Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pengalaman Buruk Membeli iPhone di iBox: Dicuekin, Kena Jebakan Upselling, Hingga Asuransi yang Tidak Berguna

Tiara Uci oleh Tiara Uci
26 Mei 2024
A A
iBox Mengecewakan, Beli iPhone tapi Dicuekin kayak Orang Miskin (Unsplash)

iBox Mengecewakan, Beli iPhone tapi Dicuekin kayak Orang Miskin (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

#3 Terjebak upselling 

Sebenarnya ini bukan pengalaman saya, tapi pengalaman bestie saya. Tahun lalu, dia membeli iPhone 14 Pro 128Gb dengan harga Rp18 juta. Akan tetapi, dia membayar Rp21 juta. Saat saya melihat struknya, ternyata dia tidak hanya membeli iPhone, tapi juga membeli asuransi tambahan, case, dan charger cube (kepala cash).  

Teman saya memang tidak teliti. Dia iya-iya saja saat sales tokonya menawarkan aksesoris dan asuransi tambahan. Sebenarnya ini bukan sepenuhnya salah karyawan iBox, tapi pembeli memang harus teliti agar tidak terkena jebakan upselling dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk sesuatu yang sebenarnya tidak penting-penting amat. 

Apalagi harga aksesoris di iBox itu mahal, silicone case-nya saja dibandrol Rp1,2 juta. Jangan pernah remehkan aksesoris, meski kelihatan kecil, begitu ditotal di kasir, nominalnya bisa mengagetkan jantung. 

Prinsip utamanya membeli produk Apple di iBox adalah katakan tidak untuk semua penawaran tambahan. Percaya deh, kalian hanya perlu membeli item iPhone-nya saja, untuk case, earphone, dan aksesoris lainnya bisa dibeli di tempat lain dengan harga yang lebih murah. 

#4 Asuransi mahal dan kurang berguna

Sebenarnya setiap membeli iPhone baru di iBox sudah include garansi TAM selama 1 tahun. Asuransi tambahan berfungsi untuk memberikan tambahan garansi menjadi 2 tahun. Namun, menurut saya, asuransi tambahan tidak worth it untuk dibeli karena garansi iBox di Indonesia itu ampas banget. 

Membeli tambahan asuransi sama dengan membuang-buang uang. Proses klaim garansi iPhone dan Macbook di iBox ribet dan berbelit-belit. Bagian service center seperti memiliki 1001 cara untuk menolak garansi yang kita miliki. 

Jadi begini, Macbook saya pernah rusak. Garansinya masih berlaku dan saya juga membeli asuransi untuk Macbook (Applecare) yang harganya menurut saya mahal, sekitar Rp3 jutaan. 

Ketika Macbook rusak tersebut saya bawa ke service center iBox. Teknisinya melihat Macbooknya sampe ke goresan dan bertanya macam-macam; apakah jatuh, apakah ketumpahan air, dan banyak hal lainnya. Intinya  ingin memastikan apakah kerusakan tersebut berasal dari human error atau tidak. 

Baca Juga:

Kebohongan Pengguna iPhone yang Membuat Android Dianggap Murahan

Android Bikin Saya Jadi Minoritas dan Dikucilkan, tapi Saya Bersyukur Bebas Utang dengan Tidak Memaksakan Diri Membeli iPhone

Singkat cerita, setelah berdebat panjang dengan bagian service, Macbook saya akhirnya bisa diklaim garansi perbaikan, bukan ganti unit baru. Namun, kalian tahu berapa lama saya menunggu proses service-nya? Dua bulan setengah! Ya Allah, selama 2 bulan lebih saya harus bekerja dari tablet karena tidak punya laptop. 

Apple memang tidak membuka store resmi di Indonesia, iBox adalah pihak ke-3 (hanya distributor resmi). Oleh karena itu, saat Macbook/iPhone rusak, tidak semuanya diservice sendiri, ada yang harus dibawa ke Singapore (Apple Store resmi terdekat dari Indonesia). 

Tidak hanya saya, teman saya memiliki iPhone 13 yang layarnya green screen saat baru dipakai 10 bulan. Seharusnya masih bisa klaim garansi, kan? Tapi ditolak pihak service center dengan alasan mereka tidak menerima service layar rusak dan human error, padahal iPhone tersebut tidak pernah jatuh. Teman saya tidak kuat dengan proses yang berbelit-belit hingga akhirnya membeli baru. Orang kaya mah bebas. Kesimpulan saya, membeli asuransi tambahan di iBox sangat tidak berguna. 

#5 Tukar tambah di iPhone di iBox 

iBox saat ini memiliki program tukar tambah, yang bekas bisa ditukar tambah dengan yang baru. Saya pernah akan tukar tambah iPhone 11 Pro lama saya dengan iPhone 13, tapi harga yang ditawarkan iBox kelewat murah. Selisihnya bisa 20% persen dari harga di pasaran. 

Kalau ingin menjual iPhone mending dijual di e-commerce saja. Jangan langsung ditukar tambah di iBox karena bisa rugi banyak. 

Itu tadi pengalaman saya dan juga teman saya membeli produk Apple di iBox. Semua pengalaman buruk yang saya alami memang kasuistik. Di luar sana, tentu saja ada banyak orang yang tidak mengalami kendala. 

Namun, pengalaman buruk saya tetap bisa dijadikan pelajaran. Terutama agar pembaca Mojok lebih berhati-hati dan cermat saat membeli produk Apple di iBox.

Penulis: Tiara Uci

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Ribet Pakai iPhone, Setelah 5 Bulan Saya Memilih Pakai Android Lagi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2024 oleh

Tags: iboxiphoneiphone 13iPhone 14 Pro 128GbmacbookMacbook Pro 15 Inch 2014Redmi A1tukar tambah ibox
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Rekomendasi HP Berdasarkan Gaji, Mulai dari Gaji di Bawah UMR hingga Gaji Haram

Rekomendasi HP Berdasarkan Gaji, Mulai dari Gaji di Bawah UMR hingga Gaji Haram

25 Januari 2025
Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Beli iPhone, Asal Nggak Ketahuan (Unsplash)

Mahasiswa KIP Kuliah Boleh Punya iPhone, Asal Enggak Dipamerin atau Ketahuan Aja!

22 September 2025
4 Rekomendasi iPhone Seken Paling Layak Dibeli Tahun Ini

4 Rekomendasi iPhone Seken Paling Layak Dibeli Tahun Ini

26 Februari 2022
9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang Terminal Mojok

9 Fitur Rahasia WhatsApp yang Nggak Diketahui Semua Orang

13 November 2022
Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

11 Januari 2024
Gara-gara Pakai MacBook, Teman-teman Menganggap Saya Mapan dan Mau Meminjam Uang

Gara-gara Pakai MacBook, Teman-teman Menganggap Saya Mapan dan Mau Meminjam Uang

17 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.