Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pengalaman Banjir Pertama di Perumahan Saya dan Guyub Warga yang Bikin Adem

Bintang Jihad Mahardhika oleh Bintang Jihad Mahardhika
27 Februari 2021
A A
Banjir Pertama di Perumahan Saya dan Guyub Warga yang Bikin Adem terminal mojok.co

Banjir Pertama di Perumahan Saya dan Guyub Warga yang Bikin Adem terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah wilayah di Indonesia saat ini sedang dilanda berbagai bencana alam, salah satunya banjir. Faktor penyebab banjir ini tentu bukan hanya karena curah hujan yang meningkat, tapi juga daerah resapan air yang berkurang jumlahnya.

Ratanya hutan karena berbagai alasan juga turut menyumbang terjadinya banjir. Bahkan, berdasarkan data BNPB, beberapa daerah di Pulau Kalimantan seperti Kota Banjar Baru, Kabupaten Balangan, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga mengalami banjir. Kalimantan sebagai salah satu paru-paru dunia karena keberadaan hutannya yang luas pun tidak bisa menghindar dari bencana langganan ini. Tapi, tenang saja, kali ini saya tidak akan membicarakan lebih jauh mengenai analisis penyebab datangnya banjir, kok.

Saya tinggal dan tumbuh di salah satu kota yang letaknya di pesisir utara Pulau Jawa. Kota yang terkenal akan batiknya hingga mendapat penghargaan dari UNESCO sebagai salah satu kota kreatif dunia atau biasa disebut World’s City of Batik. Betul, Pekalongan.

Kota kecil ini selalu “dikunjungi” banjir setiap tahun. Kami tak heran, karena memang letak kota kami yang berdekatan dengan pantai. Penelitian dari Badan Geologi pun menyebutkan bahwa Kota Pekalongan berpotensi tenggelam sekitar tahun 2036 dikarenakan penurunan muka tanah sebesar 6 cm per tahun. Hal ini menjadi alasan mengapa warga Pekalongan harus mulai mengasah kemampuan berenangnya. Eh.

Rumah saya berada di pemukiman perumahan. Warga di perumahan ini memiliki sifat yang tidak jauh berbeda dari warga perumahan lain yang kita tahu. Biasanya dihuni sebagian besar oleh orang kantoran, khususnya PNS, yang berangkat pagi pulang sore sehingga jarang sekali ada interaksi antartetangga. Paling-paling, bertemu tetangga sekadar berpapasan ketika pulang kantor atau saat perjalanan berangkat ke musala. Begitulah kehidupan sosial di perumahan, tidak seseru dan seasyik lingkungan perkampungan yang warganya lebih get in touch.

Di awal 2021 ini, perumahan kami tergenang banjir. Biasanya, banjir tidak sampai memasuki jalan utama perumahan, tetapi tahun ini memang berbeda. Saya semakin yakin dengan prediksi Badan Geologi dan mulai mencari-cari kursus renang. 

Ketinggian banjir di perumahan kami mencapai lutut orang dewasa (dengan rata-rata tinggi badan orang dewasa 165 cm, ya), cukup tinggi bagi wilayah yang baru merasakan “nikmatnya” banjir. Beruntungnya, rumah saya berada di ujung perumahan, sehingga air tidak berani menyentuh tempat-tempat “PW” saya di rumah.

“Debut” pengalaman banjir tahun ini membuat warga perumahan menjadi panik dan tidak siap. Kami belum antisipasi dengan menyelamatkan apa-apa. Mungkin bagi wilayah lain yang biasanya digenangi banjir, warganya telah lebih dulu menyimpan barang-barang ke tempat yang aman atau bahasa kerennya usung-usung. Dari informasi yang saya terima, beberapa tetangga bahkan ada yang sampai mengungsi. Bedanya, mereka mengungsi di hotel.

Baca Juga:

3 Hal tentang Perumahan Cluster yang Bikin Orang-orang Bepikir Dua Kali sebelum Tinggal di Sana

Pengalaman Kerja di Rumah Bekas Pembunuhan: Lebih Takut Miskin daripada Setan

Saya tidak kaget karena hal tersebut menjadi sesuatu yang wajar ketika warga perumahan yang notabene memiliki ekonomi yang stabil dapat dengan mudah dan tanpa pikir panjang memesan kamar hotel untuk dihuni selama beberapa hari. Toh, sekarang banyak hotel yang sedang jor-joran memberikan diskon kepada tamunya dengan tujuan untuk meningkatkan income setelah berbulan-bulan terdampak pandemi Covid-19. Menurut saya, ini menjadi pilihan terbaik ketika kita tidak ingin bersinggungan langsung dengan genangan air yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit kulit dan penyakit lainnya.

Di sisi lain, perangkat perumahan seperti Pak RW dan Pak RT dibantu para menterinya (dibaca: warga lainnya) mengambil langkah yang tepat guna menangani banjir. Pasukan ibu-ibu dikerahkan untuk membuat dapur umum dan memasak makanan yang nantinya akan dibagikan ke setiap penduduk. Sementara bapak-bapak saling bahu-membahu melancarkan saluran air yang tersumbat oleh berbagai hal seperti sampah plastik, pasir sisa bangunan, dan kenangan. Bahkan, kami juga menggunakan alat penyedot air untuk mengalirkannya ke kali yang berada di depan perumahan.

Biasanya, saat bapak-bapak sedang beristirahat di tengah-tengah pekerjaannya yang super dadakan ini, ibu-ibu datang membagikan nasi bungkus hasil karya tangannya. Nasi bungkusnya memang sederhana, tetapi kebersamaan yang membuatnya menjadi mewah dan istimewa.

Selain bapak-bapak dan ibu-ibu, anak muda seumuran saya juga turut membantu menangani banjir, lho. Jangan dikira kami ini hanya pandai ke coffee shop dan mendengarkan lagu-lagu indie karya Fiersa Besari ataupun Mas Kunto Aji. Kami juga peka, kok, dengan keadaan sekitar, ya meskipun hanya ditugaskan sebagai penjaga portal perumahan, yang kerjanya cuma buka tutup bila ada kendaraan yang ingin lewat.

Pemandangan berkumpulnya para warga seperti ini menjadi sesuatu yang kontras daripada biasanya. Bahkan, akibat banjir dan saya yang selalu berkutat dengan laptop dan tugas kuliah, jadi tahu bahwa banyak hal yang saya nggak tahu dari perkembangan perumahan saya.

Dari pengalaman banjir perdana ini, saya jadi tahu ternyata banyak wajah baru yang menempati perumahan, hewan peliharaan tetangga saya yang kabur, dan anak-anak yang dulu saya lihat masih kecil, sekarang suaranya sudah ”ngebass”.

Saya jadi kepikiran, kalau pengalaman banjir pertama membuat warga menjadi guyub rukun, gimana dengan yang kedua, ketiga, dan seterusnya? Eh. Nggak, ding. Semoga nggak ada lagi pengalaman banjir di tahun mendatang. Semoga kita bisa semakin bijak terhadap alam dan ia bisa segera membaik. Amiiin.

BACA JUGA ‘Before The Flood’, Film Perubahan Iklim yang Wajib Ditonton Politisi Indonesia dan tulisan Bintang Jihad Mahardhika lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2021 oleh

Tags: banjir pertamaperumahan
Bintang Jihad Mahardhika

Bintang Jihad Mahardhika

Anak satu-satunya.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bisa Dibanggakan Orang yang Tinggal di Kampung pada Penghuni Perumahan

4 Hal yang Bisa Dibanggakan Orang yang Tinggal di Kampung pada Penghuni Perumahan

17 Agustus 2023
5 Jenis Tetangga Menyebalkan yang Lebih Baik Dihindari Mojok.co

5 Jenis Tetangga Menyebalkan yang Lebih Baik Dihindari

12 Desember 2023
Working Mom Mending Tinggal di Perumahan agar Terhindar dari Tetangga Nyinyir

Working Mom Mending Tinggal di Perumahan agar Terhindar dari Tetangga Nyinyir

17 Januari 2024
Kecamatan Gamping, Kecamatan Paling Underrated di Kabupaten Sleman gamping sleman

Kisah Saya Hidup di Kecamatan Gamping Sleman, Desa Enggan, Kota Tak Mampu, Akhirnya Terjebak di Tengah-tengahnya

19 April 2025
2 Stereotip Umum yang Keliru tentang Perumahan Syariah

4 Hal yang Harus Diperhatikan sebelum Memutuskan Mengambil Perumahan

20 Desember 2022
radha krishna Sulitnya Hidup Bertangga dengan Orang yang Tidak Paham Adab terminal mojok.co

Ketika Film Vivarium Ber-setting Tempat di Perumahan Banguntapan Jogja

22 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026
4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

2 Februari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026
Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

Tiga Bulan yang Suram di Bangunjiwo Bantul, Bikin Pekerja Bantul-Sleman PP Menderita!

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.