Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu

Nazih Nauvan Lathif oleh Nazih Nauvan Lathif
9 Maret 2024
A A
Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu pekalongancheater

Pekalongan Kota Cheater, Julukan yang Bikin Suhu Kerap Dikira (Aslinya) Cupu (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain mendapat julukan sebagai Kota Batik, dan masuk dalam daftar kota yang akan tenggelam pada 2050, Pekalongan juga kondang dengan julukan Kota Cheater. Iya, cheat yang berarti cara curang agar gim yang kita mainkan jadi makin mudah itu lho. Dan ini semua gara-gara situs pekalongancheater.

Saya sih kurang tahu secara pasti bagaimana awal mula julukan itu bisa disematkan di kota tempat saya tinggal. Tapi, sependek ingatan saya, julukan ini mulai muncul ketika warnet (warung internet) sedang berada pada masa kejayaannya, ya circa 2010-an gitu lah. Lebih tepatnya lagi saat era gim online seperti Point Blank, Ninja Saga, Lost Saga, dan gim warnet lain mulai naik daun.

Dulu, di kalangan para pemain gim-gim online tersebut, ada sebuah blog yang menjadi salah satu rujukan utama untuk mendapatkan cheat-cheat terbaru. Dari mulai cheat agar akun gim kita bisa dapat cash (istilah mata uang di dalam gim) yang banyak, cheat biar nggak gampang kalah, sampai cheat untuk membuka karakter dan senjata langka, yang kalau diuangkan harganya bisa sampai jutaan rupiah.

Pokoknya boleh dibilang blog ini menyediakan beragam jenis cheat yang lengkap dan serba ada. Dan tentu saja cheat-cheat yang mereka sediakan tadi terbukti manjur, mujarab, dan cespleng. Ini testimoni dari saya selaku korban cheat-cheat tadi, Gaes. Hiks 🙁

Nah, alamat situs blog cheat yang saya maksud tadi adalah pekalongancheater (dot) blogspot (dot) com. Embel-embel kota inilah, yang membuat saya berasumsi bahwa awal mula Pekalongan mendapat julukan kota cheater ini, ya dari alamat blog ini.

Pekalongancheater, mati satu tumbuh seribu

Oh ya, seingat saya alamat situs blog ini pernah diblokir beberapa kali. Tapi, ya seperti biasa, makin dilarang malah makin menjadi. Diblokir satu, tumbuh seribu. Banyak blog serupa yang kemudian memakai embel-embel tersebut seperti pekalongan-cheater-1, pekalongan-cheater-21, pekalongan-cheater-revisi-1, pekalongan-cheater-fix-nggak-revisi, pekalongan-cheater-bismillah-final-nggak-diblokir, dan sebagainya.

Entah itu betulan dari satu pengelola blog yang sama dan memang punya kegigihan dalam mensyiarkan cheat. Atau ada pihak lain yang sengaja meraup keuntungan dengan mengatasnamakan pekalongan cheater. Apa pun itu, saya sih sebetulnya bodoh amat, ya. Saya agak anti sama cheat-cheat buat gim-gim begituan, kecuali cheat gim Bounce di HP Nokia yang 7-8-7-8-9-8-# wqwq.

Awalnya saya mengira, situs cheat ini hanya terkenal di wilayah Pekalongan dan sekitarnya saja. Ya mentok-mentok dikenal sampai wilayah Jawa Tengah gitu lah. Tapi, agaknya saya terlalu meremehkan reputasi situs blogspot satu ini. Ternyata reputasi situs ini sudah sampai nasional bahkan mungkin sampai kancah internasional.

Baca Juga:

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

Pekalongan (Masih) Darurat Sampah: Ketika Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Menyapa Saya Saat Pulang ke Kampung Halaman

Saya menyadari hal ini ketika saya tinggal di perantauan. Tepatnya saat saya berkenalan dengan beberapa kawan saya yang berasal dari kota-kota besar dan daerah di luar Jawa. Mereka ini memang para maniak gim. Saat saya memperkenalkan asal saya, tanggapan mereka malah lebih mengarah pada nada kalimat “oh, yang cheater itu, ya?” alih- alih kalimat “oh yang Kota Batik itu, ya?”.

Dari percakapan saat perkenalan tadi, saya sempat merasa bangga lantaran kini orang bisa mengenal Pekalongan tidak melulu karena batiknya. Ya meski harus diakui terkenalnya kota ini gara-gara produk yang sebetulnya tidak baik-baik amat.

SD Negeri Gamer Pekalongan

Belakangan, saya tambah tahu dari percakapan di media sosial, bahwa kota saya memang sudah kondang dengan julukan sebagai Kota Cheater sejak beberapa tahun lalu. Terlebih lagi, saat foto salah satu SD di Pekalongan, yang bernama SD Negeri Gamer (dibaca nggamer, bukan geimer) viral di media sosial.

Beberapa waktu berselang, perasaan bangga yang saya ceritakan tadi, ternyata tidak bertahan lama. Kini yang saya rasakan justru sebaliknya. Ternyata julukan kota saya sebagai Kota Cheater ini malah lebih sering bikin saya sebal dan kesal.

Alasannya, lantaran tiap saya mencantumkan titel Pekalongan dalam akun atau karakter gim saya, saya langsung dituduh sebagai pengguna cheater dan antek dari situs cheat tersebut. Buset, kok langsung digebyah uyah gitu, ya. Nggak semua orang Pekalongan sepakat sama cheater-cheater begituan kali ah.

Seperti kejadian beberapa malam yang lalu, misalnya. Saat itu saya tengah bermain gim MOBA bersama kawan saya. Oleh karena saya memang cukup mahir memainkan salah satu hero/karakter gim, saya mendapat titel ranking lokal daerah. Untuk meyakinkan rekan tim lain saya memang sengaja memakai titel tersebut.

Saat gim sedang berjalan, tim saya bermain apik dan kompak, sedangkan tim lawan terbantai. Saya yang memakai titel ranking lokal Pekalongan tadi mendapat tuduhan macam-macam dari pihak lawan. Salah satunya tentu soal pekalongancheater. Mendapat tuduhan demikian, saya jelas kesal dan sebal. Permainan saya dan tim yang memang bersih tanpa cheat malah dituduh yang tidak-tidak.

Capek dituduh yang nggak-nggak

Tak hanya saya, kejadian tuduhan soal cheat ini juga kerap dialami oleh sepupu saya yang bermain gim online PC. Titel daerah Pekalongan yang ia sematkan pada profil karakter gim miliknya juga kerap mendapat tuduhan kalau dirinya adalah titisan pekalongancheater saat ia bermain apik.

Sial betul memang. Akhirnya daripada capek berdebat meladeni omelan musuh yang toksik, saya dan sepupu lebih memilih menanggalkan sematan titel daerah saja. Kesal memang.

Tapi, ya begitulah, sesuatu yang bikin bangga kadang di waktu lain juga bisa membuat kita betul-betul kesal. Ya kayak pekalongancheater ini. Sini jago, dituduh pake cheat.

Penulis: Nazih Nauvan Lathif
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2025 oleh

Tags: cheatgimjulukanpekalonganpekalongancheater
Nazih Nauvan Lathif

Nazih Nauvan Lathif

Mas-mas medioker.

ArtikelTerkait

Pekalongan Berdosa ketika Gaji UMR Sudah Dianggap Tinggi! (Unsplash)

Dosa Kota Pekalongan: Membiarkan Warganya Percaya kalau Gaji UMR Termasuk Sudah Tinggi, Padahal Itu Upah Minimum!

3 Agustus 2023
Panduan Membedakan Kota dan Kabupaten Pekalongan biar Nggak Salah Lagi! Terminal Mojok

Pekalongan Itu Nggak Cocok Dijadiin Kota Wisata, Pemerintah Jangan Ngeyel

16 Januari 2021
Kota Bandung Mengulangi Dosa Pekalongan Terkait Gaji UMR (Unsplash)

Dosa Pekalongan, yang Juga Terjadi di Kota Bandung: Gaji UMR kok Dianggap Tinggi dan Mapan!

11 Agustus 2023
Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui (Unsplash)

Aib Kota Pekalongan yang Sampai Sekarang Masih Menghantui

13 Maret 2023
venesia water seven pekalongan

Water Seven dan Pekalongan Itu Sama, Sama-sama Hampir Tenggelam

14 Desember 2021
This War of Mine

This War of Mine: Gim Perang Anti-Perang

29 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.