Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ancaman di Balik Keindahan Pantai Parangtritis Jogja yang Nggak Disadari Banyak Pelancong, Waspadalah!

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
29 Mei 2024
A A
Pantai Parangtritis, Primadona Wisata Jogja yang Mengancam Nyawa Mojok.co

Pantai Parangtritis, Primadona Wisata Jogja yang Mengancam Nyawa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Gerbang menuju palung laut Pantai Parangtritis

Waktu SD kita pasti pernah belajar peribahasa. Salah satu peribahasa berbunyi “air tenang menghanyutkan.” Peribahasa ini bisa dipakai makna literalnya untuk menebak dan menghindari palung di Pantai Parangtritis Jogja.

Gelombang di atas palung laut di Pantai Parangtritis punya karakteristik tenang. Kalau ada gelombang yang relatif lebih tenang padahal gelombang-gelombang lainnya tinggi, hati-hati. Gelombang yang disebut rip current, arus pecah, atau lebeng ini sangat mematikan karena bisa menghanyutkanmu sampai ke tengah samudera.

Secara umum, rip current ditandai dengan beberapa karakter. Pertama, gelombangnya tampak lebih tenang dibandingkan gelombang-gelombang lain. Kedua, warna gelombangnya kadang-kadang lebih keruh daripada gelombang lain. Ketiga, gelombangnya nggak berbuih atau terlihat ada celah di antara gelombang.

Rip current ini arusnya sangat kuat dan bergerak menjauhi pantai. Rip current yang ada di Pantai Parangtritis ini pula yang sering disebut sebagai ombak laut yang marah. Soalnya, arusnya yang sangat kuat akan langsung menarik siapapun yang lengah sampai ke tengah. Atlet renang pun belum tentu bisa melawan kuatnya rip current.

Banyak pelancong Pantai Parangtritis terlena tenangnya arus laut

Sayangnya, banyak wisatawan yang terbuai dengan ketenangan gelombang di Pantai Parangtritis. Mereka yang belum tahu soal rip current bakal merasa yakin akan baik-baik saja kalau main air atau mandi di gelombang yang tenang. Padahal, aneh kan kalau ada air yang tenangnya kayak kolam renang tapi ada di pantai? Nah, justru arus yang tenang inilah yang merupakan gerbang menuju palung laut.

Main air dan mandi di pantai memang menyenangkan. Tapi jangan buat momen mengasyikkan itu menjadi peristiwa duka. Tetap waspada pada pantai yang kelihatannya setenang dan seaman apapun.

Saat ini di Pantai Parangtritis sudah ada papan peringatan untuk nggak mandi di pantai. Tim Search and Rescue (SAR) dan Direktur Polisi Air dan Udara (Polairud) DIY juga sempat memasang bendera-bendera merah di titik-titik yang ada palung lautnya. Saya ingatkan sekali lagi bagi para wisatawan agar taat sama peringatan yang sudah dipasang.

Pantai Parangtritis Jogja punya banyak sekali palung laut yang lokasinya berubah-ubah dan nggak bisa diprediksi. Kalau kamu ada rencana main ke Pantai Parangtritis, hafalkan tanda-tanda rip current dan jauhi lokasi-lokasi yang berbahaya.

Baca Juga:

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA KKN di Kota Jogja Nggak Mudah, Nggak Semua Mahasiswa Mampu. Mending Pikir Ulang Sebelum Terjun ke Sana 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 29 Mei 2024 oleh

Tags: Jogjapantai parangtritisparangtritisstudy tourwisatawan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Apakah Malioboro Masih Istimewa Tanpa PKL di Emperan Toko? terminal mojok.co

Apakah Malioboro Masih Istimewa Tanpa PKL di Emperan Toko?

20 Januari 2022
Geliat Kos LV Malang: Belum Setenar, Seheboh, dan “Tersentralisasi” Kos LV Jogja, tapi Sama-sama Dianggap Meresahkan  

Geliat Kos LV Malang: Belum Setenar, Seheboh, dan “Tersentralisasi” Kos LV Jogja, tapi Sama-sama Dianggap Meresahkan  

19 Mei 2025
obituari pak panut mojok

Obituari Pak Panut dan Bagaimana Beliau Menyelamatkan Perut yang Lapar

20 Juli 2021
Part Time Dagadu Jogja Banyak Untungnya, Mahasiswa Jogja Wajib Coba Mojok.co

Part Time di Dagadu Jogja Banyak Untungnya, Mahasiswa Jogja Wajib Coba

17 Januari 2024
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Ubah Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo Jadi Mirip Jalan Malioboro Adalah Gagasan yang Maksa terminal mojok.co

Ubah Jalan HOS Cokroaminoto Ponorogo Jadi Mirip Jalan Malioboro Adalah Gagasan yang Maksa

16 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online Mojok.co

Bukan Sensi atau Mengabaikan, Ini Alasan Dosen Lama Balas Chat walau WhatsApp-nya Online

9 Juni 2026
Kenapa Makan Mie Instan Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat? (Unsplash)

Kenapa Ya, Makan Mie Instan Menjelang Tengah Malam Terasa Lebih Nikmat?

11 Juni 2026
Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

Nggak Usah Ngadi-ngadi. Lembaga Pengawas di Drakor Teach You a Lesson Tidak Mungkin Bisa Ada di Indonesia

11 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.