Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Pantai Indah Kemangi Kendal, Tempat Wisata yang Nggak Salah Urus karena Pemdes Waras dan Kreatif Soal Anggaran

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
20 Juli 2024
A A
Pantai Indah Kemangi Kendal, Bukti Tempat Wisata yang Nggak Salah Urus. Pemerintah Desa Waras dan Kreatif Soal Anggaran Mojok.co

Pantai Indah Kemangi Kendal, Bukti Tempat Wisata yang Nggak Salah Urus. Pemerintah Desa Waras dan Kreatif Soal Anggaran (disporapar.kendalkab.go.id/)

Share on FacebookShare on Twitter

Seandainya semua pemerintah desa mengembangkan tempat wisatanya seperti Pemdes Jungsemi mengelola Pantai Indah Kemangi Kendal ya.

Kendal sebagai salah satu daerah pesisir di jalur Pantura tentu punya beberapa destinasi pantai untuk berlibur dan berwisata. Dulunya, yang terkenal adalah Pantai Sendang Sikucing. Kemudian, setelah itu muncul Pantai Cahaya yang dikelola oleh pihak swasta.

Belakangan kedua destinasi tersebut jadi terkesan membosankan. Pantai Sendang Sikucing berkembang jadi pantai yang terlalu ramai, penuh sampah, dan kurang rapi. Sementara, Pantai Cahaya terlalu eksklusif dan pricy untuk dijangkau sebagian besar masyarakat Kendal.

Situasi itu kemudian memunculkan beberapa destinasi pantai baru, salah satunya adalah Pantai Indah Kemangi yang terletak di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung, Kendal. Kehadiran Pantai Indah Kemangi dalam beberapa tahun terakhir jadi oase bagi para pecinta pantai untuk menikmati suasana pantai baru di Kendal. 

Pantai Indah Kemangi menghapus kesan angker

Sebelum dikelola secara serius pada 2018-2019, Pantai Indah Kemangi nggak memiliki infrastruktur pendukung dan terkesan mistis, serta kramat. Itu karena istilah “Kemangi” terkenal sebagai nama sebuah makam yang ada di Desa Jungsemi. Makam yang terletak nggak jauh dari pantai itu memang punya banyak cerita. Konon, dulunya banyak orang yang tersesat dan hilang di area Kemangi. Mereka yang hilang biasanya kembali dalam kondisi pikiran atau kejiwaan yang sedikit terganggu.

Cerita ini kemudian berkembang hingga Kemangi dilabeli sebagai kawasan angker oleh warga Kendal. Bahkan, desas-desus yang lebih horor menyebut bahwa Kemangi adalah pasarnya para Jin. Jadi wajar apabila banyak yang hilang. Kisah-kisah itu membuat Kemangi jadi salah satu destinasi angker yang dikunjungi Tukul dalam Program TV Mister Tukul.

Angkernya Kemangi bermula dari kisah tentang pagar gaib Ki Ageng Kemangi yang melindungi Pantai Indah Kemangi di Desa Jungsemi. Pagar tersebut berbentuk gaib karena digunakan untuk pertemuan oleh beberapa adipati pada masa Kerajaan Mataram Islam. Pertemuan tersebut biasanya untuk membahas berbagai hal perihal kondisi politik atau sosial dan strategi berperang. Pagar gaib tersebut dipercaya masih ada hingga sekarang. Banyak yang meyakini bahwa orang-orang yang melalui jalur Kemangi dengan sikap kurang sopan berpotensi akan tersesat. 

Seiring berjalanya waktu, mitos angkernya Kemangi sedikit demi sedikit pudar dengan hadirnya Pantai Indah Kemangi sebagai objek wisata di Kendal. Pada 2017 Pemdes Jungsemi memulai proyek pembukaan Pantai Kemangi sebagai destinasi wisata ramah dan indah. Kawasan Pantai Kemangi dibersihkan dari semak belukar, akses jalan masuknya mulai diperluas dan diperbaiki.

Baca Juga:

Makanan Kendal Nggak Cocok di Lidah Semua Orang

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

Wajah pantai sekarang ini

Penataan di dalam kawasan pantai bisa saya bilang sangat baik. Ketika memasukinya, wisatawan yang ingin menikmati pantai tidak terganggu dengan kehadiran gazebo-gazebo yang di bangun rapi di bawah pohon-pohon rindang seperti cemara dan pinus. Gazebo tersebut pun tidak berbayar dan gratis digunakan oleh wisatawan.

Di dalam kawasan pantai juga terdapat persewaan delman dan motor ATV yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk mengelilingi pantai. Selain itu, yang lebih penting adalah kuliner atau jajanan di dalam kawasannya yang murah dan terjangkau bagi semua kalangan.

Poin penting lain yang patut dipuji dari Pantai Indah Kemangi adalah pengelolaan sampah yang sangat baik. Sepanjang bibir pantai, jarang ditemukan sampah-sampah plastic yang biasanya jadi pemandangan lumrah di berbagai destinasi pantai di Jawa.

Pemdes dan masyarakat yang benar-benar bekerja

Gambaran Pantai Indah Kemangi yang indah dan tertata merupakan bukti bahwa peran Pemdes dan masyarakat setempat sangatlah penting. Terutama, soal pengembangan potensi wisata di desa. Pemerintah desa mengambil langkah yang tepat dengan mengalokasikan sebagian dana desa untuk pengembangan wisata. Di sisi lain, masyarakat berpartisipasi dengan mendukung dan mengawasi pengembangan wisata tersebut. Saya rasa pemdes dan warga Jungsemi patut jadi teladan bagi desa-desa lain di Kendal maupun kabupaten lain. 

Dana desa memang jadi alat penting untuk menghadirkan ekosistem pemberdayaan ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata. Ketika sebuah desa telah mampu menciptakan ceruk ekonomi baru bagi masyarakatnya sendiri, maka dengan sendirinya akan menarik dukungan dana dari luar desa untuk masuk, sehingga pengembangannya tidak berhenti di tangan Pemdes.

Hal ini bisa dilihat dari Pantai Indah Kemangi yang pengembangannya mulai didukung anggaran yang berasal dari luar desa, baik dari Pemerintah daerah maupun pihak lainnya. Tentu kalau sudah begitu, tanggung jawab Pemdes akan lebih besar dan butuh diawasi lebih ketat oleh semua pihak agar tidak terjadi penyelewengan.

Pantai Indah Kemangi jadi destinasi wisata favorit di Kendal

Hingga kini, Pantai Indah Kemangi jadi prioritas destinasi wisata di Kendal. Setiap minggunya pantai ini menerima ribuan pengunjung yang tidak hanya berasal dari daerah Kendal, tapi di area sekitarnya seperti Semarang. Nggak heran sih, di Semarang kan nggak ada pantai yang proper. Ramainya pengunjung tentu membawa berkah ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pantai Indah Kemangi ini sekali lagi menjadi gambaran bahwa untuk memajukan sebuah desa, hanya butuh Pemdes yang waras, kreatif, dan tidak tamak. Kalau Pemdesnya miskin kreativitas dan sukanya nyari keuntungan di tiap proyek, yah repot. Apalagi kalau ditambah warga desanya yang apatis dan bodo amat. Ya sudah, mending pindah desa aja lah. 

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kenyamanan Alun-Alun Kaliwungu Kendal Rusak (Lagi) karena Ulah Pengamen dan Parkir Liar

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2024 oleh

Tags: kendalpantai indah kemangiPantai Indah Kemangi Kendalpantaui kendalpariwisata kendal
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris! Mojok.co

Jangan Buka Warteg di Kendal, Dijamin Nggak Laris!

2 Februari 2024
Membayangkan Stasiun Weleri Lenyap, Kendal Bakal Semakin Terasingkan Mojok.co

Membayangkan Stasiun Weleri Lenyap, Kendal Bakal Semakin Terasingkan

12 Maret 2025
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

25 Januari 2026
5 Hal Terkait Kendal yang Perlu Diketahui agar Lebih Kenal Terminal Mojok

Dear Kendal, Sampai Kapan Mau Jadi Daerah Medioker?

13 Februari 2023
Gonoharjo Kendal, Tempat Sempurna buat Mahasiswa Semarang Raya yang Sengsara Hidup di Kota

Gonoharjo Kendal, Tempat Sempurna buat Mahasiswa Semarang Raya yang Sengsara Hidup di Kota

2 April 2025
Kendal, Daerah Salah Urus yang Bakal Jadi Kota Sampah di Pantura Mojok.co

Kendal, Daerah Salah Urus yang Bakal Jadi Kota Sampah di Pantura

3 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Al Waqiah, Surah Favorit Bikin Tenang Meski Kehilangan Uang (Unsplash)

Al Waqiah, Surah Favorit yang Membuat Saya Lebih Tenang Meski Kehilangan Uang

20 Februari 2026
4 Makanan Khas Jawa Tengah Paling Red Flag- Busuk Baunya! (Wikimedia Commons)

4 Makanan Khas Jawa Tengah yang Paling Red Flag, Sebaiknya Tidak Perlu Kamu Coba Sama Sekali kalau Tidak Tahan dengan Aroma Menyengat

17 Februari 2026
Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Orang Bangkalan Madura yang Ternyata Beragam Mojok.co

Kalau Nggak Doyan Kuliner Sumenep, Cobalah Kuliner Bangkalan Madura yang Rasanya Nggak Kaleng-kaleng

15 Februari 2026
5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Wisata Wonosobo Enak Dinikmati, tapi Tidak untuk Ditinggali (Unsplashj)

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

14 Februari 2026
Pajak Naik dan UMR Mini- Sumber Derita Warga Jawa Tengah (Unsplash)

Pajak Naik dan UMR Mini Bikin Warga Jawa Tengah Bersyukur karena Diberi Kesempatan untuk Menderita Luar Biasa

13 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia
  • Menapaki Minaret Pertama di Indonesia untuk Mendalami Pesan Tersirat Sunan Kudus
  • Rasanya Tinggal di Kos “Medioker” Jogja: Bayar Mahal, tapi Nggak Dapat Sinar Matahari
  • Beli Vespa Mahal-mahal sampai Rp50 Juta, tapi Tak Paham Fungsinya, Dibeli karena Warnanya Lucu
  • Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”
  • Nestapa Tinggal di Perumahan Elite Jakarta Selatan Dekat Lapangan Padel, Satu Keluarga Stres Sepanjang Malam

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.