Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Jadi Figuran Sinetron selama Sehari

Erfransdo oleh Erfransdo
4 September 2020
A A
pengalaman menjadi aktor figuran sinetron mojok.co

pengalaman menjadi aktor figuran sinetron mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi seorang artis mungkin mimpi sebagian orang. Alasannya, jadi artis kok kayaknya bikin kaya ya. Saya juga berpikir gitu saat masih kecil, pengin jadi artis sinetron karena saat itu sedang booming-boomingnya sinetron Cinta Fitri.

Setelah masuk sekolah, mimpi menjadi artis terlupakan karena saya berpindah haluan ingin menjadi pilot meskipun pada akhirnya pilot bukan satu-satunya impian saya.

Tapi ketika sudah tidak diharapkan, datang kesempatan untuk jadi artis sinetron. Hm, sebenernya cuma nampang sebagai figuran sih.

Ketika itu saya masih kelas 2 SMP (2012/2013). Sekolah saya dapat tawaran dari kru satu sinetron untuk menyuplai figuran untuk pembukaan sinetron tersebut. Biasanya kan sebelum sinetron dimulai ada perkenalan dari pemain serta cuplikan beberapa adegan sinetronnya nanti. Nah, rekaman untuk pembukaan itulah yang akan kami kerjakan.

Sekolah saya dipilih karena kebetulan lokasi syuting mereka dekat, tepatnya di sekitar jalan pedesaan menuju Pelabuhan Ratu yang dekat area wisata arung jeram. Sekolah akhirnya memutuskan memilih anak-anak OSIS untuk ikut membantu kru sinetron tersebut. Saya baru menerima kabar menyenangkan tersebut ketika tengah malam sebelum tertidur.

Jadilah di hari itu, saya dan anggota OSIS lainnya mendapat kesempatan untuk mengukir pengalaman indah. Kami berangkat bersama rombongan syuting menggunakan mobil bak terbuka. Rasanya seru sekali, terlebih lokasi sekolah kami memang masih asri dengan pepohonan segar diselingi tanaman-tanaman liar, pohon teh, dan sawit di sepanjang perjalanan.

Ketika sampai di lokasi, sudah banyak kru. Para pemain utama tampak sedang membaca naskah. Di situ saya mendapati pemandangan luar biasa yang belum pernah saya saksikan seumur hidup. Saya melihat beberapa artis pendatang baru. Saya senang bukan main karena bisa melihat Amanda Manopo ada di sana. Saya tidak menyangka kami akan berada di tempat yang sama.

Seorang kru memulai pekerjaan kami dengan memberi arahan apa yang harus kami lakukan. Si kru berbicara dengan sangat cepat namun cukup bisa dimengerti sekaligus membuat kami merasa harus sigap memahami keinginan mereka yang ke sana kemari membawa kertas berlembar-lembar.

Baca Juga:

Preman Pensiun 9 Sebaik-baiknya Sinetron Ramadan, Bikin Saya Nonton TV Lagi 

3 Alasan yang Bikin Saya Enggan Punya TV di Rumah

Kami dibagi dalam beberapa adegan. Salah seorang kru terlebih dahulu memilah dan memilih siapa yang diajak syuting. Sisanya menunggu terlebih dahulu. Saat itu beberapa di antara kami disuruh menjadi rombongan siswa yang panik kehilangan salah satu temannya yang diduga terseret arus sungai. Adegan dilakukan beberapa kali sampai si sutradara puas dengan akting kami. Hmmm… lebih tepatnya akting si pemeran utama sih.

Ketika break tiba, saya langsung tahu menjadi seorang artis tidak semudah yang dibayangkan. Baru menjadi figuran sebentar saja capeknya minta ampun, apalagi mereka yang menjadi pemeran utama. Saat break, kami diberi air mineral dan nasi kotak. Kami para figuran makan dengan lahap meskipun dengan lauk seadanya di emperan lantai dekat mobil yang tadi mengangkut kami.

Sementara sang artis, mereka makan di tempat yang lebih sejuk sambil sesekali make-up nya dibetulkan seseorang. Saya merasa hal tersebut wajar karena mereka bekerja lebih keras daripada kami. Saat makan, saya sesekali memandang Amanda Manopo dari kejauhan. Seandainya saja bisa berada di dekat dirinya dan menyuapinya makan, hahaha.

Tak beberapa lama kemudian kami disuruh beraksi lagi. Amanda Manopo berubah wujud menjadi makhluk yang cukup mengerikan dengan sekujur tubuh berwarna biru. Mungkin dari kalian akan tahu sinetron apa yang sedang saya bicarakan. Ia layaknya Avatar dalam versi indah. Di situ ada dua sosok biru, yang pertama Amanda Manopo, satunya pemeran pengganti karena akan ada adegan cukup berbahaya.

Para figuran lalu disuruh menaiki bus. Di situ sangat sesak karena hanya ada AC alami. Beberapa artis tampak dikipas-kipasi oleh asistennya. Adegan pun dimulai, kami disuruh berakting seolah sedang berwisata menggunakan bus. Para kameramen dan antek-anteknya bekerja dengan sangat keras, terus memperhatikan layar, memastikan angle-nya pas.

Di tengah perjalanan bus, ada sesosok makhluk berwarna biru yang menyeramkan melompat ke atap bus. Blukkk. Suara entakan kaki terasa dengan jelas. Kami di dalam bus dipaksa untuk menjadi panik. Ketika bus menanjak, ada suara seperti benda jatuh dari atap bus. Dan ternyata itu adalah si makhluk biru itu. Saya kira itu adalah bagian dari adegan. Namun, nyatanya itu adalah insiden kecelakaan yang tidak direncanakan sebelumnya.

Meskipun sudah pakai pengaman, pemeran pengganti tersebut tetap terjatuh. Telinganya berdarah dan tangannya lecet. Kami di dalam bus berdiam diri sejenak sebelum diperbolehkan keluar. Si pemeran pengganti tampak tenang-tenang saja namun wajahnya meringis ketika diobati.

Setelah si makhluk biru diobati, adegan berlanjut dengan pengamanan yang semakin ketat. Di situ saya semakin berdecak kagum pada orang-orang di luar sana yang bekerja keras demi keluarga di rumah meski nyawa taruhannya. Menjadi pemeran pengganti sungguh bukan pekerjaan yang mudah.

Sebelum Magrib tiba, semua adegan telah selesai. Keesokan harinya para kru akan berlabuh ke tempat lain tanpa kami. Itulah hari yang cukup berharga bagi saya karena setidaknya pernah terlibat langsung dalam pembuatan sinetron meskipun tidak seberapa dalam.

Beberapa saat setelah itu, salah satu kru sinetron mendatangi kami untuk membayar jasa kami. Per orang diberi 20 ribu rupiah sebagai imbalan kerja dari pagi hingga petang. Sekitar jam 7 malam kami pun pulang dengan mobil bak seperti saat kami berangkat. Perjalanan pulang terasa lebih menyenangkan karena kami terus menceritakan hal-hal unik ketika syuting tadi.

Meskipun angin menusuk sangat dingin, namun kami pulang dengan perasaan gembira. Setidaknya saya bisa menatap Amanda Manopo secara langsung. Hihihi.

BACA JUGA Cara Menangis Palsu yang Ternyata Bisa Dipelajari dan tulisan Erfransdo lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 4 September 2020 oleh

Tags: figuranSinetronTV
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Anggaran TV 1,5 Miliar untuk DPR: Kurang Gede tuh, Nggak Bisa Minta yang Lebih Mahal?

Anggaran TV 1,5 Miliar untuk DPR: Kurang Gede tuh, Nggak Bisa Minta yang Lebih Mahal?

5 Oktober 2022
Menerka Alasan Alur Cerita Sinetron di Indonesia Banyak yang Absurd terminal mojok.co

Sisipan Iklan di Sinetron Indonesia Bikin Alur Cerita Jadi Nggak Nyambung

22 September 2020
Pesona Mas Aldebaran di Sinetron 'Ikatan Cinta' Memang Sulit Terbantahkan, Bund terminal mojok.co

Sinetron ‘Ikatan Cinta’ Dibilang Drakor Versi Lokal. Maaf, Drakor yang Mana?

25 November 2020
3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli TV Terminal Mojok

3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Beli TV

12 Februari 2022
acara musik alay RCTI promo program tv wagu mojok

Mengaku Saja, Kita Sebenarnya Rindu Acara Musik Alay di TV

3 Juli 2021
korban bully badut terawan bismillah cinta sinetron dialog jahat mojok

Menjadi Jahat dengan Menonton ‘Bismillah Cinta’

10 Mei 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja Mojok.co

4 Kebohongan SCBD Jakarta yang Telanjur Kita Terima Begitu Saja

8 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh Mojok.co

Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Rayakan 20 Tahun Asmara, Ruzan & Vita Rilis Video Klip “Rayuanmu” yang Bernuansa Romansa SMA. Tayang di Hari Valentine!
  • Nasi Bekal Ibu untuk Saya yang Balik ke Perantauan adalah Makanan Paling Nikmat sekaligus Menguras Air Mata
  • Media Online Tak Seharusnya Anxiety pada AI dan Algoritma 
  • Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba
  • Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”
  • “Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.