Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Orang Pantura Adalah Orang Paling Tabah, Mereka Paling Kuat Menghadapi Kesengsaraan karena Banjir

Anisa Fitrianingtyas oleh Anisa Fitrianingtyas
14 Januari 2026
A A
Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Ilustrasi Hadapi Banjir, Warga Pantura Paling Kuat Nikmati Kesengsaraan (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

“Mbak, banjir. Air sudah masuk ke dalam rumah,” begitu pesan WhatsApp dari yang Mulia Ratu di rumah, alias ibu saya. Hujan yang sudah berhari-hari mengguyur Pantura menyebabkan banjir. Air sudah mengepung rumah kami di Demak.

Mungkin banyak dari sekian pembaca yang belum pernah merasakan sensasi kebanjiran. Sebagaimana suami saya yang Magelang tulen. Dia lebih familiar dengan lindu alias gempa bumi dan semburan abu vulkanik. 

Buat yang belum merasakan menjadi korban banjir, dengan senang hati saya akan bercerita.

Banjir Pantura di era 2000-an

Titik rumah saya ada di Demak yang lebih dekat Jepara ketimbang pusat kota. Dan komplek rumah kami memang sudah menjadi langganan banjir. Siklus banjir di Pantura daerah rumah saya terjadi 4 tahun sekali. Saya tidak tahu asal mula siklus tersebut. Saya masih ingat pengalaman pertama saya kebanjiran.

Saat itu saya masih kelas 3 SD. Suatu pagi, saya bangun dalam keadaan bahagia karena mendadak ada “waterboom” masuk rumah. Air yang agak cokelat itu sudah masuk rumah. Ikan-ikan kecil dari got mengiringi.

Namanya saja anak kecil. Melihat air sebanyak itu, saya dan teman-teman langsung nyebur. Bermain air. Seharian kami main serok ikan sampai lupa sekolah. 

Karena banjir masih melanda banyak daerah di Pantura, saya dan keluarga tidur di lantai dua rumah. Lumayan. Hari kedua, masih biasa saja. Masih ada tukang jual sayur dan kami masih bisa makan. Banjir yang hanya selutut itu tidak terlalu mengganggu. Malah seru, karena saya jadi libur sekolah.

Hal yang mengesalkan saat banjir, dan saya rasakan sampai saat ini, adalah tidak bisa buang air dengan leluasa. Kamar mandi terendam. Mau buang air, saya takut “sampah metabolisme” mengotori banyak tempat. Pikiran itu membuat saya nggak mau lagi main air saat banjir.

Baca Juga:

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Banjir yang melanda banyak tempat di Pantura itu merenggut empat hari sekolah. Mantap. Empat hari bolos dan orang tua tidak mungkin memarahi saya.

Ngomong-ngomong, saat itu kami tidak mendapatkan bantuan. Ya karena kami memang masih bisa bertahan dan banjir yang terjadi tidak separah yang menerjang saudara kita di Aceh dan Sumatera.

Baca juga Jalan Pantura Rembang di Musim Hujan adalah Petaka bagi Pengendara Motor, Keselamatan Terancam dari Banyak Sisi

Banjir Pantura masa kini

Hari ini, begitu ibu memberi info, saya langsung buka TikTok. Saya mencari streamer yang live saat banjir menerjang banyak titik di Pantura. Dari saya, saya bisa mendapatkan informasi, termasuk ketinggian dan dampaknya.

Dulu, banjir di Pantura bisa menjadi “hiburan” bagi saya. Kini, hiburan itu beralih media.

Sekarang, ketika sudah jauh dari rumah, yang bisa saya lakukan adalah memantau live TikTok. Para streamer ini biasanya independen atau tidak terikat dengan media, apalagi politik. Jadi, mereka mengulas banjir di Pantura dengan sangat jujur.

Iya, mereka me-review sesuka hati. Kadang membahas soal ketinggian, kendaraan yang lewat, dan tak jarang menginformasikan hal remeh. Bahkan tidak jarang malah menjadikan masalah di Pantura sebagai bahan guyonan untuk meringankan kegetiran. Misalnya: 

“Sepurane, Kang, dadi Banjir. Aku lali mateni keran.”

“Iki mau montor Vario-ne kok nekad, leh. Mbalik neh ra wedi mati a iku.”

“Lo, iki saake toko bangunane, lah dadi keripik kui semene.”

“Sempakku ra garing iki, udan terus.”

Paling bisa menikmati kesengsaraan 

Saya yakin, celetukan ini kadang juga tidak murni milik mereka, tapi juga berasal dari penonton. Kami yang berada jauh di rantau ini jadi ikut merasakan vibes secara virtual.

Jadi jangan heran kalau saya, dan banyak penonton live, ikut tertawa. Percayalah. Ini bukan karena kami gila. 

Saya tertawa karena menyadari bahwa kesedihan bukan hal yang aneh di Pantura. Pantura keras. Kami lahir dan besar di tanah yang problematik. 

Jadi, banjir adalah teman. Jalan lubang setelah banjir adalah sahabat. Kami sudah bisa menanggung kerugian material dan nonmaterial, kok.

Ya, begitulah kami sebagai warga Pantura. Jika ada nominasi warga paling tabah, saya yakin kami pantas masuk nominasi. Inilah kami, warga yang paling tabah dan paling bisa menikmati kesengsaraan.

Penulis: Anisa Fitrianingtyas

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Demak, Kota Wali yang Terancam Hilang karena Tenggelam, Tinggal Menghitung Mundur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2026 oleh

Tags: banjirbanjir panturademakjalur panturajeparapantura
Anisa Fitrianingtyas

Anisa Fitrianingtyas

Perempuan pembelajar suka pindah-pindah lokasi menulis. Peduli dengan alam, lingkungan, dan suami. Putu Sukowati, yang sudah merantau bertahun-tahun tapi masih suka makan pecel.

ArtikelTerkait

Plat Nomor K dan Jepara Remajamu Merusak Nama Baik Orkes (Pixabay)

Kebiasaan Anak Muda di Daerah Plat Nomor K Khususnya Jepara yang Merusak Nama Baik Orkes Dangdut

24 November 2023
Banjir dan Macet, Dua Sejoli yang Bikin Ngalam Bernasib Malang Terminal Mojok

Banjir dan Macet, Dua Sejoli yang Bikin Ngalam Bernasib Malang

8 April 2022
Nyatanya, Malang Benar-benar Indah tangerang UM

Enak Mana, Tinggal di Tangerang atau Malang? Ya Jelas Malang, lah! (Syarat dan Ketentuan Berlaku)

18 Desember 2023
Bepergian di Palembang Cuma Bikin Emosi: Bukan karena Jarak yang Jauh, tapi karena Macet!

3 Masalah Besar yang Tidak Kunjung Terselesaikan dan Menggerogoti Palembang

29 Januari 2025
Nasib Pilu Ketintang Surabaya di Musim Hujan, Masih Jadi Langganan Banjir meski Sudah Ada Perbaikan dari Pemkot

Nasib Pilu Ketintang Surabaya di Musim Hujan, Masih Jadi Langganan Banjir meski Sudah Ada Perbaikan dari Pemkot

5 Desember 2024
12 Kosakata Bahasa Tegal yang Biasa Digunakan dalam Percakapan Sehari-hari

Culture Shock Berkendara di Tegal: Nyala Lampu APILL yang Agak Laen dan Bau Teh di Mana-mana

23 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu Mojok.co

4 Taman Semarang yang Cocok untuk Merenungi Hidup, Kursi Besi Indomaret Minggir Dulu

12 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.