Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya

Muhamad Pajar Pratama oleh Muhamad Pajar Pratama
4 Februari 2024
A A
Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya

Palembang Tanpa Pempek Cuma Kota Biasa, Nggak Ada Istimewanya (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apalah jadinya Palembang tanpa pempek…

Sebagai warga asli Sumatra Selatan yang sejak dua tahun terakhir hidup nomaden, saya cukup kesulitan menjawab pertanyaan seputar tempat kelahiran saya satu ini. Jika dilihat secara geografis, provinsi yang beribukota di Palembang ini merupakan salah satu provinsi terluas di Sumatra dengan Sungai Musi dan Jembatan Ampera sebagai jualan utamanya.

Akan tetapi jujur saja, memiliki tanah kelahiran dengan jembatan sebagai ciri kotanya, bukanlah suatu hal yang terus-menerus bisa dibanggakan. Rasanya, semua orang akan lebih mudah menyebutkan kata “pempek” sebagai representasi dari kota saya ini daripada menyebut Sungai Musi atau Ampera. 

Makanan yang masuk dalam daftar 50 makanan terenak di dunia ini sukses menjadi identitas yang melekat bagi warga Palembang. Tak tanggung-tanggung, pempek menempati peringkat ke-4 sebagai makanan olahan seafood terbaik didunia versi TasteAtlas.

Glorifikasi pempek semakin menjadi-jadi. Semua orang Palembang dicap bisa membuat pempek yang enak. Padahal bisa membuat pempek dan bisa membuat pempek yang enak adalah dua hal yang berbeda. 

Pempek adalah makanan dengan proses pembuatan maha susah nan rumit. Takaran ikan dan tepungnya harus pas. Belum lagi cara membuatnya harus direbus, didiamkan, barulah digoreng. Nggak selesai sampai di situ, cuko akan menjadi masalah baru. 

Akan sangat panjang jika tulisan ini diisi dengan tata cara membuat makanan khas Palembang satu ini yang baik dan benar. Mari berhenti sejenak membayangkan pempek. Saya akan coba menarasikan Palembang jika tanpa pempek.

Palembang kota biasa dengan wisata alam yang biasa saja

Terlalu jauh jika objek wisata di Palembang disejajarkan dengan Bromo. Itu sih bagaikan langit dan bumi. Jangankan Bromo, mendengar nama Danau Toba saja saya sudah minder. 

Baca Juga:

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

Palembang Bikin Pangling, Banyak Berubah padahal Baru Ditinggal Merantau Setahun

Sumatra Selatan adalah satu dari sedikit daerah di Indonesia yang nggak memiliki pantai yang terkenal.  Pernah dengar Pantai Maspari? Sama, saya juga baru mendengarnya saat meriset tulisan ini.

Lain pantai, lain halnya dengan gunung. Sumsel memiliki gunung tertinggi ketiga di Sumatra. Gunung Dempo menjadi tempat tertinggi di provinsi ini. Yah, walaupun lebih menarik mendaki Gede Pangrango daripada Dempo sebetulnya.

Objek wisata alam di Palembang sebetulnya nggak seburuk itu, Kota Pagaralam mungkin cukup dikenal di Indonesia dengan dataran tingginya. Hamparan kebun teh yang luas rasanya tak kalah dengan Puncak Bogor. Hanya saja, cara yang dilakukan oleh dinas terkait dalam melakukan pemasaran dan pengelolaan destinasi wisata di Palembang terasa masih kurang. Itu saja.

Kota yang panas dan udara yang buruk

Terlalu berlebihan jika belakangan warga Surabaya mengomel dengan suhu udara kotanya yang tinggi. Palembang juga panas, dan kami biasa saja. Bahkan bukan hanya panas, jika musim kemarau tiba, panas itu tersebut tercampur dengan kabut asap yang amat pekat. Sudahlah panas, batuk-batuk pula.

Suhu rata-rata tahunan yang di atas 32 derajat Celcius saja sudah bikin malas keluar rumah. Apalagi ditambah debu dan asap, makin komplet penderitaan orang Palembang. Fyi, Palembang menempati peringkat kelima di Indonesia dan peringkat pertama di Sumatra sebagai kota dengan kualitas udara terburuk (IQAir 2021).

Kota yang problematik

Banjir, macet, sampah, kriminal, dan korupsi di kota ini sudah menjadi pemandangan biasa warganya. Skandal demi skandal baru menghiasai koran lokal.

Setahu saya, hanya di sini gubernur yang berani mengorupsi dana hibah masjid. Masjid, lho! Ya ampun. Gubernur, lho! Gimana nggak problematik?

Akan sangat panjang jika tulisan ini menjabarkan betapa bermasalahnya kota ini. Mahasiswa yang seharusnya jadi spektrum paling depan dalam mengkritik, malah justru nggak kompak.

Itulah beberapa alasan kenapa Palembang nggak akan seistimewa sekarang jika tanpa pempek. Image Kota Pempek dibungkus semenarik mungkin, padahal Palembang hanyalah kota medioker biasa jika tanpa makanan khasnya.

Penulis: Muhamad Pajar Pratama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jika Ada yang Lebih Sulit dari Menjilat Siku Sendiri, Mencari Kerja di Palembang Adalah Jawabannya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2024 oleh

Tags: makanan khas palembangmediokerpalembangpempekSumatraSumatra Selatan
Muhamad Pajar Pratama

Muhamad Pajar Pratama

Mas-mas biasa, penulis lepas sekaligus fans Chelsea sejati.

ArtikelTerkait

palembang pempek mojok

6 Hal Unik yang Hanya Bisa Kalian Temukan pada Orang Palembang

11 Juli 2020
Bersyukur Ditolak Unsri dan Diterima UIN Palembang, Ternyata Kampusnya Lebih Nyaman Mojok.co

Bersyukur Ditolak Unsri dan Diterima UIN Palembang, Ternyata Kampusnya Lebih Nyaman

8 Maret 2024
Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan Mojok.co

Nasib Pasar Cinde Palembang, Pusat Perdagangan Selama Puluhan Tahun yang Berakhir Mengenaskan

26 Maret 2024
5 Penderitaan Mahasiswa di Kampus Negeri Medioker yang Nggak Diketahui Orang Banyak

5 Penderitaan Mahasiswa di Kampus Negeri Medioker yang Nggak Diketahui Orang Banyak

20 September 2025
Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

Sematang Borang, Kecamatan Paling Menyedihkan di Palembang

13 November 2025
Palembang Indah Mall (PIM), Mall Terbaik Saat Ini di Kota Palembang

Palembang Indah Mall (PIM), Mall Terbaik Saat Ini di Kota Palembang

15 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman Mojok.co

4 Alasan yang Bikin User Kereta Api Berpaling ke Bus AKAP, Gratis Makan dan Lebih Aman

7 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi Mojok.co

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

8 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.