Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Pak Mahfud MD, Bilang “Salah Ketik” Soal Draf RUU Itu Sungguh Alasan Basi!

Iqbal AR oleh Iqbal AR
21 Februari 2020
A A
Pak Mahfud MD, Bilang Salah Ketik Soal Draf RUU Itu Sungguh Alasan Basi!
Share on FacebookShare on Twitter

Negara memang tidak pernah capek membuat rakyatnya gemas. Kali ini giliran pihak istana yang menjadi pelakunya. Adalah Mahfud MD, yang saat pilpres lalu banyak dielu-elukan. Ia memberikan argumen terkait ramainya pembahasan draf RUU Omnibus Law terutama Pasal 170. Mahfud MD mengatakan bahwa ada salah ketik dalam penyusunan draf RUU ini sehingga isi dari draf RUU ini dipahami dengan keliru. Pasal 170 dalam draf RUU Omnibus Law ini dianggap bertentangan dengan teori konnstitusi dan konsep pemisahan kekuasaan negara, yang juga punya tendensi otoritarian negara.

Alasan “salah ketik” yang dikeluarkan oleh Mahfud MD ditanggapi dengan kekecewaan oleh berbagai pihak. SINDIKASI beranggapan bahwa alasan ini terlalu template dan klise. Argumen seperti ini membuktikan bahwa motivasi mereka dalam menyusun Undang-Undang ini tidak saintifik dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari, juga menilai bahwa alasan salah ketik ini tidak masuk akal. Menurut Feri, salah ketik ini tidak mungkin sepanjang satu kalimat atau lebih. Kalau salah ketik huruf saja masih bisalah dimaklumi. Akan tetapi, kalau sampai banyak kalimat, ya itu sudah tidak masuk akal. Feri Amsari juga menyesalkan bahwa alasan ini keluar dari seorang Mahfud MD, yang juga seorang pakar hukum tata negara. Menurut Feri, Mahfud MD sebagai pakar hukum tata negara juga paham bahwa isi dari draf ini bertentangan dengan konstitusi dan kewenangan negara.

Seperti diketahui, dalam Pasal 170 ayat 1 BAB XIII RUU Omnibus Cipta Kerja, Presiden sebagai kepala negara memiliki kewenangan mencabut Undang-Undang (UU) melalui Peraturan Pemerintah (PP) dalam rangka percepatan pelaksanaan kebijakan strategis cipta kerja. Selain itu, seorang Presiden juga memiliki kewenangan mencabut perda yang bertentangan dengan undang-undang di atasnya melalui Peraturan Presiden (Perpres). Inilah yang oleh beberapa pihak dan beberapa ahli dikritisi karena dianggap melenceng dari konstitusi dan punya tendensi otoritarian negara.

Oke, saya tidak akan fokus pada isi draf RUU-nya, karena selain saya tidak menguasai secara penuh, ini juga bukan ranah saya. Mari kita fokus pada alasan pemerintah yang katanya salah ketik. Kita mungkin bisa maklum bahwa sebagai manusia, dalam mengerjakan dan melakukan sesuatu pasti ada kesalahan-kesalahan yang terjadi. Saya pribadi, sering melakukan kesalahan, spesifiknya kesalahan ketik ketika menulis artikel seperti ini. Tapi kesalahan ketik saya hanya sebatas typo saja, yang tidak sampai mengubah konteks dan maksud tulisan. Kesalahan yang masih bisa dimaafkan lah. (Ehm, bukankah begitu? Hehehe).

Meskipun salah ketik ini bisa dibilang kesalahan yang wajar dilakukan manusia (human error), tapi harusnya ini tidak terjadi ketika menyusun sebuah hal yang penting dan berpengaruh bagi kehidupan banyak orang semacam Undang-Undang. Terlebih lagi alasan salah ketik ini bukan sekali dua kali keluar ketika ramai terkait RUU yang dinilai bermasalah. Negara selalu punya alasan yang sama, salah ketik. Ini menimbulkan kecurigaan bahwa alasan seperti ini digunakan hanya untuk meredam kisruh yang terjadi. Beruntunglah masyarakat tidak sebodoh yang negara kira. Masyarakat tidak bisa dibodohi dengan alasan basi semacam itu.

Saya juga jadi bertanya-tanya, apakah negara (dalam hal ini DPR) serius ketika membuat dan merumuskan RUU, atau jangan-jangan mereka asal-asalan saja dalam membuatnya. Kita tentu masih ingat RUU Permusikan, RUU KUHP, RUU KPK (yang akhirnya disahkan), dan RUU Ketahanan Keluarga yang isinya banyak ngawurnya. Beberapa RUU yang disebutkan tersebut selamat dari mimpi buruk pengesahan, karena masyarakat tidak bisa lagi dibodohi oleh alasan salah ketik dan alasan basi lainnya dari negara. Bayangkan saja kalau masyarakat terima-terima saja alasan basi semacam salah ketik, apa jadinya undang-undang di negara kita. Pasti merugikan masyarakat.

Lagian, apa susahnya sih buat DPR (yang membuat dan menyusun RUU) untuk mengoreksi isi setiap RUU yang akan masuk ke Prolegnas? Bukan hanya soal salah ketik, tapi juga salah isi, banyak yang ngawur. Kalau begini, jadinya negara saling berbagi kebodohan. Udah DPR-nya tidak becus menyusun undang-undang, eh pihak istana malah beralasan bahwa ada kemungkinan salah ketik dalam RUU. Sebenarnya, intinya cuma satu bahwa DPR dan Istana memang tidak becus mengurus negara. Akui saja, tidak perlu berkelit macam-macam. Salah ketik lah, salah ini lah, salah itu lah, yang jelas sih salah semua.

Baca Juga:

Surabaya Memang Kekurangan Tempat Wisata, tapi Tidak Pernah Kekurangan Warkop

Boger Bojinov, Putra Terbaik Madura yang Lebih Terkenal ketimbang Mahfud MD

BACA JUGA Halo Semuanya, Belanja RUU Apa Kita Hari Ini? atau tulisan Iqbal AR lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Februari 2020 oleh

Tags: Draf RUUmahfud MDsalah ketik
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri? universitas trunojoyo madura

Membaca Peluang Suara Ganjar-Mahfud di Madura: Apakah Putra Madura Bisa Berjaya di Tanah Sendiri?

24 Oktober 2023
4 Film India Jadul yang Wajib Ditonton Mahfud MD selain 'Dilwale' terminal mojok.co

Film India Jadul yang Wajib Ditonton Mahfud MD selain ‘Dilwale’

17 Juli 2021
Ketika Prof. Mahfud MD Membual Soal Pelanggaran HAM

Ketika Prof. Mahfud MD Membual Soal Pelanggaran HAM

13 Desember 2019
Boger Bojinov, Putra Terbaik Madura yang Lebih Terkenal ketimbang Mahfud MD (Pixabay.com)

Boger Bojinov, Putra Terbaik Madura yang Lebih Terkenal ketimbang Mahfud MD

22 Januari 2024
mahfud MD

Mahfud MD Guyon Corona Seperti Istri, Untung Nggak Nyinggung Bola Soalnya Pasti Lebih Bahaya

27 Mei 2020
Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya terminal mojok.co

Mahfud MD Sebetulnya Juga Nonton Sinetron Kelucuan Pejabat Indonesia dan Ia Salah Satu Tokoh Utamanya

19 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026
Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
Kerja Dekat Monas Jakarta Nggak Selalu Enak, Akses Mudah tapi Sering Ada Demo yang Bikin Lalu Lintas Kacau

Kerja di Jakarta Memang Kejam, tapi Masih Banyak Hal yang Bisa Disyukuri dari Kota yang Mengerikan Itu

29 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Hilangnya Estetika Kota Malang Makin Kelam dan Menyedihkan (Unsplash)

Di Balik Wajah Kota yang Modern: Kehidupan Kelam di Labirin Gang Sempit dan Hilangnya Estetika Kota Malang

29 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater
  • Ambisi Beli Mobil Keluarga sebelum Usia 30, Setelah Kebeli Tetap Gagal Senangkan Ortu dan Jadi Pembelian Sia-sia
  • Gelar Siswa Terpintar Tak Berarti buat Kuliah UB, Terdampar di UIN Malah Jadi Mahasiswa Goblok, Nyaris DO dan Lulus Tak Laku Kerja
  • Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan
  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.