Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!

FN Nuzula oleh FN Nuzula
1 Januari 2020
A A
Pejuang Tes SIM Garis Lurus, Sudah Saatnya Menggugat!
Share on FacebookShare on Twitter

Selain Ujian Nasional tiap akhir tingkatan sekolah dan mencari jodoh, ujian syarat mendapat SIM layak disetarakan sebagai fase yang krusial dalam hidup penduduk Indonesia dan dapat memicu stres ringan. Lebih memilihnya kebanyakan masyarakat mendapatkan SIM lewat jalur “dalam”, adalah bukti nyata layaknya penyetaraan ini. Ini menandakan, standar yang diminta pihak kepolisian terlalu tinggi untuk masyarakat, atau mungkin tidak relevan dengan kemampuan dan praktik masyarakat dalam berlalu lintas.

Ada dua tes yang diminta pihak kepolisian, yaitu tes teori berbasis komputer dan tes praktik. Tes teori memang sama sekali tidak sulit. Dalam tes ini hanya disuruh memilih antara benar atau salah, menanggapi tiga puluh video tentang menaati rambu-rambu lalu lintas dalam berkendara. Namun, sempat terlintas kekhawatiran tidak lulus dalam diri saya, ketika hendak mengikuti tes teori ini. Alasanya sederhana, saya belum belajar sebelumnya. Pendidikan soal rambu-rambu lalu lintas terakhir seingat saya adalah waktu taman kanak-kanak dan melihat-lihat gambar rambu-rambu lalu lintas di belakang bagian buku atlas waktu SD.

Tes teori ini menurut saya bentuk ketidakadilan dari pihak kepolisian. Saya merasa sebelumnya tidak diberikan pendidikan lalu lintas apa-apa dari kepolisian, terus diminta mengerjakan tes teori ini. Tidak seperti pihak sekolah yang lebih dulu memberikan pelajaran berjam-jam jam, harus menempuh berhari-hari persiapan, baru kemudian mengadakan ujian nasional. Lha ini, nggak punya kontribusi apa-apa pada pengetahuan per-lalu lintas-an kita, tiba-tiba minta kita mengerjakan tesnya. Kalau mau lebih gampang, bikin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan untuk menyisipkan satu-dua soal tentang tata tertib lalu lintas gitu, biar kita nggak shock.

Selain itu ada tes praktik. Tes ini yang paling sulit. Kurang lebih delapan dari sepuluh peserta tes praktik ini dinyatakan gagal. Tidak sedikit pula yang sudah mengulang sampai tiga kali tapi tetap tidak bisa. Kalau dijadikan nilai rata-rata, nilai para pejuang SIM ini kurang memenuhi nilai KKM. Berarti, yang bermasalah bukan para pejuang SIM, tapi konten tes praktiknya yang kurang relevan. Atau malah pihak penanggung jawab untuk pengembangan kemampuan berkendara (yang dalam hal ini pihak kepolisian), gagal dalam memberikan bekal pelatihan pada pengendara .

Salah satu hal yang menurut saya perlu digugat adalah tidak adanya kesempatan bagi para pejuang SIM untuk menjajal rintangan. Paling tidak, beri mereka kesempatan tiga kali untuk mencoba medan rintangan tersebut. Jangan mengacu pada polisi yang bertugas mencontohkan kepada peserta yang hanya satu kali kesempatan, tapi sudah berkali-kali mencontohkan, sehingga lebih mengenali medan rintangan. Kalau memang hal-hal yang sulit ini mau diteruskan, bikin lembaga-lembaga les bagi para pengendara sebelum mengikuti tes praktek ini. Meskipun itu berarti, ada yang salah dengan regulasi tes dalam mendapatkan SIM tersebut.

Toh selama ini dunia lalu lintas kita juga tidak buruk-buruk amat. Kecelakaan mungkin masih ada, tapi kalau dibandingkan dengan berkendara yang selamat sampai tujuan tentunya angkanya berselisih jauh. Siapa yang menjamin, mereka semua memiliki SIM dari jalur “lurus?

Banyaknya praktik suap dalam pembuatan SIM di lingkungan kepolisian, tidak hanya diatasi dengan meningkatkan integritas kepolisian dan memperketat jalur-jalur yang bisa disusupi “calo”, tapi juga evaluasi pada ujian praktiknya. Relevan atau tidak dengan keamanan berkendaraan kita.

Kemarin dunia pendidikan mendapatkan angin segar dengan dihapusnya Ujian Nasional oleh pemerintah karena dirasa membebani peserta didik dan tidak relevan dengan berkembangnya kemampuan akademik siswa. Kini, sudah saatnya para pejuang SIM juga mendapatkan angin segar yang sama, dengan regulasi ujian praktik berkendara yang “lebih manusiawi”. Biar kita semua lebih fokus pada masalah krusial yang tersisa, yaitu mencari jodoh.

Baca Juga:

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

Ujian SIM Perlu Direvisi, Harusnya Lebih Fokus pada Etika dan Pengambilan Keputusan di Jalan

BACA JUGA Jangan Mengaku Kaffah Kalau Bikin SIM Masih Nembak atau tulisan FN Nuzula lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Januari 2020 oleh

Tags: polisiSIMTes SIM
FN Nuzula

FN Nuzula

Dari Pati, Jawa Tengah. Kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Mushonep Fathul Ketip.

ArtikelTerkait

Lupakan Sejenak Hong Du Shik, Inilah Choi Eun Cheol, Polisi Gongjin yang Memesona terminal mojok

Lupakan Sejenak Hong Du Shik, Inilah Choi Eun Cheol, Polisi Gongjin yang Memesona

22 Oktober 2021
Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?

Polisi Bilang Harun Masiku Tidak Ada di Tongkrongannya: Sudah Coba WA, Pak?

14 Februari 2020
Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri terminal mojok.co

Project Multatuli dan Hal-hal yang Nggak Mashook dari Twit Kepala Analis CCIC Polri

13 Oktober 2021
Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

Pengendara Mobil Sambil Merokok Adalah Seburuk-buruknya Manusia di Bumi Ini

23 November 2024
Takagi Wataru, Karakter dalam Detective Conan yang Bisa Jadi Teladan bagi Polisi Terminal Mojok

Takagi Wataru di Detective Conan Adalah Teladan bagi para Polisi

25 Januari 2023
Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

Mental Playing Victim Korban Calo Masuk Menjadi Abdi Negara: Pelaku Kejahatan kok Ngaku Korban, Sehat?

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Mitos Seputar Skripsi yang Bikin Mahasiswa Stres magang skripsi kuantitatif

Tips Cepat Lulus Skripsi Kuantitatif Tanpa Jadi Tumbal Statistik dari Dosen, Dijamin Waras!

4 Juni 2026
Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan Terminal

Di Balik Solo yang Syahdu Sehabis Hujan, Ada Ancaman yang Mengintai Pengguna Jalan

31 Mei 2026
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang kkn

UM BBM: Program KKN ala UM Malang yang Punya Banyak Celah dan Penuh Masalah!

7 Juni 2026
Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

Jalan Dr Sutomo, Jalan Satu Arah yang Mencoreng Nama Baik Muntilan Magelang

2 Juni 2026
Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

Pendekar Kopi dan Rojali, Musuh Alami Coffee Shop. Yang Satu Bikin Barista Keder, yang Satu Bikin Pusing Owner

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.