Nggak semua orang suka nangka muda, tapi semua orang pasti suka bakmi
Selain karena rasa manisnya, salah satu alasan banyak orang yang nggak suka gudeg adalah karena mereka nggak suka nangka muda. Orang yang nggak suka nangka muda tentunya punya alasan masing-masing. Ada yang alergi, ada yang nggak suka teksturnya, bahkan ada yang nggak suka karena nggak terbiasa. Orang Jogja mungkin sudah terbiasa dengan nangka muda, entah dalam bentuk gudeg atau yang lain. Tapi orang luar Jawa, belum tentu terbiasa, dan belum tentu suka.
Nah, berbeda dengan nangka muda, kayaknya sebagian besar orang itu suka bakmi, atau segala hal yang berbau mie. Mau itu bentuknya mie ayam, cwie mie, bakmi, mau yang goreng atau berkuah, apapun itu, pasti banyak yang suka. Bakmi terkesan lebih universal, lebih bisa diterima di lidah banyak orang, nggak peduli dari mana mereka berasal. Orang Jogja suka, orang luar Jogja juga suka.
Itu mengapa, orang-orang luar Jogja kalau mau kulineran yang “aman” memang sebaiknya kulineran Bakmi Jawa saja. Bukan berarti Gudeg “nggak aman”, hanya saja makanan berbahan dasar bakmi ini lebih bisa diterima oleh lidah kalian. Ya kali kalian menolak bakmi.
Baca juga Kenapa Bakmi Jawa dan Soto Bening Susah Banget Ditemukan di Jakarta?
Sama-sama mudah dijumpai, secara harga pun juga mirip
Kalau kalian pergi ke Jogja, kalian nggak akan kesusahan untuk mencari warung Bakmi Jawa. Di sepanjang jalan, mulai dari utara sampai selatan, dari timur sampai ke barat, kalian akan menemukan banyak warung bakmi Jawa, mulai dari yang tendaan kaki lima, warung permanen, hingga yang legendaris seperti Bakmi Jowo Mbah Gito pun ada.
Keberadaan bakmi Jawa ini sudah nggak kalah dengan gudeg kok. Sama banyaknya, sama-sama mudah dijumpai. Mungkin bedanya hanya bakmi Jawa nggak punya sentra, nggak seperti gudeg yang punya sentra gudeg Wijilan, meskipun itu gudegnya overrated semua. Tapi ya buat apa juga bakmi Jawa punya begituan? Nggak perlulah.
Selain mudah dijumpai, harga sepiring makanan ini juga mirip-mirip dengan gudeg. Dengan harga rata-rata Rp 20 ribu, kalian sudah bisa menyantap bakmi Jawa yang enak. Harganya bisa berbeda tergantung tempat dan jenis bakmi yang kalian pesan. Mirip sama gudeg. Kalau nambah ayam atau tambah lauk lain, harganya jadi lebih mahal. Sama saja.
Akan tetapi, bagi pecinta kuliner, apalagi yang suka kuliner malam, bakmi Jawa jelas masih jadi andalan. Memang ada gudeg di Jogja yang jualannya malam, tapi sensasinya nggak asyik. Malam-malam itu paling cocok ya makan bakmi Jawa, apalagi yang bakmi godog. Udah terbaik itu, nggak ada lawan sudah.
Saya sangat menyarankan orang-orang dari luar Jogja untuk mencicipi bakmi Jawa. Rasa makanan satu ini lebih mudah diterima lidah banyak orang ketimbang gudeg Selain itu, gudeg itu sudah too much, sudah overrated, dan gitu-gitu aja. Sudah saatnya wisatawan eksplore kuliner-kuliner lain.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Gudeg Jogja yang Rasanya Enak dan Cocok di Lidah Wisatawan.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















