Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Panduan Memahami Bagaimana Hokage Dipilih

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
25 November 2020
A A
hokage konoha kapasitas chakra naruto baryon mode hokage naruto boruto mojok

baryon mode hokage naruto boruto mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap membaca artikel tentang Naruto atau Boruto, di dalamnya pasti tidak jauh-jauh dari membahas tentang suksesi kepemimpinan di Konoha. Banyak orang bilang bahwa suksesi kepemimpinan di dunia Naruto itu menunjukkan kekuatan oligarki. Pemimpin, atau Kage, pasti datang dari sirkel dekat pemimpin terdahulu. Dan daftar pemimpin di Konoha, yaitu Hokage, menggambarkan tuduhan tersebut.

Saya tak setuju dengan pendapat tersebut sebenarnya. Meski memang kage yang ada datang dari sirkel dekat pemimpinan, tapi rasanya buta dan tidak adil jika kita menghilangkan kemampuan para kage yang terpilih. Apalagi menyamakan Hokage dengan Puan Maharani. Maaf-maaf saja nih, kalian nggak bisa menyamakan Puan dengan siapa pun, apalagi dengan para pemimpin Konoha. Enak saja, mereka capable, sedangkan Puan… ya gitu deh.

Saya mau terangkan sedikit bagaimana kage terpilih. Untuk contoh, kita pakai sistem Konoha saja. Begini. Kage dipilih dengan cara rapat. Rapat tersebut dihadiri oleh Daimyo of Fire, dewan penasihat Konoha, perwakilan Jounin (atau ketuanya), dan perwakilan Anbu. Setelah itu, beberapa nama diajukan. Lalu peserta rapat akan menentukan pilihan. Tapi, nama yang dipilih oleh rapat tersebut baru sah jadi Hokage jika anggota Jounin menyetujui nama tersebut.

Selain itu, Hokage juga punya privilege untuk memilih sendiri siapa penerusnya. Kita bisa lihat Hiruzen Sarutobi, Tobirama Senju, dan Uzumaki Naruto terpilih dengan cara yang sama. Hokage dianggap punya kapabilitas yang cukup mumpuni untuk memilih penerusnya sendiri, jadi suara mereka dianggap cukup.

Tiga nama yang saya sebutkan di atas dipilih secara langsung oleh kage. Namun bagaimana yang lainnya? Akan saya jelaskan di bawah sekaligus meluruskan beberapa hal yang keliru.

Dimulai dengan Minato Namikaze. Minato saat itu dipilih mengalahkan nama Jiraiya, Orochimaru, dan… Fugaku Uchiha. Serius, Fugaku sempat masuk kandidat karena banyak orang mengakui perannya dalam Perang Dunia Shinobi. Tapi, Fugaku tidak terpilih karena… paham sendirilah Konoha Council itu kek apa kolotnya. Masih inget Tsunade nantang mereka kan? Nah itu.

Meskipun kalian bilang Minato itu punya privilege karena dia adalah muridnya Jiraiya, tapi kita nggak boleh menafikan bahwa dia memang shinobi berbakat pada zamannya. Sebelum ketemu Jiraiya pun, Minato sudah menunjukkan bakatnya nggak ada lawan. Mending sekarang kalian googling, siapa pencetak nilai tertinggi di Akademi Shinobi, pasti ada nama Minato di situ.

Kenapa nggak Jiraiya atau Orochimaru aja yang jadi? Jiraiya ogah, Orochimaru terlalu twisted, dan Hokage ketiga menolak, meski Danzo keukeuh milih Orochimaru.

Baca Juga:

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

Perbandingan Jumlah Guru dan Murid yang Ideal serta Keberadaan Support System Adalah Rahasia Kecerdasan Upin Ipin dan Naruto

Lalu Hokage kelima, Tsunade the Slug Princess. Oke, kalian akan menganggap beliau jadi Kage karena dia cucu Hashirama. Jiraiya, Danzo, Kakashi, lebih pantas. Tapi, Tsunade dipilih karena dia cucu Hokage, jadi ya gitu, lainnya dibuang.

Saya benci mengatakannya, tapi kalian keliru.

Tsunade justru tidak masuk kandidat awalnya. Dewan pemilihan Hokage awalnya setuju bahwa Jiraiya lah yang jadi Hokage. Pada akhirnya, lagi-lagi Jiraiya menolak. Justru Jiraiya yang merekomendasikan nama Tsunade, dan awalnya para anggota dewan tidak setuju.

Benar, dewan memasukkan faktor Tsunade sebagai cucu Hashirama, tapi itu bahkan bukan nilai utama. Nilai utamanya adalah Tsunade jauh lebih matang secara pemikiran dibanding kedua Sannin yang lain dan dia adalah ninja medis terbaik di dunia Naruto. Untuk poin terakhir, nanti akan saya jelaskan.

Untuk Kakashi, dia sudah terpilih jadi Hokage semenjak arc Pain Assault berakhir. Namun, Danzo muncul dan “memaksa” orang memilihnya. Akhirnya, dia terpilih, dan yang namanya ampas ya, dia cuma beberapa saat menjabat sebelum mati lawan Sasuke. Patungnya aja kagak ada, kalah sama Usopp yang dibikinin patung di Dressrosa. Usopp >>>> Danzo.

By the way, orang yang bilang Danzo pantas jadi Hokage mikir apa sih?

Nah, saya jelaskan hal yang orang sering lewatkan tentang kenapa si A jadi kage, yaitu tentang reputasi. Begini, kage itu pemimpin desa, dan di dunia di mana perang dan gelut antardesa itu jadi passion, memilih shinobi terkuat dan punya reputasi yang mengerikan jadi kage itu masuk akal. Itulah kenapa penduduk sipil nggak punya kesempatan jadi kage. Dasarnya emang mereka nggak menganut demokrasi, mau gimana? Saya tau semangat kekiri-kirian kalian membuncah, ning yo mbok tulung, pilihan kage mosok yo to bacoti.

Hokage terpilih yang ada bukanlah ninja kaleng-kaleng. Saya tau, nama macam Shikaku dan Shikamaru Nara pantas untuk jadi kage. Tapi, kita harus memasukkan faktor kemampuan bertarung dan reputasi mereka dalam hal ini. Benar bahwa klan Nara itu ditakuti karena strateginya, tapi Shikaku dan Shikamaru bukanlah tandingan para Hokage.

Hashirama Senju itu ninja paling kuat di zamannya, bahkan dia ngalahin bijuu lalu dibagi-bagiin ke desa lain. Butuh 20 ninja rank S dan Kinkaku-Ginkaku bersaudara untuk bisa ngalahin Tobirama (ninja rank S itu setara sama Akatsuki). Hiruzen menguasai lima elemen chakra dan dijuluki “The Professor of Shinobi”. Ninja Iwagakure diberi instruksi wajib kabur ketika ketemu Minato, dan daftar masih bisa bertambah. Lalu kira-kira apa yang Shikaku dan Shikamaru punya untuk menyamai kengerian para Hokage tersebut?

Memang para Hokage terpilih punya hubungan yang dekat dengan para pendahulunya, tapi kemampuan mereka memang tidak bisa diragukan. Katakanlah ada Hokage yang agak wagu, ya menurut saya Naruto, soalnya dasarnya dia nggak pinter. Tapi, untuk lainnya, mereka amat sangat pantas mengemban jabatan tersebut.

Jadi kalau ada yang bilang “heleh, paling Boruto ditunjuk jadi penerus bapaknya”, “heleh, paling ya si itu, kan muridnya si itu”, mending kalian baca atau tonton lagi dari awal. Atau coba liat para Mizukage deh, para kagenya benar-benar bervariatif dan nggak datang dari klan yang sama. Byakuren, Gengetsu Houzuki, Yagura Karatachi, Mei Terumi, dan Chojuro itu nggak dateng dari klan yang sama. Sejauh ini, yang terlihat punya hubungan dekat hanya Mei dan Chojuro, itu pun karena Chojuro adalah bodyguard-nya Mei, jadi ya pantes lah.

Setelah baca ini, kalian sebaiknya berhenti nyamain Puan atau anak politisi besar di Indonesia lain dengan para tokoh di Naruto yang berpotensi jadi pemimpin. Setidaknya, reputasi dan kemampuan para tokoh yang berpotensi jadi pemimpin itu sangar.

Eh, tapi keluarga politisi itu juga pada hebat-hebat kok. Nyatanya itu orang-orang bisa bikin senegara mumet.

Sumber gambar: Akun Twitter @Maki123Hakdog

BACA JUGA Ditinggal Nikah Itu Biasa Saja, tapi Kesedihannya Perlu Dirayakan dan artikel Rizky Prasetya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2020 oleh

Tags: Borutohokagemei terumimizukagenarutosasuke
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

23 Agustus 2019
Menghitung Besaran UMR di Desa Konoha Saya Anak Desa Konoha dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Ninja

Saya Anak Desa Konoha dan Beginilah Enaknya Masuk Sekolah Ninja

19 Maret 2020
Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren (Unsplash)

Pengalaman Belajar Ilmu Tenaga Dalam di Pesantren Berharap Bisa Rasengan Kayak Naruto

19 Mei 2025
5 Profesi buat Uzumaki Naruto kalau Pensiun Dini Jadi Hokage terminal mojok.co

Masashi Kishimoto Akhirnya Turun Gunung, Bagaimana Nasib Boruto ke Depannya?

17 November 2020
Jika Naruto Benar-benar Mati, Kita Harus Persiapkan Hal Ini terminal mojok.co

Belajar Budaya Jepang lewat Naruto Lite Karya Sensei Taira

25 Januari 2021
Belajar Kepemimpinan dari Hokage Desa Konoha meski Kerap Dituding Oligarki terminal mojok.co

Belajar Kepemimpinan dari Hokage Desa Konoha meski Kerap Dituding Oligarki

19 Februari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Mie Ayam Bikin Saya Bersyukur Lahir di Malang, bukan Jogja (Unsplash)

Bersyukur Lahir di Malang Ketimbang Jogja, Sebab Jogja Itu Sudah Kalah Soal Bakso, Masih Kalah Juga Soal Mie Ayam: Mengenaskan!

2 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi Mojok.co

Pantai Watu Bale, Tempat Wisata Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi 

5 Februari 2026
Purworejo Tak Butuh Kemewahan karena Hidup Aja Pas-pasan (Unsplash)

Purworejo Tidak Butuh Kemewahan, Apalagi soal Makanan dan Minuman karena Hidup Aja Pas-pasan

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.