Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Paket Wisata Vaksinasi Adalah Gambaran Kesenjangan Sosial Kala Pandemi

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
4 Juli 2021
A A
paket wisata vaksinasi bali mojok (1)

paket wisata vaksinasi bali mojok (1)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, saya membaca artikel yang dituliskan Mas Prabu Yudianto yang berjudul “Keadilan Sosial bagi Member Holywings yang Dapat Vaksin”, yang intinya, member Green, VIP, dan Priority Holywings berhak untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19 secara cuma-cuma tanpa ada syarat domisili sama sekali. Bahkan bukan saja dirinya saja, member Holywings tersebut berhak untuk mengajak satu orang tambahan lainnya.

Setelah membaca tulisan tersebut, saya kembali dibuat kaget bukan kepalang saat membaca paket wisata vaksinasi yang dibuat oleh sejumlah agensi wisata dalam negeri bernama ATS Vacations. Dengan narasi “jalan-jalan keliling Indonesia juga bisa dapat vaksin gratis”, orang yang punya cukup uang untuk membeli paket wisata tersebut, bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 sekaligus liburan ke Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, dan Pulau Belitung. Paket wisata vaksinasi ini dibandrol dengan tarif 2,4 Juta rupiah saja untuk destinasi ke Bali.

Tidak cukup sampai disitu, agensi wisata tersebut pun membuat paket wisata ke luar negeri dengan narasi “jalan-jalan ke Amerika sekaligus vaksin gratis”, orang yang punya cukup uang untuk membeli paket wisata tersebut, bisa mendapatkan vaksinasi Covid-19 seperti vaksin keluaran Pfizer sekaligus jalan-jalan di Los Angeles. Bahkan paket wisata tersebut betul-betul berdurasi 24 hari agar para pelancong bisa mendapat dosis vaksin sebanyak dua kali. Paket wisata ini dibandrol dengan tarif 28 Juta rupiah. Penganut teori konspirasi akan tersenyum melihat paket wisata tersebut.

Sungguh, sekali lagi, paket wisata vaksinasi ini membuktikan bahwa kesenjangan sosial itu nyata di dunia yang serba kapitalis ini. Pada 2019 yang lalu, saat terjadinya peristiwa mati listrik masal di Pulau Jawa, orang-orang kaya seperti Raffi Ahmad dan Nagita Slavina membuktikan bahwa kebahagiaan betul-betul bisa dibeli dengan uang. Saat terjadi mati listrik massal tersebut, mereka bisa membeli tiket pesawat ke Singapura agar terhindar dari “gabut” saat peristiwa mati listrik tersebut.

Apakah agensi yang membuat paket wisata tersebut salah? Dilihat dari “sudut pandang ekonomi”, tidak. Tapi, yang mereka lakukan justru mempertegas jurang kesenjangan sosial yang sudah ada. Ketika orang masih mengantre vaksin yang tidak jelas kapan bisa mereka dapat, agen wisata ini justru “memperdagangkan” barang yang harusnya tersedia untuk siapa saja tanpa perlu membayar.

Lagipula, ada hal yang salah di sini. Bagaimana bisa agensi wisata punya akses vaksin? Maksud saya adalah bisa memastikan orang-orang yang bayar paket wisata tersebut dapat vaksin. Sedangkan di waktu yang sama, prioritas macam lansia pun masih menerima ketidakpastian akan pasokan vaksin di daerah mereka. Seharusnya vaksinasi didistribusikan lewat badan yang berwenang di bidang kesehatan, bukannya agensi wisata seperti yang saya sebutkan karena akan menimbulkan kesenjangan sosial di masyarakat. Kalaupun menggunakan bantuan pihak ketiga, hanyalah pihak kepolisian maupun militer saja yang pas.

Hal ini menjadi sebuah ironi tersendiri karena saya, sebagai warga Kota Bandung saja belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 sama sekali karena saya selalu kehabisan kuota setiap kali ada event vaksinasi massal yang ada di Kota Bandung. Beberapa hari yang lalu, salah satu pejabat Pemkot Kota Bandung melalui Dinas Kesehatan Kota Bandung membuat poster via laman media sosialnya yang bilang, “Vaksinasi tinggal ke Puskesmas aja”, tapi setelah ke Puskesmas terdekat, petugas Puskesmas berkata, “Vaksinasi tidak bisa langsung, harus kolektif melalui RT/RW dulu, nanti didata dan dijadwalkan.” Nggak mau ribet, akhirnya saya cari vaksinasi lain dan dapat jadwal vaksinasi 1 September nanti setelah seharian daftar sana-sini.

Sementara saya masih kesulitan untuk daftar event vaksinasi massal yang ada di Kota Bandung, orang yang punya uang betul-betul bisa pergi ke Bali, bahkan Los Angeles, Amerika Serikat biar bisa liburan sekaligus vaksinasi. Jadi sangat wajar sekali jika ada orang-orang seperti I Gede Ari Astina, atau lebih dikenal dengan nama Jerinx, yang merasa pandemi ini hanya ladang bisnis bagi para elit global.

Baca Juga:

3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

Jadi, paket wisata vaksinasi ini menyalahi banyak hal. Pertama, memberikan kesan bahwa selama kamu tidak punya uang yang cukup, layanan yang harusnya jadi hakmu secara cuma-cuma tidak bisa kau dapatkan. Kedua, adanya pihak yang mencari untung di tengah penderitaan rakyat. Ketiga, dan yang paling utama, adanya pihak yang punya akses atas hal yang bukan wewenang mereka. Ya hal ini sih yang paling lucu. Kalau ada paket wisata vaksin yang diselenggarakan resmi oleh negara dan panitianya dari Kemenkes, okelah. Lha ini agen wisata dapat vaksin dari mana coba?

Kesenjangan sosial ini nyata adanya saat pandemi. Ada ratusan juta orang yang kehilangan pekerjaannya di seluruh dunia ini karena pandemi ini seperti saya, dan betul-betul tidak bisa makan kalau tidak keluar rumah untuk bekerja. Tapi di sisi lain, ada juga orang yang bisa bertahan dengan diam saja di rumah tanpa perlu work from home sekalipun kalau ia mau. Sebab, orang itu memiliki saldo miliaran rupiah di rekening banknya, punya deposito, punya asuransi swasta bonafit, serta memiliki deposito, saham, dan reksadana yang banyak. Sekalipun pandemi berjalan selama lima tahun, ia masih bisa hidup dengan tabungan yang berlimpah. Di rumahnya ada WiFi kencang, ada Netflix, ada gym pribadi, ada kolam renang, kalau lapar tinggal order GoFood/GrabFood, bisa Swab PCR seminggu sekali, home service pula, dan sejuta kesenangan lainnya yang bisa dibeli dengan uang.

Sedangkan saya, kayaknya kalau pandemi berjalan selama lima tahun, bakal mati kelaparan deh.

BACA JUGA Keadilan Sosial bagi Member Holywings yang Dapat Vaksin dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: kesenjangan sosialpaket wisata vaksinasiPojok Tubir Terminalvaksin
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian Mojok.co

3 Spot Terbaik Melihat Kesenjangan Kota Jakarta dari Ketinggian

29 Maret 2024

Memikirkan Kesejahteraan para Demit di Negeri Ini

20 September 2021
kenapa UMP Jogja rendah titik kemacetan di jogja lockdown rekomendasi cilok di Jogja Sebenarnya Tidak Romantis Jika Kamu Cuma Punya Gaji UMR dawuh dalem sabda pandita ratu tugu jogja monarki mojok

Pada Akhirnya, Jogja Lockdown Total Jauh Lebih Masuk Akal ketimbang Sayur Lodeh

19 Juni 2021
Mas Leon Alvinda Putra, Plis Jangan Jadi Artis Jalur Aktivis terminal mojok

Mas Leon Alvinda Putra, Plis Jangan Sampai Jadi Artis Jalur Aktivis

30 Juni 2021
Buat yang Pengin Rangkap Jabatan Jadi Komisaris, Belajarlah dari Rektor UI terminal mojok.co

Buat yang Pengin Rangkap Jabatan Jadi Komisaris, Belajarlah dari Rektor UI

21 Juli 2021

AS Laksana Memberikan Contoh bahwa Mengarang Itu Gampang, Asal Ada Nama Besar

8 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Sisi Gelap KA Feeder Whoosh, Fasilitas Gratis yang Bikin Penumpang Whoosh Merasa Miris

1 Maret 2026
Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Bikin Sengsara Lulusan S2 (Unsplash) LPDP

Beasiswa LPDP Terkadang Memang Tak Tepat Sasaran, tapi BIB Justru Jauh lebih Mengecewakan

2 Maret 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.