-hal Lain yang Jarang Dibicarakan Soal Pasar Ngasem, Tempat Sarapan Paling Kalcer di Jogja

7 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.