Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman BLT Hangus Gara-gara Pihak Desa Telat Memberi Informasi: Ini yang Aneh Aturannya atau yang Tidak Becus Pihak Desanya?

Muhammad Mundir Hisyam oleh Muhammad Mundir Hisyam
9 Januari 2024
A A
Pengalaman BLT Hangus Gara-gara Pihak Desa Telat Memberi Informasi: Ini yang Aneh Aturannya atau yang Tidak Becus Pihak Desanya?

Pengalaman BLT Hangus Gara-gara Pihak Desa Telat Memberi Informasi: Ini yang Aneh Aturannya atau yang Tidak Becus Pihak Desanya? (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BLT atau Bantuan Langsung Tunai menjadi salah satu dari banyaknya bantuan yang sering dinilai tidak tepat sasaran penyalurannya. Bukan hanya para pengamat yang pandai dan berkompeten. Sekelas Mbok saya saja juga bisa menilai kalo tetangganya yang mempunyai sawah dapat BLT, artinya jelas salah sasaran.

Hanya saja saya nggak akan ikut-ikutan membahas soal tepat atau tidaknya penyaluran BLT karena sudah sering jadi gumaman Mbok. jadi saya akan bahas bobroknya BLT yang lain saja. Meski saya nggak tahu apakah ini juga terjadi di daerah lain, intinya saya akan ceritakan saja BLT di desa saya yang sepertinya harus ditinjau ulang oleh pemerintah pusat.

BLT bisa hangus karena masyarakat terlambat diberi tahu

Kalo dipikir-pikir ini memang sangat aneh, kok bisa BLT yang harusnya diterima serta dapat membantu masyarakat malah hangus karena keterlambatan dalam memberikan informasi. Aneh sekali!

Di desa saya, BLT ada yang dikirimkan melalui kantor pos. Sehingga masyarakat yang mendapatkan bantuan tersebut harus menunggu selembar surat pemberitahuan dari pemerintah yang dikirimkan kepada pihak desa melalui kantor pos.

Nah, setelah masyarakat mendapatkan surat pemberitahuan dari desa, barulah surat tersebut bisa digunakan untuk mengklaim BLT di kantor pos. Dengan syarat membawa KTP asli si penerima. Namun, baru-baru ini tepatnya akhir Desember BLT tersebut hangus karena keteledoran pihak tertentu. Ya begitulah yang saya ketahui.

Ibu saya mendapatkan surat pemberitahuan untuk pencairan BLT dari pihak desa di hari Sabtu sore, tanggal 30 Desember. Dan disarankan untuk melakukan pencairan di kantor pos hari Selasa tanggal 2 Januari karena memang kantor pos di desa saya di hari Minggu itu tutup. Sedangkan hari Seninnya tahun baru 2024 juga tutup.

Betapa terkejutnya ketika mengantarkan ibu saya untuk pencairan, pihak kantor pos mengatakan bahwa BLT itu sudah hangus. Tercatat kurang lebih ada 70 warga yang berhak menerima BLT harus gigit jari karena bantuan itu sudah hangus nggak bisa dicairkan!

Pengakuan kantor pos

Menjadi salah satu korban yang kecewa, saya pun mencoba menelusuri kecil-kecilan. Pertama saya bertanya mengapa bisa hangus kepada pihak kantor pos yang hari itu melayani kami. Pihak kantor pos mengaku bahwa bantuan ini adalah BLT alokasi November-Desember yang surat pemberitahuannya sudah disetorkan ke pihak desa ditanggal 22 Desember.

Baca Juga:

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

Pengalaman Mengecewakan Makan di Warteg Kharisma Bahari: Diketawain Pramusaji Hingga Pramusaji Mengeluh Saat Bayar Pakai QRIS

Kata mereka juga, bahwa dana BLT yang tersisa disetor kembali ke pemerintah pusat pada tanggal 31 Desember. Artinya, jika ada uang BLT yang belum diambil oleh penerima maka yang terjadi BLT tersebut dinyatakan hangus!

Sekitar 70 warga menjadi korban waktu itu karena terlambat mengambilnya. Meski diprotes, pihak kantor pos menjelaskan bahwa mereka nggak bisa berbuat apa-apa. Mereka merasa sudah memberikan surat pemberitahuan tersebut ke pihak desa untuk disampaikan kepada warganya yang menerima BLT tersebut.

Pengakuan pihak desa

Setelah bertanya dan mendapat penjelasan dari kantor pos, saya pun mengonfirmasinya kepada pihak desa dengan harapan mendapat jawaban tentang “kok bisa sampai terlambat disampaikan kepada warga penerima?”.

Tidak bertele-tele, pihak desa mengatakan bahwa mereka akan mencoba mengajukan kembali BLT yang hangus ini. Itu artinya, ada dua kemungkinan menurut saya. Antara mereka sudah menerima protes sebelum saya, atau memang mereka sudah sadar kalo suratnya terlambat disampaikan kepada kami para penerima. Tapi seolah tidak tahu apa-apa dan menyuruh untuk melakukan pencairan ke kantor pos. Hemmm..

Agaknya aneh kalo sampai terlambat disampaikan, di bagian mananya kok bisa terhambat? Saya sangat penasaran. Tertulis di surat bahwa BLT untuk alokasi Nov-Des (November-Desember), dari kantor pos diserahkan tanggal 22 Desember ke pihak desa. Dari desa disampaikan ke masyarakat tanggal 31 Desember, sedangkan tanggal 31 Desember itu hari Minggu, kantor pos tutup, uang juga disetorkan kembali ke pemerintah pusat. Lho, yaa, sudah pasti hangus toh!

Terus jadinya dana berjuta-juta itu cuma mampir di kantor pos dan balik lagi ke pemerintah?

Ini bantuan untuk masyarakat miskin, lho. Ada banyak yang akhirnya gigit jari, sebagian dari mereka mungkin kecewa, sebagiannya lagi sangat kecewa! Kata gua mah, hati-hati.

Kekecewaan penerima BLT

Seenggaknya sudah ada dua rencana ibu saya sesaat setelah menerima surat pemberitahuan pencairan BLT, yaitu membeli beras dan belanja kebutuhan dapur. Cuma dua rencana itu berakhir jadi “yowes lah, Le, dudu rejekine”.

Mungkin kalo saya mau mewawancarai puluhan penerima yang bernasib serupa, saya akan mendapatkan banyak kalimat yang mungkin jauh lebih menyentuh dari itu.

Pastinya banyak masyarakat penerima yang kecewa. Meski mungkin sebagian bisa legowo, tapi masalah seperti ini saya rasa sangat konyol untuk terjadi. Pihak siapa pun yang merasa telah menghambat proses pemberitahuan BLT, semoga tetap baik-baik saja. Dan saya pun nggak yakin kalo pengajuan kembali itu akan terealisasi. Ya, coba dilogika sendiri saja lah.

Semoga juga BLT berikutnya nggak ada yang males buat segera menyampaikannya ke penerima agar dapat dicairkan dan bermanfaat sebagaimana mestinya.

Penulis: Muhammad Mundir Hisyam
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA BLT Minyak Goreng, Usaha Receh Menyelamatkan Muka Pemerintah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2024 oleh

Tags: BLTkantor pospengalaman burukpihak desa
Muhammad Mundir Hisyam

Muhammad Mundir Hisyam

Perenung andal.

ArtikelTerkait

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Percayalah, Pergi Jauh Tanpa Izin Orang Tua Adalah Ide yang Sangat Buruk

Percayalah, Pergi Jauh Tanpa Izin Orang Tua Adalah Ide yang Sangat Buruk

4 Mei 2020
nama ridwan kamil di masker bantuan langsung tunai BLT pemprov jawa barat mojok.co

Kenapa Ada Nama Ridwan Kamil di Bantuan Masker Pemprov Jawa Barat?

9 Agustus 2020
Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah warteg kharisma bahari

Pengalaman Mengecewakan Makan di Warteg Kharisma Bahari: Diketawain Pramusaji Hingga Pramusaji Mengeluh Saat Bayar Pakai QRIS

29 Juli 2024
BLT ricuh mojok

Jangan Keburu Menyalahkan Aparat Desa sebagai Kambing Hitam Persoalan BLT

22 Juli 2020
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Polemik BLT Dana Desa di Kampung Saya Bikin Ketua RT Mengundurkan Diri

3 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026
Banyumas yang Semakin Maju Bikin Warga Cilacap Iri

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

27 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.