Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Pemerintah Nerima Sumbangan Dana dari TikTok Padahal Dulu Sudah Ngeblok, Eh

Aly Reza oleh Aly Reza
11 April 2020
A A
tiktok

Pemerintah Nerima Sumbangan Dana dari Tiktok Padahal dulu Sudah Ngeblok, Eh

Share on FacebookShare on Twitter

Simbiosis parasitisme seperti yang kita tahu adalah hubungan antar makhluk hidup di mana ada satu pihak meraih keuntungan dengan jalan merugikan pihak lain. Contoh hubungan seperti ini adalah orang yang suka nodong minta rokok, giliran dia yang beli jatuhnya malah pura-pura nggak punya. Malah kadang-kadang bisa diem-diem ngantongin korek temennya sendiri. Ini mah bener-bener dah.

Nah, adapun contoh yang paling deket dan hampir nggak pernah kita sadari adalah, pemerintah yang kapan lalu sempat memblokir Tiktok tapi sekarang malah dengan hati ber­-flower-flower menengadahkan tangan menerima bantuan dari aplikasi berbagi video pendek tersebut.

Dilansir dari Kompas, sebesar Rp 100 miliar digelentorkan Titktok untuk membantu Indonesia dalam upaya penanganan terhadap persebaran pandemi Corona. Donasi tersebut diterima langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangana Covid-19, Doni Monardo pada Kamis (9/3) lalu. Bantuan tersebut kabarnya akan diproyeksikan untuk membantu penyediaan alat medis seperti APD maupun kebutuhan lain yang berkait paut dengan kesejahteraan tenaga medis Indonesia. Ah, sungguh benalu.

Betapa pemerintah memang selalu mudah lupa terhadap pihak-pihak yang pernah dia rugikan, tapi tiba-tiba sok kenal sok dekat kalau pihak tersebut menawarkan babakan yang sekiranya bikin dirinya untung.

Sekarang, coba taksir saja, seberapa banyak pemerintah pernah memberi keuntungan serupa terhadap pihak Tiktok? Nggak ada, loh. Kalau kita sedikit mundur ke belakang, pemerintah saking gabutnya bahkan pernah memblokir situs tersebut selama sepekan dengan tudingan, bahwa ketimbang menunjang upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, Tiktok lebih cenderung bermuatan negatif. Menurut Kominfo sebagai pihak pemblokir, Tiktok bisa jadi merusak moral anak bangsa karena banyak memuat konten-konten nggak senonoh dan nggak layak tonton. Waduh.

Sementara kalau kita timbang-timbang dengan jujur, khususnya di tengah suasana pandemi ini, Tiktok nyatanya memiliki kontribusi lebih besar bagi rakyat Indonesaia dan tentunya pemerintah sendiri. Tiktok menjelma menjadi medium hiburan paling recommended  biar kita-kita ini nggak jadi gila selama stay at home. Berkat Tiktok, kita bisa survive ngelewati hari demi heri dengan happy. Ini tentu penting, sebab di balik tubuh yang kebal, terdapat jiwa yang nggak mubal. Hahaha maksa yoooo~

Bayangkan saja seandainya nggak ada aplikasi yang satu ini. Betapa bosennya kita kalau sehari-hari harus ngelihat tampang Pak Luhut nongol di layar TV. Bisa juga kita bakal stress mikirin Pak Yasonna yang bisa-bisanya mau ngelepasin napi korupsi. Belum lagi harus ngadepin tugas kuliah yang sudah kayak amuba, bisa membelah diri jadi banyak. Kemungkinan terburuk nih, ya, kita ini sangat mungkin bakal mati penasaran hanya gegara mikirin apa yang sedang Pak Terawan kerjakan di dalam pertapaan? Ha lak yo mumet, tho?

Ya untungnya ada Tiktok, paling nggak kita bisa rehat sejenak, menghibur diri karena kepaksa harus LDR sama pasangan, relaksasi dari tugas-tugas kampus yang sudah kayak anak-anak sekolah Suzuran: mainnya keroyokan. Dan yang paling penting, Tiktok ini bisa mengalihkan perhatian kita dari absurditas para pejabat pemerintah.

Baca Juga:

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Dan terbaru, Rp 100 miliar yang digelontorkan Tiktok kepada pemerintah ini bakal buat mengakodomir tenaga medis ya gaes, sesuatu yang selama ini nggak pernah bisa dilakuin pemerintah.

Dengan begitu, jika memungkinkan untuk mengeluarkan RPAL edisi baru, alangkah baiknya pihak terkait menempatkan fenomena tersebut ke dalam satu dari sekian contoh simbisois parasistisme yang sudah ada sebelumnya. Biar lebih milenialistis dan gampang dipahami. Kalau perlu, permisalan buat simbiosis parasitisme ini seluruhnya ngambil dari gerak-gerik pemerintah aja gimana? Saya punya beberapa contoh lain.

Bukti bahwa pemerintah sangat tepat disebut parasit juga bisa kita ulik dari kasus Djarum Foundation yang berhenti menggelar seleksi bulu tangkis nasional yang ramai sejak Juli 2019 lalu. KPAI dan YLKI menuding Djarum telah melakukan eksploitasi terhadap anak. Padahal nih ya, bertahun-tahun Djarum Foundation sudah menyumbangkan atlet-atlet bulu tangkis professional dan turut membawa nama besar Indonesia di kancah internasional. Itu jelas poin yang sangat menguntungkan bagi pemerintah.

Malah saya beranggapan, bahwa sebenarnya pemerintah lah yang melakukan ekspolitasi kepada Djarum. Lah gimana, ha wong Djarum yang nyetak atlet dan gelontorin uang banyak buat pembinaan, eh pemerintah yang enak dapat hasil dan nama baiknya. Emang maunya untung sendiri, dasarannya emang udah kayak benalu, og.

Saya bahkan mulai berani membayangkan, pemerintah bakal sangat sumringah seandainya Nteflix ke depannya juga turut ngasih sumbangan. Ya, walaupun kita sama-sama tahu, layanan film streaming tersebut juga pernah bermasalah dengan wacana pemblokiran. Asalkan ada duwit, masalah-masalah di masa lalu anggap aja nggak ada, kurang lebih gitu deh.

Ah seandainya memang iya Netflix dengan suka rela menyisihkan dana bantuan buat Indonesia, betapa kayanya khazanah RPAL kita di masa  mendatang. Belajar IPA akan lebih asik dan gampang bikin paham.

Saya jadi membayangkan sebuah adegan: dalam satu kesempatan seorang guru mengajukan pertanyaan kepada anak muridnya di kelas, “Anak-anak, coba berikan contoh simbiosis parasitisme!” Beberapa anak dengan sigap menuju depan kelas dengan setengah berlari. Kemudian ditulislah sebuah jawaban di papan tulis yang berbunyi, “Hubungan antara Tiktok dan pemerintah.” Sungguh jawaban yang lugas, cerdas, dan trengginas.

BACA JUGA Menyikapi Orang yang Minta Sumbangan tapi Malah Kayak Nodong dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2020 oleh

Tags: pemerintahsimbiosis parasitismesumbangan coronatiktok
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Lebih Baik Nonton Eri Pras Live di TikTok ketimbang Nonton Real Madrid, Bikin Sakit Hati doang!

Lebih Baik Nonton Eri Pras Live di TikTok ketimbang Nonton Real Madrid, Bikin Sakit Hati doang!

6 November 2024
Aparat Pemerintah Memang Brengsek, tapi Tidak untuk Damkar

Aparat Pemerintah Memang Brengsek, kecuali Damkar

27 Juli 2024
Curhat Seorang Fakboi yang Diputusin karena Ikut Demo terminal mojok.co RUU Ciptaker

Apa Bedanya Demo 1998 dengan Demo 2020?

15 Oktober 2020
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Julukan TikTok sebagai "Kandang Monyet" Sama Sekali Tak Berlebihan, Saya Kena Mental Melihat Konten-kontennya

Julukan TikTok sebagai “Kandang Monyet” Sama Sekali Tak Berlebihan, Saya Kena Mental Melihat Konten-kontennya

24 Agustus 2024
Jogja Selalu Dianggap Manis, Padahal Ujungnya Selalu Pahit (Unsplash)

Untuk Mahasiswa Baru di Jogja, Turunkan Ekspektasi Kalian, Jogja Nggak Seindah Konten Sinematik

30 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua Mojok.co

Dosen Muda Memang Asyik, tapi (Maaf) Saya Lebih Percaya Diajar Dosen Tua

8 Maret 2026
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

10 Maret 2026
Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

Warga Pangalengan Musti Bangga Menjadi Penghasil Teh meski Tidak Pernah Bisa Menikmati Hasil Panennya

11 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

Tiga Makanan Para Pengembara di Timur Tengah

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan
  • Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik
  • Niat Ingin Lebih Cepat Naik Travel Malah Bikin Trauma, Sopir Tak Tahu Aturan dan Penumpang Tidak Tahu Diri
  • Sate Klatak Kasta Tertinggi Makanan Khas Jogja, Jauh Mengungguli Gudeg dan Bakmi Jawa yang Sering Dikeluhkan Manis
  • Sebagai Orang Jombang Saya Iri sama Kehidupan di Tuban, Padahal Tetangga tapi Terasa Jomplang
  • Kapok Suka Menolong Orang Lain usai Ketemu 4 Jenis Manusia Sialan, Benar-benar Nggak Layak Ditolong meski Kesusahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.