Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan

Riyanto oleh Riyanto
12 November 2020
A A
scan barcode juru parkir Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan terminal mojok.co

juru parkir Pengalaman Berurusan dengan Tukang Parkir yang Nggak Mau Kepanasan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Barangkali kalau ada entitas paling menyebalkan di multisemesta, itu adalah tukang parkir liar. Itu loh, yang ada di mana-mana, mulai dari photocopy-an, angkringan, warung kelontong, semua ada tukang parkirnya.

Pun, ragam jenis tukang parkir liar juga kadang bikin mangkel. Ada yang pas kita datang nggak ada, eh mendadak pas mau pulang auto ada dong. Ada juga yang cuma bilang, “TEROOOSSS. TEROOOSSS,” dari kejauhan sambil duduk di motor. Ada juga yang nggak bantuin narik motor pas mau balek, eh pas mau tancap gas, tiba-tiba ditagih, dong.

Tetapi jangan salah, banyak juga tukang parkir—meski liar—yang bertanggung jawab. Artinya, beneran nata motor-motor yang ada, terus bantu narikin motor, terus nyeberangin jalan sekalian. Asli, jenis tukang parkir yang baik dan budiman seperti itu harusnya menjadi contoh bagi semua tukang parkir—meski liar—di multisemesta ini.

Nah, dari semua jenis tukang parkir liar, saya pernah mengenal tukang parkir yang nyebelin banget. Bahkan sesama tukang parkir di daerah sana juga sama sebelnya kayak saya. Tukang parkir itu adalah bapak-bapak yang jaga parkiran kedai kopi tempat saya bekerja. Sekilas, sih, bapak-bapak itu terlihat baik-baik saja dan nggak nyebelin sama sekali, sampai akhirnya ketika dia mulai markirin, gerak-geriknya lucu banget. Ya, gimana nggak lucu, wong dia cuma niup peluit sambil lambai-lambaiin tangan dari kursi tempatnya duduk.

Biasanya, kan kalau ada mobil masuk, tukang parkir yang baik langsung sigap deketin mobil, ngasih aba-aba suruh mundur, suruh ke kanan, suruh bales kiri, dan teriak, “HOOOPPP!” Tak lupa, aba-aba menggunakan tangan harus sangat jelas, gimana aba-aba maju atau mundur. Lah, kalau si Pak Parkir yang saya kenal ini, sebut saja Pak Hahuhahu—saya dan anak-anak memanggilnya demikian karena cara ngomong blio kayak kumur-kumur gitu—dia cuma melambaikan tangan yang nggak jelas maksudnya harus maju atau mundur.

Mentok, Pak Hahuhahu ini jalan beberapa langkah ke bawah pohon yang masih teduh sambil niup peluit dan lambai-lambaikan tangan. Itu yang di dalem mobil pasti mangkel pol karena bukannya bantuin parkir, Pak Hahuhahu malah bikin bingung.

Kalau tukang parkir lain kan jelas, ngode ke kanan, yang di dalem mobil tinggal ke kanan. Kalau ngode ke kiri, ya tinggal ke kiri. Itu Pak Hahuhahu malah kayak lagi dada-dada sama yang di dalem mobil. Nggak passionate sama sekali. Berdiri dengan lesu, jepit peluit di bibir, terus dada-dada. Abis mobil terparkir dengan baik dan benar—yang sebenarnya tanpa adanya Pak Hahuhahu juga bisa baik dan benar—si bapak-bapak ini langsung balik duduk di kursi kebanggaannya.

Dia baru bangkit lagi saat ada pelanggan yang mau pulang. Nggak bantuin narik motor, apalagi bantu nyeberangin. Cuma berdiri di samping pelanggan dan nodongin tangan. Asli, nggak bermanfaat sama sekali. Jangan harap juga Pak Hahuhahu ini mau rapiin kendaraan di lahan parkir, wong kena terik matahari aja nggak mau. Makanya, area langkah Pak Hahuhahu hanya sebatas kursi kayunya dan area parkir yang teduh terkena rimbun pohon. Ya, paling rapiin kendaraan di bagian yang teduh itu aja.

Baca Juga:

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

Pernah beberapa kali saya dan teman-teman menegur Pak Hahuhahu biar lebih passionate saat menjalankan tugasnya, tetapi respons blio malah makin nyebelin karena bilang, “Saya sudah dari dulu jadi tukang parkir.” Tentu saja bagian paling jelas adalah kalimat itu, karena kalimat lain yang terlontar dari mulut blio hanya terdengar seperti ha hu ha hu. Tapi maksudnya, okelah blio sudah lama jadi tukang parkir, tapi ya mbok berkembang lebih baik, seperti anak-anak muda yang semangat banget nata motor, bantuin nyeberang jalan, dan teriak, “BALES KANAN… BALES KANAN. HOPPP!” itu.

Perihal tukang parkir yang justru membingungkan alih-alih membantu ini sempat jadi obrolan serius dengan tukang parkir akamsi—anak kampung sini—yang muda-muda itu. Mereka juga sebenernya sebel sama blio, tapi ya gimana, kalau mereka minta agar Pak Hahuhahu buat berhenti markir, mau makan apa blio? Namun, kalau tetep lanjut, kok kayak nggak ada gunanya gitu?

Akhirnya ya, Pak Hahuhahu masih bertahan markirin area kedai kopi sampai saat ini, meski untuk urusan kerapian motor kadang saya dan teman-teman kudu turun tangan. Barulah kalau sore tiba, Pak Hahuhahu pulang, maka urusan parkir menjadi lebih santai karena banyak akamsi yang lebih passionate saat bertugas menjaga parkir.

BACA JUGA Beberapa Jenis Tukang Parkir yang Menyebalkan dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 1 November 2021 oleh

Tags: Tukang Parkir
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

Ironi Jalur Satu Arah di Indonesia: Jalur yang Harusnya Bebas Macet, tapi Jadi Nggak Berguna karena Kiri Kanannya Isinya Kendaraan Parkir

22 Desember 2024
5 Jenis Tukang Parkir yang Sering Kita Temui: Ada yang Sigap Bekerja, Ada yang kayak Ninja tukang parkir liar

5 Jenis Tukang Parkir yang Sering Kita Temui: Ada yang Sigap Bekerja, Ada yang kayak Ninja

15 Juli 2022
pak ogah

Pak Ogah, Potret Pelaku Industri Kreatif yang Terlupakan

1 Agustus 2019
tukang parkir

Beberapa Jenis Tukang Parkir yang Menyebalkan

19 Juni 2019
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
tukang parkir

Saya Usul Supaya Profesi Tukang Parkir Jadi Pilihan Cita-Cita

11 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia (Unsplash)

3 Hal Sederhana yang Membuat Kami Cleaning Service Bahagia

25 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.