Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Mengajarkan Saya Mengatasi Sea Sickness alias Mabuk Laut

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
17 Januari 2021
A A
Pengalaman Mengajarkan Saya Mengatasi Sea Sickness alias Mabuk Laut terminal mojok.co

Pengalaman Mengajarkan Saya Mengatasi Sea Sickness alias Mabuk Laut terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Saya dan keluarga termasuk pengguna setia kapal laut. Selain tak terlalu mahal tarif per kepalanya, kapal juga bisa digunakan untuk mengangkut moda transportasi lainnya seperti motor atau mobil. Sayangnya, moda transportasi ini juga rawan membuat orang mabuk. Tentu mabuk yang dimaksud bukan mabuk dikarenakan miras. Melainkan mabuk karena kapal yang senantiasa digoyang dan diombang-ambingkan oleh gemulai ombak bercampur angin. Mabuk semacam ini lebih dikenal sebagai mabuk laut alias sea sickness kalau dalam bahasa Inggrisnya.

Umumnya, orang yang terkena mabuk laut akan mengalami gejala-gejala seperti muntah dan pusing. Bagi yang baru pertama kali naik kapal laut mungkin akan merasakan hal semacam ini. Tak perlu malu atau takut jika Anda mengalami sea sickness.

Saya yang sudah puluhan kali naik kapal saja masih bisa mengalami sea sickness. Terutama ketika saya sudah sampai tujuan beberapa jam kemudian. Hanya saja saya tak sampai mengeluarkan isi perut alias muntah.

Bagi yang mungkin ingin atau harus naik kapal laut untuk pertama kali, saya akan memberikan beberapa tips. Tips ini saya susun berdasarkan pengalaman naik kapal laut selama hampir puluhan tahun. Semoga bermanfaat bagi Anda yang membacanya.

Menggunakan kapal feri

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, ukuran serta kecepatan kapal menentukan tingkat goyangan kapal terhadap permukaan laut. Semakin kecil dan cepat, maka semakin besar goyangan yang ditimbulkan. Dengan demikian, peluang seseorang terkena mabuk laut bisa semakin meningkat.

Oleh karena itu saya kerap memilih kapal laut jenis ferry ro-ro yang ukurannya jauh lebih besar daripada kapal cepat (semacam speedboat). Meskipun waktu tempuhnya dua kali lipat dari kapal cepat, yakni dua jam, kapal ferry ro-ro memiliki tingkat goyangan atau hentakan yang lebih sedikit. Sea sickness bisa diminimalisir.

Keluar dari ruangan penumpang

Ketika naik kapal jenis ferry ro-ro, saya biasanya akan keluar dari ruangan penumpang. Aktivitas ini biasanya saya lakukan ketika kapal sudah melepas jangkarnya alias berlayar. Bisa dibilang metode ini terbilang ampuh untuk mengurangi efek mabuk alias pusing akibat naik kapal laut.

Ketika Anda berada di luar ruangan penumpang, cobalah untuk memandang ke bawah alias ke permukaan laut. Melihat gerakan kapal yang maju setidaknya mampu mengaburkan sinyal di otak akan gerakan naik turun kapal yang bikin pusing. Kalau sangat beruntung, Anda bisa saja sekalian melihat kawanan lumba-lumba saling berenang dan berkejaran.

Baca Juga:

Jangan Naik Bus AKAS NR kalau Gampang Mabuk Perjalanan

Rekomendasi 6 Camilan Minimarket yang Bantu Cegah Mabuk Perjalanan

Tapi, jangan sampai Anda lengah ketika sedang menyandarkan diri di rail pembatas. Terlebih jika Anda sedang membawa anak kecil seperti bayi atau balita. Sebab celah-celah rail pembatasnya tergolong cukup besar untuk dilewati mereka. Terlebih tinggi rail-nya tak sampai dada orang dewasa.

Tidur

Selain keluar dari ruangan penumpang, tidur bisa menjadi alternatif lainnya untuk mencegah efek mabuk laut. Kalau boleh saya menyarankan, usahakan untuk tidur sebelum kapal berlayar. Sebab ayunan ombak selama di perjalanan bisa saja menyulitkan Anda untuk tidur.

Kalau ingin tidur, sebaiknya Anda memilih ruangan yang menyediakan lesehan atau tempat tidur. Kalau tak bisa memejamkan mata, mode tiduran juga dapat mencegah potensi terkena mabuk laut. Mode ini bisa membantu kepala mereduksi efek goyangan dari kapal.

Memperhatikan waktu keberangkatan

Jika kegiatan naik kapal dilakukan dalam rangka kegiatan yang tidak dikejar waktu maupun kepentingan, ada baiknya untuk memperhatikan waktu keberangkatannya. Sebab musababnya ada beberapa waktu dimana gelombang laut cenderung tinggi.

Pertama, jangan berangkat naik kapal di malam hari. Pada waktu tersebut, gelombang laut cenderung sedang tinggi-tingginya. Terlebih jika hari sedang hujan atau berangin.

Kedua, usahakan naik kapal di luar musim penghujan. Sama seperti paragraf sebelumnya, gelombang laut di bulan-bulan penghujan juga tergolong tinggi. Tak jarang hal ini juga turut memengaruhi waktu tempuh kapal hingga berjam-jam lamanya.

Oleh karena itu, bagi yang merencanakan ingin naik kapal, usahakan untuk berangkat di bulan-bulan kering alias musim kemarau atau saat hari sedang cerah. Pada waktu tersebut, gelombang laut tidak begitu tinggi alias cenderung santai. Hanya saja Anda harus siap dengan yang namanya panas-panasan.

Demikian beberapa tips yang bisa Anda coba untuk meminimalkan sea sickness akibat naik kapal laut. Jika masih merasakan mabuk, mungkin anda bisa mencoba minum obat anti mabuk seperti Antimo. Maaf ya kalo jadinya sedikit ngiklan begini. Hehehe.

BACA JUGA 3 Salah Kaprah tentang Mabuk Perjalanan dan tulisan Muhammad Fariz Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2021 oleh

Tags: mabuk perjalananpenjaskes
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

Orang-orang Di Desa Saya Nggak Butuh Kelas Fitness agar Badannya Terbentuk terminal mojok.co

Orang-orang Di Desa Saya Nggak Butuh Kelas Fitness agar Badannya Terbentuk

30 Januari 2021
Alasan Alarm HP Nggak Terlalu Ngaruh buat Bangunin Orang

Tips Bangun Pagi ala Santri Biar Nggak Tergiur Tidur Lagi

15 November 2020
Nggak Usah Jijik Melototin Warna Feses dan Urin. Penting lho Ini!

Nggak Usah Jijik Melototin Warna Feses dan Urin. Penting lho Ini!

22 Februari 2021
pelajaran olahraga

Kita Semua Suka Pelajaran Olahraga

14 Agustus 2019
4 Kesalahan Interior Minimarket yang Bikin Pembeli Nggak Nyaman Berbelanja

Rekomendasi 6 Camilan Minimarket yang Bantu Cegah Mabuk Perjalanan

23 November 2022
3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat ramuan obat terminal mojok.co

3 Ramuan Bumbu Dapur Pengganti Obat Penuh Khasiat

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Jujur, Saya sebagai Mahasiswa Kaget Lihat Biaya Publikasi Jurnal Bisa Tembus 500 Ribu, Ditanggung Sendiri Lagi

Dosen Seenaknya Nyuruh Mahasiswa untuk Publikasi Jurnal, padahal Uang Mahasiswa Cuma Dikit dan Nggak Dikasih Subsidi Sama Sekali

17 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.