Pengalaman Pertama Video Call dengan Member JKT48 – Terminal Mojok

Pengalaman Pertama Video Call dengan Member JKT48

Artikel

Nurfikri Muharram

Selayaknya perusahaan pada umumnya, JKT48 juga terkena dampak dari pandemi Covid-19. Banyak inovasi yang dilakukan guna mempertahankan eksistensi idol group yang telah berumur sembilan tahun ini. Dan salah satu inovasi yang dilakukan dan mendapat banyak apresiasi dari fans adalah event video call bersama member JKT48. Terhitung hingga saat ini, total sudah delapan kali event video call dilaksanakan (koreksi jika salah). Menurut saya, event ini terhitung berhasil membuat fans untuk tidak ragu dalam menghamburkan uangnya.

Satu tiket video call bersama satu member sendiri dihargai sebesar Rp100.000 dengan durasi per-tiket adalah 50 detik. Mungkin harga ini dirasa mahal bahkan mungkin tidak masuk akal bagi sebagian orang awam. Akan tetapi percayalah, pengalaman bertemu tatap muka dan berbincang dengan idolamu adalah hal yang sulit dilupakan, meskipun hal itu hanya dilaksanakan secara virtual.

Dari delapan kali pelaksanaan event video call, saya hanya sempat sekali untuk ikut berpartisipasi. Penyebab utama sehingga saya baru sekali ikut event adalah harga tiketnya yang tidak bersahabat pada dompet anak kos. Jangankan berpikir tentang video call, biaya buat kebutuhan sandang, pangan, dan papan saja sudah susah.

Pengalaman video call itu terjadi pada Oktober lalu. Saya lupa pastinya tanggal berapa, yang saya ingat pasti adalah perasaan senang yang masih membekas hingga sekarang. Padahal, seminggu sebelum pelaksanaan video call itu, rasa gugup dan takutlah yang mendominasi. Misalnya takut nanti nggak bisa ngomong, takut nanti sinyal tiba-tiba jelek, atau takut kalau tiba-tiba ada komet jatuh saat video call. Akan tetapi, ketakutan-ketakutan itu hilang begitu saja saat hari H yang dinanti-nantikan telah tiba.

Selayaknya ibu-ibu yang antusias dengan potongan harga, saya dengan rasa antusias yang sama meng-klik link Zoom untuk video call sesuai dengan jadwal yang saya terima. Saat itu, saya dan 30-an orang lainnya ditempatkan terlebih dahulu di waiting room, lalu kami masing-masing dibagikan nomor urutan untuk video call. Saya sendiri kurang tau nomor urut tersebut dibagi berdasar apa. Yang pastinya saat itu saya mendapat urutan ke-20.

Dalam rangka mengisi waktu luang sembagi menunggu giliran, kami berbincang dan saling berkenalan satu sama lain. Sebenarnya saya cukup familiar dengan sebagian besar dari mereka. Pasalnya, saya sering melihat nama-nama mereka di kolom komentar postingan si member ini, baik di Twitter maupun Instagram. Banyak dari mereka yang lebih berpengalaman dalam bidang video call ini dan menyarankan untuk tidak terlalu gugup. Tidak lupa mereka juga saling menyarankan topik yang bisa dibahas nanti agar tidak awkward dengan si member nanti.

Setelah menunggu setengah jam lebih, akhirnya giliran saya untuk video call tiba. Sepuluh detik pertama kami saling menyapa dan berkenalan. Sepuluh detik selanjutnya kami saling bertanya kabar. Sepuluh detik selanjutnya adalah kalimat perpisahan. Loh katanya 50 detik? Iya, 20 detiknya kami habiskan dengan saling diam dan membisu. Saya yang memang tidak pintar mencari topik, kebetulan bertemu member yang dikenal berkepribadian pemalu. Saya yakin adminnya yang juga ada di room mungkin sedang menahan tawa dan tidak habis pikir betapa bodohnya manusia ini menyia nyiakan 50 detiknya yang berharga. Setelah video call, saya kembali ditempatkan di waiting room oleh adminnya. Saya sempat berbincang sebentar dan pamit ke mereka yang masih menunggu gilirannya.

Apakah kemudian saya menyesal dengan keputusan saya membeli tiket ini? Oh tentu tidak, meskipun hanya sebentar, setidaknya rasa penasaran untuk berinteraksi secara langsung dengan idola bisa terobati. Jujur saja, ada niatan kuat untuk membeli tiket video call lagi setelah itu, tetapi mengingat banyak pengeluaran juga yang harus dipikirkan membuat keinginan saya tersebut masih belum terealisasikan.

Sebagai penutup tulisan, saya hanya ingin mengingatkan bagi kalian terutama bagi fans JKT48 yang mungkin masih ragu untuk ikut event video call agar segera mencoba sensasi yang diberikan dari event ini. Cobalah setidaknya sekali karena tidak ada jaminan event ini bakal ada lagi setelah pandemi selesai. Banyak hal yang bisa kalian bahas dengan member  yang tidak bisa kalian lakukan di event lain. Kalian yang merasa agamis mungkin tertarik membahas perang badar. Kalian yang suka sepak bola bisa membahas alasan sehingga Liga 1 belum jalan. Kalian yang merasa komunis bisa membahas mengenai kegagalan gerakan komunis di Indonesia.

BACA JUGA Tipe-tipe Fans JKT48 dalam Memilih Oshi atau tulisan Nurfikri Muharram lainnya.

Baca Juga:  Cerita dari Fans Garis Keras Pertunjukan Jathilan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
6


Komentar

Comments are closed.