Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam ‘Attack on Titan’

Andika Aji Mabroery oleh Andika Aji Mabroery
26 Februari 2021
A A
Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Pemuka agama di pulau paradis menutupi fakta-fakta bahwa tembok yang dibangun di sana ternyata berbahan dasar titan Colossus yang yang jumlahnya tak terhitung. Singkat cerita, konsep agama di bangsa Eldia itu agak absurd. Tuhan yang disembah di Pulau Paradis adalah tembok, iya tembok. Tembok yang dianggap melindungi mereka dari serangan titan, tembok pulalah yang dianggap sebagai sebuah kekuatan yang lebih tinggi dari manusia.

Tembok raksasa itu dibangun oleh raja eldia ke-145 Karl Marx eh Karl Fritz maksud saya. Meski dianggap pelindung dari serangan titan, nyatanya tembok itu dibangun oleh Raja Fritz untuk menghindari konflik dengan bangsa Marley yang berhasil merebut 7 dari 9 kekuatan titan.

ADVERTISEMENT

Total ada tembok besar yang mengelilingi Paradis. Tembok Maria yang tingginya 50 meter merupakan tembok terluar di distrik Shiganshina. Tembok ini pernah dijebol oleh titan Colossal, namun berhasil kembali ditutup oleh Eren.

Tembok Rose yang merupakan tembok terluar kedua juga memiliki ketinggian 50 meter. Tembok ini juga pernah dijebol oleh titan Colossal dan berhasil pula ditutup Eren dengan bantuan para militer. Di dalam tembok ini terdapat beberapa distrik yaitu Distrik Utopia (Utara), Distrik Karanes (Timur), Distrik Trost (Selatan), dan Distrik Krolva (Barat).

Tembok Terakhir yang ada di Pulau Paradis merupakan tembok Sina. Tembok ini pun memiliki ketinggian 50 meter. Tembok terdalam ini merupakan tembok yang berguna untuk melindungi raja serta bangsawan Eldia yang ada di pulau paradis, dilindungi langsung oleh para polisi militer di bawah pimpinan Rod Reiss.

Sejarah yang merupakan doktrin Raja Eldia di Pulau Paradis juga disebarkan oleh pendeta penyembah tembok. Mereka memiliki rahasia dan pengikut yang banyak secara turun temurun. Pengikut agama penyembah tembok ini bahkan mudah percaya begitu saja dengan doktrin yang diajarkan pemuka agama.

Lama-kelamaan bau busuk konspirasi tersebut tercium, akhirnya diketahui bahwa alasan tembok itu dipuja adalah karena ada titan di dalamnya dan untuk menutupi konspirasi besar. Salah satu pendeta itu pun akhirnya diculik oleh tim pengintai untuk dimintai penjelasan dan mau membuka mulut tentang sejarah yang ada di balik pembangunan tembok-tembok di Paradis.

Oleh karena dianggap membelot, akhirnya pendeta yang bernama Nick dibunuh oleh polisi militer. Dugaannya adalah polisi militer ditugaskan oleh komplotan raja palsu yang saat itu memegang kendali pemerintahan.

Baca Juga:

Guru Agama Katolik, Pekerjaan dengan Peluang Menjanjikan yang Masih Kurang Dilirik Orang

Curhatan Santri: Kami Juga Manusia, Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian

Setelah terkuak bahwa raja yang berada di singgasana Kerajaan Eldia saat itu merupakan raja palsu. Kita lantas bertanya bagaimana nasib umat penyembah tembok? Apakah mereka menjadi ateis setelah terkuak bahwa ajaran yang dibawanya merupakan sebuah kebohongan dan mengandung konspirasi besar? Bahkan kita tahu semua penyembah tembok itu terlihat begitu fanatik terhadap kepercayaan mereka.

Sepertinya setelah terkuak, saya menduga para penyembah tembok berubah menjadi penganut paham ateis. Bisa dilihat dari bagaimana mereka akhirnya meninggalkan kepercayaan tentang Tuhan yang memberkahi Tembok itu dan memilih percaya kepada ratu yang baru, kepada kepercayaan bahwa manusia memiliki takdirnya sendiri dan manusia tercipta begitu saja tanpa adanya pencipta.

Memang kesadaran akan Tuhan dan konsep agama di serial Attack on Titan tidak sepenuhnya dipahami oleh masyarakat di Pulau Paradis. Kesadaran itu baru didapatkan ketika orang-orang dari luar Pulau Paradis datang untuk bergabung bersama bangsa Eldia.

Kita tahu pertanyaan rasis yang dilontarkan kepada Onyankopon “Kenapa kulitmu sangat gelap?” Onyankopon pun menjelaskan tentang Tuhan dan penciptaan manusia yang berbeda-beda. “Pencipta kita pernah berpikir, ‘Bukankah akan menyenangkan jika ada lebih banyak jenis manusia di muka bumi ini.’ Dan jawabannya ‘Kami ada di dunia ini karena ada yang menciptakan kami.’”

Itulah pemicu dari munculnya sebuah konsep agama dan ketuhanan di serial Attack on Titan. Jawaban Onyankopon yang filosofis membuka kesadaran bangsa Eldia di Pulau Paradis saat itu.

Bangsa Eldia seperti makhluk gua yang baru mengenal konsep agama dan penciptaan. Mereka seperti makhluk purba yang lama-kelamaan memiliki waktu luang akibat munculnya konsep memasak makanan yang dibakar di atas api, membuat pengolahan makanan lebih cepat.

Armin yang cerdas pun bertanya ke Onyankopon “Lalu, siapa yang menciptakan kita?” kemudian dijawab lagi oleh onyankopon “Dia adalah yang memberikan kekuatan founding Titan kepada Ymir, Tuhan.”

Pertanyaan dan jawaban filosofis seharusnya bukan hanya milik bangsa Eldia dan makhluk gua. Kita manusia modern juga perlu mempertanyakan itu untuk memperkuat keimanan kita kepada Tuhan yang telah menciptakan alam semesta ini. Bukan malah menjauhi dan menghindarkan pertanyaan seperti ini. Kita terlalu lama terjebak dalam rutinitas industri yang membuat kita terlelap dalam pencarian uang. Bahkan dari nonton anime saja kita bisa kembali belajar soal konsep agama dan Tuhan. Mantap sekali.

BACA JUGA Kaum Eldia di Serial ‘Attack on Titan’ Memang Layak Dibenci, Didiskriminasi, dan Terus Dianggap Iblis

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2022 oleh

Tags: agamaattack on titan
Andika Aji Mabroery

Andika Aji Mabroery

Penikmat Filsafat.

ArtikelTerkait

Model Dakwah Ala Kultum Pemuda Tersesat Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah terminal mojok.co

Kultum Pemuda Tersesat: Akhirnya Ada Wadah untuk Pertanyaan Liar Seputar Agama

1 September 2020
Levi Ackerman vs Sehun EXO terminal mojok

Levi Ackerman vs Sehun EXO, Berhentilah Menyamakan Keduanya!

31 Maret 2021
Membedah Isi Kepala Pak Haji alias Hajime Isayama, Kreator Anime Paling Ngeri 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Mengapa Attack On Titan Layak Disebut Anime Terbaik?

30 Juni 2020
sujud kepada ilahi

Sebuah Usaha Menggapai Cinta Ilahi

24 Mei 2019
Penyesalan Seorang Pembuat Konten Hijrah terhadap Aktivitas Hijrahnya terminal mojok.co

Penyesalan Seorang Pembuat Konten Hijrah terhadap Aktivitas Hijrahnya

27 Februari 2021
pak wiranto

Pak Wiranto, Semoga Lekas Sembuh!

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan jakarta

Jangan Salahkan Orang Jakarta kalau Harga Makanan di Jogja Tak Ramah Warlok: Sebuah Pembelaan untuk Kaum Plat B

26 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

4 Kuliner Ayam Panggang Favorit di Klaten: Enak, Murah, dan Bikin Nagih!

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.