Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Orang Bisnis Kontrakan kok Disuruh Ikhlas, Memangnya Lagi Buka Pengungsian?

Diat Rian Anugrah oleh Diat Rian Anugrah
5 November 2021
A A
bisnis kontrakan

bisnis kontrakan

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari yang lalu, saya melihat sebuah postingan di sebuah grup Facebook info kontrakan sebuah daerah yang saya ikuti. Dalam postingan tersebut, pembuatnya yang seorang pemilik kontrakan membagikan cerita tentang seseorang yang mengontrak di tempat miliknya. Intinya, orang tersebut pergi tanpa pamit sebelum membayar uang kontrakan yang sudah menunggak sekian lama. Padahal, si pemilik kontrakan sudah berbaik hati memberikan berbagai keringanan bahkan tidak mengusirnya meskipun sudah lama belum membayar. Selain bercerita, pembuat postingan ingin memberi tahu pemilik kontrakan lainnya agar berhati-hati dalam menerima penyewa.

Peristiwa dan cerita seperti ini akan sering kita temui jika kita bergabung dalam grup info kontrakan di Facebook. Ulah orang yang kabur tanpa membayar memang menyebalkan, tapi ada yang jauh lebih menyebalkan dari hal tersebut, yaitu komentar orang-orang di postingan tersebut. Di kolom komentar, bukannya mengecam tindakan orang yang kabur, mayoritas justru menyudutkan tindakan pemilik kontrakan yang membuat postingan.

Menurut para Facebooker yang paling bijak, hal tersebut sudah biasa terjadi dalam dunia kontrak dan kos, jadi tidak perlu sampai diposting di grup. Berlebihan kata mereka. Padahal, postingan tersebut di posting di grup info kost dan kontrakan daerah, kenapa tidak boleh? Kecuali postingnya di grup kicau mania, itu juga boleh sih kalau diizinin sama adminnya.

Lebih lanjut, banyak komentar yang mengatakan pembuat postingan pelit bin kikir karena uang “segitu” saja diributkan, menurut mereka harusnya diikhlaskan saja. Hadeuh, apa mungkin dalam bayangan mereka, pemilik kontrakan itu semuanya bergelimang harta? Saya beri tahu, ya, Maemunnah Claloe Chayank Kamoeh, tidak semua pemilik kontrakan itu duitnya turah-turah. Tidak semua pemilik kontrakan punya banyak properti. Tidak semua pemilik kontrakan itu menjadikan kontrakan sebagai penghasilan sampingan yang hanya untuk tambah-tambah tabungan. Banyak yang menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama mereka, untuk makan anak-istrinya.

Saya pernah tinggal di sebuah indekos cukup besar yang berdiri di daerah strategis karena dekat dengan beberapa perguruan tinggi. Pemiliknya adalah seorang ibu-ibu. Orang akan melihat sekilas bahwa ibu pemilik indekos tersebut sudah sangat berkecukupan, termasuk saya saat awal-awal tinggal di sana. Anehnya, ibu tersebut masih mencari penghasilan lain dengan berjualan sayur keliling menggunakan motor Astreanya yang sudah butut. Hal ini cukup menjadi bahan overthinking saya selama beberapa waktu. Mengapa Ibu kos rela berlelah-lelah berjualan sayur keliling padahal sudah punya aset indekos yang hampir selalu penuh? Bukankah lebih enak berleha-leha sambil nunggu setoran dari para penunggu indekos?

Keanehan tidak berhenti di situ saja. Beberapa hari sekali, akan ada beberapa orang yang datang untuk menagih setoran pada Ibu kos. Tak jarang, Ibu kos memilih bersembunyi daripada menemui mereka.

Saya baru menemukan jawaban atas keanehan tersebut setelah beberapa bulan tinggal di sana. Ternyata, Ibu kos tersebut pada mulanya bukanlah orang yang berkecukupan. Bahkan ia memiliki banyak utang di beberapa tempat. Namun, ia memiliki sepetak tanah di tempat yang strategis. Akhirnya, dengan modal yakin, ia mengajukan utang (lagi) di bank untuk membangun indekos di tanah tersebut. Sampai saat saya tinggal di indekos tersebut, utang-utang tersebut belum juga lunas. Jadi, uang dari penyewa ia gunakan untuk mencicil utang dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ia menggunakan uang hasil berjualan sayur.

Hal tersebut juga yang membuat beliau sangat ketat perihal uang sewa. Seminggu sebelum tanggal pembayaran, kita sudah diwanti-wanti untuk bayar. Saya memaklumi hal tersebut karena jika ada yang tidak membayar, ia harus bersiap lagi untuk kucing-kucingan dengan debt collector yang datang.

Baca Juga:

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

Kondisi demikian kiranya tidak hanya dialami oleh Ibu kos saya saja, tapi banyak pemilik indekos/kontrakan lainnya. Lalu, ada orang yang seenaknya saja kabur setelah menunggak uang, apa bukan bajingan namanya? Eh, pas curhat di grup, malah banyak yang bilang kikir, itu sih biangnya bajingan.

Berarti, kalau pemiliknya memang orang yang hartanya sudah tidak terhitung, kita boleh kabur tanpa bayar? Tetap saja nggak boleh, dong! Bergelimang harta atau tidak, para pemilik kontrakan itu sedang berbisnis, bukan membuka tempat pengungsian. Jangan seenaknya sendiri.

Lalu, jika kita berandai berada dalam posisi pemilik kontrakan yang ditinggal kabur, dan kita memilih untuk mengikhlaskan hal tersebut, itu memang tindakan yang sangat terpuji. Tapi, jangan paksakan orang lain untuk melakukan hal yang sama. Para pemilik kontrakan yang curhat ditinggal kabur penghuninya itu sedang berjuang mendapatkan haknya, bukan sedang meminta-minta.

Toh, saya yakin kalau kalian—yang sok bijak itu—dalam posisi mereka, belum tentu jiwa “dermawan” kalian muncul. Palingan yaaa tetep marah-marah mengutuk. Nyuruh ikhlas emang gampang, ha wong nyuruh doang.

Sumber gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 November 2021 oleh

Tags: BisnisFacebookIkhlaskontrakan
Diat Rian Anugrah

Diat Rian Anugrah

Debt collector yang baik hati.

ArtikelTerkait

Cari Kos Lewat Grup Facebook Tidak Cocok untuk Mereka yang Kesabarannya Setipis Tisu Mojok.co

Cari Kos Lewat Grup Facebook Tidak Cocok untuk Mereka yang Kesabarannya Setipis Tisu

5 April 2025
Perlahan tapi Pasti, Warmindo Menggeser Angkringan dari List Tempat Makan Murah terminal mojok.co

Bisnis Angkringan: Modalnya Nggak Seberapa, Untungnya Bisa buat Nyicil Rumah

25 Januari 2021
Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

Menurut K.H. Anwar Zahid, Sedekah Itu Nggak Hanya Ikhlas, tapi Juga Pantas

7 April 2023
Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama "Dihajar" oleh Keadaan

Jadi Pengusaha Bagus, Jadi Karyawan ya Nggak Apa-apa, wong Sama-sama “Dihajar” oleh Keadaan

19 November 2024
Kasta Media Sosial Itu Semu, Berhenti Berdebat Soal Siapa yang Paling Asyik terminal mojok.co TikTok alay Twitter darkjokes

Facebook dan 3 Stigma yang Dilekatkan kepada Anak Muda yang Masih Menggunakannya

30 Juni 2020
6 Rekomendasi Bisnis Rumahan yang Bisa Jadi Income Utama

6 Rekomendasi Bisnis Rumahan yang Bisa Jadi Income Utama

11 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung, Iri kepada Kota Bandung Mojok.co

3 Hal yang Membuat Warga Kabupaten Bandung Iri pada Kota Bandung

27 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas
  • Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”
  • Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.