Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Organisasi Mahasiswa: Niat Mencari Pengalaman Berharga, tapi yang Terjadi Malah Boncos Setiap Bulannya, Nggak Lagi!

Mercy Lucia Alesty oleh Mercy Lucia Alesty
2 Januari 2026
A A
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Organisasi di perkuliahan sering diincar oleh kebanyakan mahasiswa, terutama bagi mahasiswa baru. Kabarnya, “komunitas” ini isinya kakak tingkat pintar, berpengaruh, dan punya banyak koneksi.

Organisasi juga dianggap sebagai “batu loncatan pertama” untuk menambah pengalaman serta mengasah soft skill sekaligus hard skill. Hitung-hitung mempercantik CV sebelum melamar pekerjaan atau menjadi asisten dosen.

Hype-nya organisasi kampus ini, bahkan masih berlanjut hingga saat ini. Entah itu hanya pemasaran belaka agar organisasi-organisasi di kampus tidak mati karena kekurangan anggota atau memang punya “manfaat” tersendiri bagi beberapa orang.

Manfaatnya tak terasa

Berangkat dari pengalaman pribadi, saya bisa mengatakan bahwa saat ini organisasi kampus hanya 45% manfaatnya. Yah sebatas menambah teman dan pengalaman lewat keberjalanan proker-proker. Tapi, selebihnya tidak ada lagi, kecuali kamu memang orang kaya dan perilaku boros bukanlah masalah yang serius.

Dulu, mungkin organisasi benar-benar dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi berbeda dengan sekarang. Sistemnya benar-benar rusak.

Isinya hanya rapat, alasan klise untuk bisa keluar malam-malam dan pulangnya muter-muter pakai motor sampai dini hari. Pembahasan rapatnya pun bukan hal penting, setidaknya itu terjadi di organisasi saya.

Organisasi lain mungkin tidak serusak ini, tapi pasti ada yang dimulai. Kenapa? Faktor lingkungan biasanya, sebut saja lingkaran pertemanan. Jika ada yang rusak, semuanya otomatis akan ikutin.

Mau itu salah, mau itu benar. Intinya, kalau berbeda sendiri takutnya nggak ditemenin. Betul apa betul?

Baca Juga:

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

Wajar Banget kalau Mahasiswa Sekarang Mikir 2 Kali Sebelum Masuk Organisasi Mahasiswa

“Organisasi mahasiswa punya banyak manfaat” itu cuma trik marketing

Saya bisa bilang, iming-iming “organisasi mahasiswa punya banyak manfaat” itu hanya trik marketing. Sebab, realitas yang ada berbanding terbalik dengan iming-imingnya. Padahal, banyak mahasiswa yang masuk ke organisasi dengan harapan yang sama, yaitu mendapat pengalaman berharga. Bukan hanya pengalaman rapat malam hari, bayar ini-itu untuk keperluan proker, sampai sibuk dan lupa tugas.

Banyak lho teman-teman saya yang harus menelantarkan hanya demi organisasi. Jika dipikir-pikir lagi, bukannya lebih penting tugas untuk nilai akademis daripada kesuksesannya proker yang hanya dihadiahi tepuk tangan dan ucapan terima kasih oleh MC? Jangan terlalu berlebihan dengan narasi wajib organisasi.

Nyatanya, HRD hanya lihat pengalaman kerja, seperti magang atau sukarelawan, dan kemampuan akademis. Jauh lebih baik kamu paham dengan ilmu jurusan kuliahmu jika memang ingin melamar kerja yang selinier dengan perkuliahan.

Sedangkan organisasi mahasiswa tidak (selalu) memberikanmu hal tersebut. Pun banyak ilmu yang organisasi mahasiswa klaim bisa beri, bisa didapat di luar. Soft skill, seperti berani tampil atau pintar public speaking misalnya, sering jadi manfaat yang bisa kamu dapat kalau gabung organisasi. Padahal, hal tersebut bisa kamu asah sendiri tanpa perlu ikut organisasi dan merogoh kocek hanya untuk pembahasan yang sia-sia.

Cari yang nyata-nyata saja

Lebih baik kalian sibukkan diri dengan pekerjaan yang nyata. Mau bagaimanapun, jauh itu lebih penting dibandingkan sekedar menyelesaikan proker. Di samping tidak menjamin kualitas diri saat bekerja di “lapangan”, organisasi mahasiswa sebenarnya bukan hal yang cocok dilakukan semua mahasiswa.

Inilah yang akhirnya saya lakukan hingga saat ini dan membawa saya lebih di “depan”, setidaknya itu yang saya rasakan. Saat ini, saya bahkan sudah ditawari bekerja di perusahaan ini-itu hanya bermodalkan pengalaman yang saya pupuk sedari dulu, waktu teman-teman sejurusan sibuk dengan prokernya.

Tapi, kembali lagi, masuk organisasi adalah pilihan semua orang. Saya sih, tidak.

Penulis: Mercy Lucia Alesty
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saya Ditolak Masuk Organisasi Mahasiswa, dan Itu Adalah Anugerah Terbesar di Masa Kuliah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Januari 2026 oleh

Tags: kelebihan gabung organisasi mahasiswaorganisasi mahasiswaorganisasi mahasiswa terbesar di Indonesiasisi gelap organisasi mahasiswa
Mercy Lucia Alesty

Mercy Lucia Alesty

Dingin kepala dan dingin hati.

ArtikelTerkait

Divisi Acara Pantas Dinobatkan sebagai Kasta Tertinggi dalam Kepanitiaan organisasi kampus terminal mojok.co

Panduan untuk Mahasiswa Baru dalam Memilih Organisasi Mahasiswa

25 Agustus 2020
4 Cara untuk Menolak Ajakan Gabung ke Organisasi Mahasiswa terminal UKM mojok.co

4 Cara Menolak Ajakan Gabung Organisasi Mahasiswa

4 September 2020
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

4 Pemikiran Aneh Anak Organisasi Mahasiswa Eksternal yang Pernah Saya Dengar

30 Oktober 2025
7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader terminal mojok.co

7 Modus Ormek yang Cenderung Menggelikan Ketika Berburu Kader

24 Desember 2020
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan

4 Januari 2024
Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah! Mojok.co

Ormawa Lebih Tepat Jadi Tempat Melatih Kesabaran daripada Berorganisasi. Terlalu Banyak Masalah!

26 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
9 Jenis Kucing Pemikat Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing (Unsplash)

9 Jenis Kucing Terbaik yang akan Mendatangkan Rezeki Menurut Serat Katuranggan Kucing

7 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026
Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

Turunan Panjang Exit Tol Bawen, Tempat Paling Berbahaya bagi Kendaraan yang Remnya Bermasalah

6 Maret 2026
4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap Mojok.co

4 Hal yang Bakal Hilang kalau Kursi Berhadapan Kereta Ekonomi Lenyap

9 Maret 2026
Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK (Unsplash)

Tuhan Bersama Mahasiswa yang Sibuk Mengejar IPK, tapi Masih Bingung Mau Jadi Apa

9 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”
  • Pengalaman Brengsek Naik Travel dari Jogja ke Surabaya, Dapat Sopir Amatiran Membahayakan Nyawa dan Semburan Muntahan Penumpang
  • Orang Minang Merantau ke Jogja: Iman Kuliner Saya Runtuh karena Gula Jawa, Rendang Asli jadi Terasa Asin Saja
  • Kehangatan dan Pelajaran Hidup di Kereta Api (KA) Ekonomi yang Sulit Ditemukan di KA Eksekutif
  • Rasa Sanga (6): Melalui Halal Food dan Halal Living, Sunan Ampel Membentuk Karakter Generasi Islam Berkualitas
  • Gojek Buka Titik Jemput Instan di Terminal Giwangan, Mudahkan Para Penumpang Bus yang Bingung Mencari Transportasi Lanjutan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.