Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Orang yang Rayain Ultah dan Rusuh di Kedai Kopi Layak Dirujak Barista se-Indonesia

Riyanto oleh Riyanto
9 Maret 2021
A A
ulang tahun

Orang yang Rayain Ultah dan Rusuh di Kedai Kopi Layak Dirujak Barista se-Indonesia mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Saya rasa tipe pelanggan kedai kopi paling nyebelin adalah gerombolan mas-mas main gim online, teriak-teriak, dan menolak pulang meski udah jam tutup. Ternyata dari sekian orang itu, yang pesen hanya beberapa, apa nggak bangsat tuh. Welah, ternyata wawasan saya kurang luas. Nyatanya ada tipe pelanggan yang jauh lebih bedebah. Tipe ini adalah mereka yang dengan pekok merayakan ulang tahun seenak jidat pakai acara lempar-lempar kue tart, guyur-guyuran kopi, berantakin meja kursi, dan segenap tindakan rusuh di kedai kopi lainnya.

Peristiwa ini terjadi di salah satu kedai kopi di Jogja pada tanggal 07 Maret 2021 kemarin. Terpantau dari akun Twitter @areajulid, ada segerombolan mas-mas yang menolak pulang meski sudah melebihi jam tutup kedai kopi tersebut. Alasan mereka enggan pulang adalah karena kopi mereka belum habis. Sik, sik, iki piye maksude? Misal kopinya belum habis dan kedai kopinya mau tutup kan bisa minta dibungkus saja. Masa hal fundamental ini pada nggak mudeng? Udah gitu, mereka malah rayain ulang tahun sampai bikin berantakan area kedai kopi, pulak. Krezi bener, dah. Rusuh kok di kedai kopi.

Dis! Speechless ngeliat kelakuannya pic.twitter.com/zBIoTMEM6O

— AREA JULID (@AREAJULID) March 8, 2021

Penasaran dengan detailnya, saya langsung menghubungi pegawai kopi di sono via DM Twitter. Mbak-mbak dengan akun @awlliyak menjelaskan kronologi dengan jelas. Segerombolan mas-mas datang pukul 20.50 WIB dan duduk di outdoor lantai dua. Mereka juga minta bantuan pegawai buat masangin balon-balon di area sekitar mereka. Menjelang pukul 22.00, jam tutup operasional kedai itu, sudah ada pegawai yang mendatangi mereka, tapi mereka nggak mau pulang karena minuman belum habis.

Ya sudah, para pegawai milih beresin area bawah dulu sambil nungguin mereka pada pergi. Sekitar pukul 22.20, hampir lewat setengah jam dari jam tutup, komplotan pelanggan ajaib itu belum juga pulang. Maka dari itu, lampu-lampu dimatikan sampai akhirnya mereka pulang. Sewaktu pegawai mau beresin area lantai dua outdoor, kondisi sudah berantakan pol-polan. Cairan kopi tumpah dan membanjir di lantai, pun banyak ceceran kue tart di mana-mana. 

Ternyata segerombolan mas-mas tadi melakukan aksi siram-siram kopi ke salah satu teman yang ulang tahun dan dilanjutkan saling lempar kue tart. Jingan! Ini adalah kelakuan dengan level asu paling tinggi. Pertama, kopi yang mereka buang-buang itu diseduh buat diminum, bukan buat disiram ke teman yang lagi ulang tahun maupun disiramkan ke siapa saja, sama halnya kayak kue tart yang bukannya dimakan dan malah berceceran di mana-mana.

Utekke do nangdi, sih? Nggak habis pikir saya sama entitas yang demen buang-buangin makanan atau minuman, terlebih untuk senang-senang semata. Kedua, mbok mikir lagi di mana. Buang-buangin makanan itu tindakan laknat, terlebih jika dilakukan di tempat umum yang notabennya bukan mereka yang bersihin.

Ngene loh, mereka itu sudah menolak pulang di atas jam tutup, bawa makanan dari luar, buang-buangin minuman sembarangan, rusuh di kedai kopi, juga bikin pegawainya terpaksa lembur beresin kepekokan mereka. Dosanya mumpluk-mumpluk. Itu malaikat Atid, misal biasanya nyatet amal buruk pake pulpen Pilot yang tintanya sering macet, pas liat kelakuan mereka, auto-beli spidol permanen dan nyatet amal buruk full capslock. Yakin, saya. 

Baca Juga:

4 Alasan Saya Lebih Memilih Ice Americano Buatan Minimarket ketimbang Racikan Barista Coffee Shop

Jangan Tergiur Bekerja di Cafe Perintis, Ini Kenyataan yang Jarang Terungkap

Iya, emang tugas pegawai adalah beresin rusuh yang terjadi kedai kopi misal berantakan, tapi ya bukan jenis berantakan yang disengaja dan di luar batas nalar manusia normal macam itu.

Ngerapiin meja, kursi, nyapu, buang sampah, nyuci gelas, bikin kedai kopi tampak kinclong bin yahud biar kece pas difoto dan diunggah ke Instagram itu memang tugas pegawai. Tetapi, apakah buang sampah sembarangan dengan sengaja adalah hak pelanggan? Kan nggak. Nek kayak gitu caranya, saya boleh dong main ke kos teman, bikin Mie Sukses isi dua, makan setengah, terus sisanya saya sebar di lantai biar dibersihkan teman saya. Wong itu kos teman saya, ya artinya dia yang wajib bersihin, dong. Itu, misal saya beneran lakuin, bisa auto-disantet saya, plus banyak petisi muncul kayak, “Tolak Riyanto main ke kos Anda!” Tapi, ya gimana, cacat logika macam ini diderita banyak manusia rupanya. 

Banyak yang merasa bisa ngapain aja di kedai kopi karena sudah bayar. Mereka bisa protes macem-macem, dari yang masuk akal, kayak kopinya kemanisan, sampai yang nggak masuk akal. Kayak misalnya pesen nasi goreng pedes banget, giliran dikasih pedes banget beneran, eh dianya protes kepedesan. Pun bisa rayain ultah sampai sirem-sireman juga. Pegawai sih nggak bisa berbuat banyak. Ada SOP yang harus dipatuhi agar kenyamanan pelanggan terjaga. Kudu ramah di segala kondisi dan kepada siapa saja. Bahkan misal Mak Lampir beserta geng demitnya berkunjung, pasti bakal  disambut ramah.

Di sisi lain, nggak ada SOP bagi pelanggan (ya iyalah), sehingga mereka bebas mau ramah, mau galak, mau judes, atau mau salto dari parkiran sampai ke kasir juga monggo. Kebebasan itu hanya dibatasi etika masing-masing orang, dan pemahaman setiap orang tentang etika berbeda-beda. Makanya, hadirlah sekumpulan orang lucu ke salah satu kedai kopi di Jogja dan berulah. Bangke, rayain ulang tahun sampai bar-bar di kedai kopi orang. 

Iki piye, toh? Saya selalu heran kalo ada perayaan ulang tahun tahun pake acara dilempari telor, diguyur terigu, disiram air, dikasih garam, dikasih micin, atau bumbu-bumbu dapur lainnya. Jingan, itu mau bikin telor orak-arik apa gimana, sih? Di kasus ini malah diguyur kopi segala. Esensinya apa, sih? Biar kapok yang ulang tahun? Atau bentuk balas dendam karena dulu pernah digituin juga? Atau emang biar nambahin kerjaan buat pegawai kedai kopinya? Hash mbuh, logika saya nggak nyampe.

Gini loh, saya itu juga pegawai di kedai kopi, jadi tahu bener gimana rasanya beresin kekacauan yang entah disengaja atau nggak disengaja sama pelanggan. Repot, sungguh. Makanya, sebisa mungkin pas main di kedai kopi lain, saya nggak mau aneh-aneh. Saya akan menjadi mas-mas yang nggak banyak komplen, murah senyum, bersahabat, dan selalu bilang kopinya enak kalo ditanya baristanya. Pun kalau pas nggak rempong, menyempatkan bawain gelas kosong ke kasir pas pulang. Bukannya sok baik, tapi sebatas nggak mau nambahin kerjaan pegawai misal saya bertingkah menyebalkan.

Itulah kesalahan saya. Saya berharap ada orang yang bakal sepemahaman sama saya, pun melakukan seperti yang coba saya lakukan. Namun, ternyata nggak. Masih saja ada sekumpulan manusia versi beta yang dengan sadar nambahin kerjaan pegawai. Ya kayak mereka yang rayain ultah, berantakin area outdoor, buang-buangin makanan dan minuman ke lantai, dan nggak merasa bersalah pas pulang sama sekali itu.

Ini saya yakin, setelah kasus ini viral ke mana-mana, bentar lagi mereka bakal bikin klarifikasi dan minta maaf di depan publik dengan premis khilaf, menyesal, dan berjanji nggak melakukannya lagi. Halah, ra butuh. Layak dirujak rame-rame yang model begini.

BACA JUGA Kedai Kopi Jogja: Persaingan Blok Utara vs Blok Selatan dan tulisan Riyanto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2021 oleh

Tags: baristaKedai Kopi
Riyanto

Riyanto

Juru ketik di beberapa media. Orang yang susah tidur.

ArtikelTerkait

barista

Sampai Kapan Mau Jadi Barista?

26 Desember 2021
Barista Coffee Shop kalau Dimintain Rekomendasi Menu Terus Jawab Tergantung Selera Itu Baiknya Resign Aja, Sumpah upselling

Panduan Berhadapan dengan Rayuan Sakti Barista yang Berusaha Upselling  

26 November 2023
Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

Barista Jogja: Antara Seksi, Romantis, dan Upah Kelewat Rendah

27 September 2022
Nongkrong Ke Kedai Kopi Tapi Nggak Pesan Kopi

Nongkrong Ke Kedai Kopi tapi Nggak Pesan Kopi

12 Maret 2020
Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

Semoga Mereka yang Merayakan Ultah Tanpa Izin di Kedai Kopi Itu Bernasib Sama Seperti Malin Kundang

27 Agustus 2023
Membaca 6 Kepribadian Berdasarkan Minuman yang Dipesan di Kedai Kopi terminal mojok.co

4 Tipe Mahasiswa di Kedai Kopi yang Patut Dihujat

21 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib Mojok.co

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

1 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026
4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

4 Kebohongan Tentang Indomaret yang Perlu Diluruskan

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.