Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Penantian Panjang Suzuki di MotoGP Sedikit Lagi Terbayarkan

Dimas Purna Adi Siswa oleh Dimas Purna Adi Siswa
14 November 2020
A A
suzuki ecstar motogp joan mir mojok

suzuki ecstar motogp joan mir mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Nampaknya MotoGP Season 2020 merupakan season yang paling kompetitif, setidaknya untuk empat tahun terakhir. Bagaimana tidak, selama empat tahun terakhir MotoGP seakan-akan berada di genggaman motor pabrikan Honda lewat gladiatornya Marc Marquez. Meskipun sempat tersendat karena pandemi dan beberapa kali perubahan jadwal kalender balapan, MotoGP season 2020 kini hanya menyisakan beberapa race saja.

Kandidat juara MotoGP kali ini nampaknya sudah terlihat hilalnya. Joan Mir pembalap kawakan yang mengendarai motor Suzuki GSX-RR saat ini hanya membutuhkan 14 poin saja untuk mengunci gelar dunianya yang pertama kali di kelas paling bergengsi. Apabila Join Mir berhasil menjadi juara dunia, artinya ini merupakan penantian yang berujung manis bagi pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu itu.

Perjalanan panjang tim Suzuki menjadi salah satu tim yang sangat kompetitif tahun ini bukan perjalanan yang mudah. Bisa dibilang mungkin perjalanan yang melelahkan dan sangat terjal. Kalau kamu lupa akan masa lalu dan bagaimana perjuangan tim Suzuki di balapan MotoGP, ini ada sedikit flashback untuk kamu.

Penantian panjang

Apabila Joan Mir berhasil mengunci gelar juara dunia pada GP Valencia nanti, artinya tim Suzuki akhirnya mengakhiri puasa gelarnya selama 20 tahun, seperti tim sepakbola Liverpool yang tahun lalu mengakhiri puasa gelar EPL. Terakhir kali mereka merasakan manisnya berpesta menikmati juara dunia ialah tahun 2000. Saat itu, Kenny Roberts Jr yang mengantarkan gelar itu.

Saat Kenny Roberts Jr meraih gelar juara, Valentino Rossi masih berusia 21 tahun dan Marc Marquez masih berusia tujuh tahun. Bahkan pula pada saat itu pembalap Joan Mir masih berusia 3 tahun. Penantian yang sangat lama untuk meraih kembali gelar juara dunia MotoGP.

DNA kemenangan sejatinya sudah ada pada tim Suzuki sejak dahulu kala. Jauh sebelum Joan Mir lahir, Suzuki sudah merengkuh beberapa kali kemenangan. Pertama kali tim Suzuki mendulang kemenangan bersama Barry Sheen pada 1976. Kemudian setahun berikutnya Barry Sheen berhasil untuk mengkunci kembali gelar juara dunia tersebut. Pada 1981, Suzuki kembali menjuarai MotoGP bersama Marco Lucchinelli dan Franco Uncini pada 1982. Sempat terseok-seok pada satu dekade setelahnya, akhirnya pada 1993 mereka kembali merengkuh juara bersama Kevin Schwantz.

Sempat vakum

Partisipasi Suzuki pada ajang bergengsi MotoGP sempat terhenti pada gelaran 2011 hingga 2014. Alasan keuangan adalah faktor utama dari hengkangnya pabrikan Suzuki dari gelaran MotoGP. Kemerosotan keuangan tim Suzuki sebenarnya dipicu oleh adanya krisis ekonomi global pada waktu itu. Pabrikan ini sempat disokong oleh pabrik kertas rokok legendaris asal negara Perancis, Rizla+. Namun, masalah dana pada 2011 tidak bisa dihindari.

Sebenarnya hengkangnya Suzuki dari MotoGP sudah diprediksi pada saat gelaran MotoGP 2010. Tim Suzuki hanya menurunkan satu motornya saja pada bulan-bulan akhir tahun tersebut. Selain itu, tim-tim lainnya seperti Ducati, Honda, hingga Yamaha sudah mulai memfokuskan mengembangkan motor 1000cc. Suzuki justru saat itu masih terseok-seok dengan motornya yang hanya bisa diturunkan satu setiap gelaran race.

Baca Juga:

Suzuki Katana Adalah Mobil yang Menyalahi Logika, Banyak Orang Menyukainya walau Jadul dan Kerap Bikin Sakit Pinggang

Suzuki Escudo: Mobil yang Nggak Jelek, tapi Juga Nggak Bikin Kangen

Sedikit demi sedikit

Perjuangan kembalinya tim Suzuki ke gelaran MotoGP pada 2015 merupakan hal yang menggembirakan. Namun demikian, tidak serta merta perjalanan tim Suzuki akan berjalan mulus seperti jalan tol. Tahun perdana tim Suzuki comeback, kedua pembalapnya tidak ada yang berhasil meraih sepuluh besar di klasemen akhir. Paling pol mereka finis di posisi kesebelas.

MotoGP tahun berikutnya mereka sempat membuat kejutan di mana salah satu pembalapnya kala itu Maverick Vinales menjuarai GP Silverstone, Inggris. Kejutan Vinales belum berakhir di situ saja karena pada tahun yang sama Vinales berhasil menaiki podium sebanyak tiga kali. Pada akhir klasemen, Suzuki menempatkan salah satu pembalapnya yakni Vinales untuk bercokol di posisi keempat klasemen. Suatu comeback yang mengejutkan pada tahun kedua.

Setelah memberikan kejutan pada 2016, perkembangan tim Suzuki mengalami naik turun. Meski pada 2017 Suzuki kembali memenangkan salah satu GP dan bercokol di podium sebanyak tiga kali melalui Andrea Ianone, tapi pada klasemen akhir Ianone hanya mampu menempati urutan kesembilan. Hal serupa juga menimpa salah satu pembalap Suzuki kala itu, Alex Rins.

Sempat digadang-gadang bisa menaikan Suzuki berkat talentanya saat di Moto2,Alex Rins justru seperti kehilangan keberuntungannya. Tahun pertamanya bersama Suzuki, Alex hanya bisa menempati urutan keenam belas. Sangat jauh dari harapan dan ekspektasi dari Davide Brivio. Kendati sempat kesusahan, Alex Rins menunjukan taringnya pada tahun berikutnya. Alex Rins menyematkan dirinya untuk bercokol pada posisi kelima akhir klasemen dengan mengoleksi setidaknya enam kali podium.

Kejayaan Suzuki mulai terlihat pada gelaran MotoGP 2019. Alex Rins berhasil menempati urutan keempat setelah pada tahun sebelumnya hanya menempati posisi kelima klasemen akhir. Keberhasilan Alex Rins sebagai pembalap utama tim Suzuki Ecstar menjadi hal yang sangat diharapkan. Setidaknya pada tahun tersebut Alex Rins memenangi dua gelaran race dan tiga kali naik podium.

Keberuntungan di pihak Suzuki

Cederanya Marc Marquez di awal musim 2020 ternyata berdampak hingga absennya gladiator Honda itu sampai akhir musim. Absennya Marquez membawa keberkahan tersendiri bagi para riders MotoGP. Rasa-rasanya agak sembrono seperti berbahagia di atas penderitaan orang lain. Tapi, memang begitu realitasnya.

Musim 2020 menjadi musim yang sangat-sangat memanjakan mata para penonton MotoGP. Setidaknya hingga GP Europe ada sembilan pembalap berbeda yang memenangi race di MotoGP 2020. Hal yang sangat mengejutkan terlebih melihat beberapa tahun terakhir, agaknya penonton seperti bisa memprediksi siapa yang akan menjadi pemenang setiap race. Palingan Marc Marquez lagi yang menang atau paling pol nanti Andrea Dovizio atau Vinales. Hanya beberapa race saja yang memberikan kejutan.

Setiap akan berpindah race seperti benar-benar membuka lembaran baru bagi setiap ridersnya juga penontonnya. Bahkan pada tahun ini, pembalap asal Jepang Takaaki Nakagami berhasil menorehkan pole position, setelah terakhir kalinya pembalap asal Jepang menorehkan hal serupa terakhir kali pada GP Valencia tahun 2004.

Keberuntungan tahun ini agaknya bisa kita sepakati sangat berpihak pada tim Suzuki Ecstar. Bagaimana tidak? Pada race sebelumnya, Maverick Vinales dihukum untuk start dari pit lane pada race GP Europe lalu. Belum lagi pesaing terdekat Joan Mir di klasemen yakni Fabio Quartararo mendapatkan hasil yang sangat buruk pada GP Europe. Quartararo sempat terjatuh pada GP Europe dan hanya berhasil menempati urutan kesebelas. Di mana tentunya hal itu sangat-sangat memberikan keuntungan bagi tim Suzuki terutama Joan Mir.

MotoGP 2020 tinggal menyisakan GP Valencia dan GP Portuguese. Joan Mir hanya membutuhkan 14 poin saja untuk menjadi juara dunia MotoGP. Menarik untuk dinanti hasil akhir klasemen MotoGP, siapa yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi, melihat perjalanan dan penantian panjang tim Suzuki Ecstar pada gelaran MotoGP rasa-rasanya mereka layak untuk mendapatkan gelar juara tahun ini.

BACA JUGA Polisi yang Menyiksa Lalu Nggak Dihukum Itu karena Kebal Hukum atau Males Ngurusin? dan tulisan Dimas Purna Adi Siswa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 November 2020 oleh

Tags: joan mirmarc marquezmotogpsuzukisuzuki ecstar
Dimas Purna Adi Siswa

Dimas Purna Adi Siswa

Calon pengacara handal. Saat ini masih pengacara (re:penggangguran banyak acara) dulu.

ArtikelTerkait

Melihat Peluang 4 Kandidat Juara Motogp 2020 Setelah Marquez Cedera terminal mojok.co

Melihat Peluang 4 Kandidat Juara MotoGP 2020 Setelah Marquez Cedera

14 Oktober 2020
5 Rekomendasi Motor Bekas yang Bisa Kalian Lirik, dari yang Paling Murah hingga yang Sanggup Jebol Tabungan

5 Rekomendasi Motor Bekas yang Bisa Kalian Lirik, dari yang Paling Murah hingga yang Sanggup Jebol Tabungan

29 Oktober 2024
4 Motor yang Sulit Dimaling, Dilirik Maling pun Tidak

Rekomendasi 4 Motor yang Sulit Dimaling, Dilirik Maling pun Tidak

22 Februari 2025
Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Sepeda Motor yang Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

Suzuki Avenis 125 Nggak Belajar dari Pengalaman. Apakah Suzuki Sengaja Memproduksi Motor Nyeleneh biar Dibilang Rare di Masa Depan?

23 Juni 2024
Melihat Peluang 4 Kandidat Juara Motogp 2020 Setelah Marquez Cedera terminal mojok.co

MotoGP Andalusia: Kembalinya Rossi ke Podium dan Quartararo yang Tak Tersentuh

27 Juli 2020
4 Profesi yang Sebaiknya Jangan Diambil Valentino Rossi Setelah Pensiun terminal mojok.co

4 Profesi yang Sebaiknya Jangan Diambil Valentino Rossi Setelah Pensiun

15 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
Trauma Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Menderita Mojok.co

Kapok Naik PO Handoyo Kelas Eksekutif, Niat Cari Kenyamanan dengan Bayar Mahal Malah Berakhir Trauma dan Menderita

31 Maret 2026
Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

Kalau Penulis Buku Bermasalah, Pembacanya Ikut Berdosa Juga atau Tidak?

29 Maret 2026
4 Keunggulan Tinggal di Rumah Kontrakan yang Jarang Dibicarakan Banyak Orang Mojok.co kos kontrak rumah

Kos vs Kontrak Rumah Setelah Menikah: Mana yang Lebih Hemat dan Nyaman untuk Pasangan Muda?

26 Maret 2026
8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
Universitas Trunojoyo Madura Banyak Mahasiswa Abadi Gara-Gara Dosen Sering Ngilang Mojok.co

Reputasi Universitas Trunojoyo Madura Makin Menurun, bahkan Orang Madura Sendiri Mikir Dua Kali untuk Kuliah di Kampus Ini

26 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.