Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Menggunakan Kata ‘Akang’ buat Orang Non-Sunda

Rahadian oleh Rahadian
23 Januari 2021
A A
Panduan Menggunakan Kata ‘Akang’ buat Orang Non-Sunda terminal mojok.co

Panduan Menggunakan Kata ‘Akang’ buat Orang Non-Sunda terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Berbicara mengenai serba-serbi kebudayaan Jawa Barat, mesti membahas juga kata “akang”. Supaya lebih ringkas dan mudah menyebutnya, kata ini biasa disingkat menjadi “kang”. Gubernur Jawa Barat pun yang punya nama Ridwan Kamil disapa Kang Emil oleh khalayak luas.

Orang-orang yang bukan orang Sunda umumnya menganggap bahwa kata “akang” sebatas sebutan untuk lelaki Sunda. Apalagi bagi yang nggak menetap di Jawa Barat. Kata “akang” pun sudah terdaftar dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Artinya, ‘kakak kandung laki-laki’.

ADVERTISEMENT

Padahal, di Tanah Pasundan, penggunaan kata “akang” nggak hanya sebagai sebutan untuk kakak laki-lak atau sebutan untuk lelaki Sunda. Supaya tidak salah kaprah, saya akan berikan panduan menggunakannya. 

#1 Pengganti kata “kamu” kepada rekan sebaya agar obrolan terasa lebih akrab dan dekat

Dalam Bahasa Sunda, ada beberapa kata yang artinya “kamu”. Antara lain, “anjeun”, “didinya”,“maneh”, dan “sia”. Nah, umpamakan kita bertemu dengan seseorang yang baru kita kenal. Usianya sebaya dengan kita.

Supaya obrolan terasa lebih akrab dan lebih dekat, daripada menggunakan “anjeun”, “didinya”, “sia”, atau “maneh”, kita lebih baik menggunakan kata “akang” sebagai pengganti kata “kamu”. . Kata ini bisa juga disertai nama orang yang bersangkutan. Misalnya, “Akang Asep, apa kabar?”

Dalam siaran radio berbahasa Sunda, penyiar biasanya menggunakan kata sapaan ini agar lebih dekat dengan pendengar lelaki. 

#2 Panggilan untuk orang dewasa yang namanya belum diketahui

Umpamakan, kita orang non-Sunda yang sedang berada di Bandung. Kita ingin pergi menuju stasiun. Tapi, nggak tahu jalan menuju stasiun. Kita lalu bertanya kepada warga setempat. Pada titik ini, kata “akang” bisa digunakan sebagai panggilan kepada orang yang namanya tidak diketahui. Kita bisa menggunakan pertanyaan begni, “Kang, kalau jalan ke stasiun lewat mana?” dan “Terima kasih, Kang”.

Cara ini terasa lebih membumi dan bersahabat daripada memanggilnya dengan sebutan “anjeun” atau “didinya”. Kata “anjeun” atau “didinya” cenderung bernuansa formal dan nggak pas dipakai dalam percakapan santau. Sedangkan kata “maneh” dan “sia” digunakan kepada rekan yang sudah dekat dan akrab karena lebih informal dan menunjukkan kedekatan penuturnya.

Baca Juga:

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

#3 Panggilan untuk orang yang usianya lebih tua

Kalau kita sebagai orang yang berusia lebih muda langsung menyebut nama orang yang berusia lebih tua, memang terasa kurang sopan. Kata “akang” bisa juga diikuti oleh nama orang yang bersangkutan. Saya sendiri seringkali dipanggil demikian oleh rekan-rekan saya yang usianya lebih muda. Mungkin seperti panggilan “Mas” dalam bahasa Jawa.

#4 Panggilan untuk orang yang dihargai

Sapaan ini bisa juga untuk orang yang dihargai. Terlepas apakah orang tersebut usianya lebih tua atau lebih muda. Misalnya, kalau kamu perempuan bukan orang Sunda yang punya kekasih atau suami orang Sunda, walau usia pasangan lebih muda, kamu bisa menyebut “akang” kepadanya. Misalnya, suami atau kekasih kamu namanya Asep. Kamu bisa memanggil dia dengan panggilan “Kang Asep”. Terasa lebih romantis, bukan?

Contoh lainnya, kalau kamu punya atasan orang Sunda yang usianya lebih muda, kamu bisa memanggilnya dengan sapaan ini juga. Istri saya pun yang merupakan wanita Jawa asal Pati Jawa Tengah dan juga lebih muda usianya, memanggil saya “akang”. Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, akrab disapa Kang Emil. Sebab, blio adalah orang nomor satu di Jawa Barat.

#5 Bisa digunakan dalam situasi formal atau santai.

Selain dalam percakapan sehari-hari, kata ini bisa juga digunakan dalam situasi formal. Ambil contoh, kamu adalah orang non-Sunda yang menjadi pembawa acara pernikahan. Kamu bisa menggunakannya. Misalnya, “Terima kasih atas kedatangan akang-akang dalam acara pernikahan ini.”

Itulah, panduan menggunakan kata “akang”. Semoga tulisan ini membantu orang-orang non-Sunda yang belum lama menetap atau yang akan menetap di Tanah Pasundan. Tidak ada salahnya membumi buat mengaplikasikan pepatah di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

BACA JUGA Penggunaan Kata ‘Aing’ dalam Bahasa Sunda untuk Pemula dan tulisan Rahadian lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2021 oleh

Tags: Bahasa SundaBandung
Rahadian

Rahadian

Sarjana Hubungan Internasional yang gemar menulis, bermain musik, dan coding.

ArtikelTerkait

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

22 Maret 2026
Cimahi Terbuat dari Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan Mojok.co

Cimahi Terbuat dari Kesalahpahaman yang Perlu Diluruskan

6 Mei 2024
Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung (Pexels)

Baleendah, Kecamatan Krisis Identitas dan Ditinggalkan Bandung

5 Maret 2025
10 Istilah Populer di Kampus Unpad yang Penting Diketahui Mahasiswa Baru Mojok.co

10 Istilah di Unpad yang Perlu Diketahui Mahasiswanya biar Nggak Dikira Kuper

7 Januari 2026
Jalan Dipati Ukur Bandung Bener-bener Nggak Keurus. Udah mah Semrawut, Kumuh, Ada yang Jualan Amer Pula

Jalan Dipati Ukur Bandung Bener-bener Nggak Keurus. Udah mah Semrawut, Kumuh, Ada yang Jualan Amer Pula

29 Agustus 2024
Warga Margaasih Bandung Hanya Butiran Debu Tanpa Kota Cimahi Mojok.co

Warga Margaasih Kabupaten Bandung Hanya Butiran Debu Tanpa Kota Cimahi

21 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam menyimpan keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga Mojok.co

Anak terakhir perempuan sering dikira manja, padahal diam-diam punya keresahan yang tak kalah besar tentang keluarga

5 Agustus 2026
Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.