Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman KKN di Bali Jadi Bukti Nyata RUU Larangan Minuman Beralkohol Itu Omong Kosong

Dimas Purna Adi Siswa oleh Dimas Purna Adi Siswa
15 November 2020
A A
nasi jinggo pindah ke bali arak bali kkn ruu minuman beralkohol mojok

arak bali kkn ruu minuman beralkohol mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Jagad dunia maya kembali lagi ramai dengan adanya RUU yang carut marut. Setelah kemarin ada RUU Omnibus Law yang membuat gaduh, sekarang mencuat lagi RUU yang lainnya. Saya tidak tahu apakah memang anggota dewan sedang menuntaskan pekerjaannya atau memang biar kelihatan kerja jadi munculin sembarangan RUU.

Sebenarnya saya tahu adanya RUU Larangan Minuman Beralkohol sudah dari tahun lalu karena waktu itu saya mau ambil skrispi masalah RUU tersebut. Tapi, saya urungkan karena rasa-rasanya aneh. Ternyata feeling saya waktu itu terbukti. Coba saya ambil topik tadi, bisa-bisa mahasiswa abadi saya.

Carut marut rancangan undang-undang ini sebenarnya bukan hanya karena isi substansi pasalnya saja. Tapi, dari naskah akademik rancangan undang-undang itu saja sudah membuat saya ingin muntah. Saya di kampus selalu ditekankan dan diajarkan untuk jangan sampai mengambil sumber dari Wikipedia, blogspot, dan WordPress. Tapi, sumber-sumber tadi dijadikan acuan awal untuk mencari sumber lain lebih lanjut lagi. Bahkan, akun twitter Wikipedia Indonesia juga mengamini kok apa yang diajarkan oleh dosen saya di kampus.

Lah kok bisa ini sekelas calon undang-undang yang nantinya setelah diketok palu auto mencambuk 270 juta masyarakat Indonesia. Naskah akademiknya malah ngambil sumber dari wikipedia, blogspot, dan wordpress. Hoalah dulu tiwas mati nyari jurnal cuma buat sekedar tugas harian, ternyata buat undang-undang tidak sesusah itu.

Banyak carut marut yang kalau mau dibahas tidak akan selesai. Tapi, saya mau menyentil rasio adanya calon undang-undang tadi. Menurut anggota dewan yang ngusulin katanya “karena paling tidak, 58 persen dari total kriminal yang terjadi di negara kita karena konsumsi minuman keras”. Weleh weleh 58 persen itu angka dari mana? Menurut saya sih angka itu mengada-ngada ya. Saya akan membuktikannya dengan pengalaman saya semasa KKN. Meskipun tidak bisa dijadikan data representatif masyarakat, tapi menurut saya ini masih bisa valid.

Penempatan KKN saya waktu lalu berada di Bali, tepatnya di Kintamani. Kalau saya boleh bilang Bali ini memang benar-benar memperlihatkan sejuta pesonanya. Bukan hanya karena wisatanya saja, tapi masyarakatnya dan kebiasaan mereka. Salah satu hal yang paling membuat saya tercengang adalah kebiasaan minum alkohol.

Minuman beralkohol khas daerah Bali tidak lain dan tidak bukan adalah arak bali. Kebiasan minum arak bagi orang Bali apalagi desa tempat saya KKN bukanlah kebiasaan yang meresahkan, atau penyakit masyarakat. Tidak seperti di Jawa apalagi kampung halaman saya. Orang minum alkohol auto dicap peresah masyarakat. Stigma negatif langsung berdatangan bagi peminum alkohol.

Kebiasaan minum arak di sana bukan lagi kebiasaan yang harus dilakukan malam hari atau hanya untuk acara-acara tertentu. Kebiasaan yang membuat saya tercengang adalah arak sudah kayak menggantikan air putih. Ada satu pejabat desa yang melakukannya demikian. Kalau kita bangun-bangun pasti langsung minum air putih. Tapi, beda dengan bapak satu ini, beliau langsung minum arak.

Baca Juga:

Pengalaman Motoran Banyuwangi-Bali: Melatih Kesabaran dan Mental Melintasi Jalur yang Tiada Ujung  

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang

Kejadian tersebut memang bukan hal yang mengagetkan lagi. Terlebih ketika sedang upacara adat atau acara-acara tertentu, warga Bali menghadirkan arak untuk disajikan dan diminum bersama. Waktu kumpul-kumpul bersama, arak harus selalu dibawa dan disajikan. Pernah waktu itu siang hari saya sedang berkeliling desa mengantarkan surat dari satu rumah ke rumah yang lain. Saat tiba di salah satu rumah warga, ada beberapa pemuda sedang berkumpul dan tentunya ada arak kesayangan di situ. Saya dan teman saya langsung diajak dan disuguhi minuman tadi. Saya sih tidak minum ya karena tidak bisa, teman saya yang langsung meladeni suguhan tadi. Amboy betul siang-siang mabok ni.

Setelah saya amati setidaknya dua bulan saya di sana, meski minum arak atau minum alkohol sejenisnya sudah bagaikan vitamin untuk tubuh, tidak ada satu pun kasus kejahatan atau kriminal yang terjadi di desa tempat saya KKN.  Saya mahasiswa jurusan hukum jadi saya cari tahu data dari desa setempat. Siapa tau bisa dijadikan proker kalau ada kriminalitas tertentu. Bahkan setelah saya telusuri pun dari dua tahun sebelumnya tidak ada kriminalitas sama sekali. Respect.

Sebenarnya kesempatan untuk melakukan kejahatan di desa tempat saya KKN sangat-sangat terbuka lebar. Bahkan warganya benar-benar seperti menantang orang untuk melakukan kejahatan. Setidaknya ada maling motor atau maling mobil lah di desa tersebut. Bagaimana tidak? Kunci motor bahkan mobil di sana selalu tergantung begitu saja di kendaraan mereka, tidak peduli seramai apa pun keadaannya. Mereka cuek bebek saja peduli kucing, kunci tetap menggantung pada kendaraan saat parkir.

Tindak pidana penganiayaan atau kekerasan hampir tidak ada di sana. Kalau sekedar main pukul berantem lucu saja pasti ada lah, setiap tempat pasti ada. Tapi, yang sampai menyebabkan meninggal, luka berat, atau luka ringan juga tidak ada. Kalau pakai logika sempit dan tidak masuk akal dari anggota dewan tadi, seharusnya desa KKN saya tingkat kriminalitasnya tinggi bukan? Wong minum arak saja everyday, everytime, and everywhere kok. Tapi, kenapa malah benar-benar hampir tidak pernah terjadi kriminalitas?

Saya pernah tanya hal itu juga karena saya waktu itu melihat ada motor Kawasaki KLX tampaknya masih baru di parkiran dan kuncinya menggantung begitu saja. Padahal kalau ditaksir harga beli baru yang paling murah saja 30 juta. Bisalah dijual glondongan tanpa surat 10-15 juta. Lantas kenapa tidak ada yang mencuri motor tadi? Ternyata salah satu petuah yang betul-betul dipegang masyarakat setempat adalah karmapala. Kalau saya membahasakannya hukum karma. Sesederhana jangan bertindak atau melakukan hal yang tidak-tidak karena nanti kita sendiri yang akan kena akibatnya. Boom, tingkat kriminalitas hampir tidak ada. Jadi pertanyaan saya, dari mana anggota dewan yang terhormat mengeluarkan logika semacam itu ya?

BACA JUGA Polisi yang Menyiksa Lalu Nggak Dihukum Itu karena Kebal Hukum atau Males Ngurusin? dan tulisan Dimas Purna Adi Siswa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 November 2020 oleh

Tags: alkoholarakbaliruu
Dimas Purna Adi Siswa

Dimas Purna Adi Siswa

Calon pengacara handal. Saat ini masih pengacara (re:penggangguran banyak acara) dulu.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan Konyol tentang Bali yang Sering Bikin Saya Keki terminal mojok

5 Pertanyaan Konyol tentang Bali yang Sering Bikin Saya Keki

29 Agustus 2021
Bagi Saya, Pesisir Utara Buleleng Bali Istimewa, Bukti Nyata Bhinneka Tunggal Ika bule

Menguak Alasan Betapa Mengerikannya Cara Bule Mengendarai Motor di Bali

19 Oktober 2023
Mengenal Upacara Nganten Keris, Pernikahan Tanpa Mempelai Pria di Bali terminal mojok

Mengenal Upacara Nganten Keris, Pernikahan Tanpa Mempelai Pria di Bali

4 September 2021
Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang (Unsplash)

Fakta Kerja di Bali Tidak Seindah Kata Orang

5 November 2025
iron maiden

BREAKING: Iron Maiden Terbelah

19 Agustus 2019
Orang Bali Sulit Menikmati Wisata di Tanah Kelahirannya Sendiri kuliah di bali

Kuliah di Bali Itu Enak Banget, Jelas Lebih Enak ketimbang Kuliah di Jogja dan Kota Lain!

10 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

Meski Bangkalan Madura Mulai Berbenah, Pemandangan Jalan Rayanya Membuktikan kalau Warganya Dipenuhi Masalah

17 Januari 2026
Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

Terlahir sebagai Orang Tangerang Adalah Anugerah, sebab Saya Bisa Wisata Murah Tanpa Banyak Drama

14 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita Mojok.co

4 Momen Beloon Jarjit di Serial TV Upin Ipin yang Malah Menghidupkan Cerita

18 Januari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Sidoarjo Bukan Sekadar “Kota Lumpur”, Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.