Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Nyumbang Lagu di Hajatan: Kalau Nggak Bisa Nyanyi Mending Turu, Ra Risiko!

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
10 Agustus 2022
A A
Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan Terminal Mojok

Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan (Ester Lia/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Suara jelek, buta nada, tapi kok pede banget nyumbang lagu, ya?” begitu celetukan seorang kawan sinoman saat menyaksikan pria paruh baya saat nyumbang lagu di acara hajatan tempo hari. Suara yang keluar dari pria berkumis tipis itu memang benar-benar mengganggu telinga. Tak ayal, para perewang dan tamu undangan pun kompak meneriaki bapak-bapak tersebut dengan semangat caci-maki.

Pesta hajatan di kampung tentu nggak akan pernah lengkap tanpa hiburan organ tunggal. Meski terlihat sepele, hiburan satu ini berpengaruh besar terhadap kesuksesan acara hajatan, baik pesta pernikahan maupun khitanan. Semakin kondang biduan yang diundang, perewang semakin gerak cepat dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Di Gunungkidul sendiri, tempat saya tumbuh dan berkembang, biasanya organ tunggal dimulai pada pukul 13.00 hingga 20.00. Sang biduan atau sinden nantinya akan mengawali dengan uyon-uyon atau tembang Jawa klasik, lalu disusul lagu-lagu campursari, dan terakhir dangdutan. Tentu saja, lagu-lagu dangdut menjadi lagu andalan yang ditunggu-tunggu sobat sinoman.

Sama seperti daerah lainnya, di kampung saya juga ada kebiasaan nyumbang lagu saat pesta hajatan. Baik perewang maupun tamu undangan, memiliki hak yang sama untuk menyumbangkan suaranya. Biasanya, sang MC akan membuka sesi ini dengan cara mempersilakan atau menunjuk langsung orang yang mempunyai gelagat ingin bernyanyi.

Namun, kebiasaan nyumbang lagu ini bukan tanpa risiko. Jika suara sang penyumbang lagu kayak tokek sange, bersiaplah disoraki dan diteriaki oleh para perewang maupun tamu undangan. Maka dari itu, persiapan mental juga sangat dibutuhkan sebelum nyanyi lagu kesukaan. Jadi, buat kamu yang ingin nyumbang lagu, pastikan nggak melakukan sejumlah contoh tindakan konyol seperti di bawah ini.

#1 Nggak tahu situasi dan kondisi

Beberapa waktu lalu, saat saya mengikuti rewang di rumah tetangga, ada tamu undangan yang mencoba ingin menyumbangkan suara emasnya. Sayang seribu sayang, bapak-bapak berkumis tipis itu gagal memberi hiburan kepada para tamu undangan dan justru mendapat celaan. Ya, bapak ini harus menerima rapor merah dari penonton lantaran membawakan uyon-uyon atau musik Jawa klasik, padahal waktu menunjukkan pukul 17.00.

Jadi gini, ada semacam aturan nggak tertulis di kampung saya bahwa jam empat sore ke atas itu wayahe lagu-lagu dangdut. Sederhananya, orang bebas menyanyikan lagu apa saja yang penting genre dangdut. Maka dari itu, penyumbang lagu dilarang keras menyanyikan lagu di luar genre dangdut.

Nasib sial menghampiri bapak tersebut. Bukannya mendapatkan tepuk tangan meriah dari tamu undangan, bapak itu terpaksa harus mendengar teriakan-teriakan nggak mengenakan hati dari para sinoman yang tampak kelelahan membawa baki.

Baca Juga:

Realitas Pahit di Balik Hajatan: Meriah di Depan, Menumpuk Utang dan Derita di Belakang

Derita 3 Tahun Bertetangga dengan Pemilik Sound Horeg, Rasanya seperti Ada Hajatan Tiap Hari

#2 Pengin tampil doang, tapi minim persiapan

Selain nggak tahu situasi dan kondisi, orang yang kurang persiapan saat nyumbang lagu di hajatan juga berpotensi dihajar massa. Orang-orang model kayak gini biasanya cuma nggaya tok, tapi saat nyanyi suaranya nggrak-nggrek dan tiba-tiba lupa lirik. Pola nyanyi seperti ini hanya nambah-nambahi beban para pengiring musik dan tentu ngrusaki pasaran grup organ tunggal.

Saya sendiri cukup sering melihat orang dengan tipe pengin nampang doang, tapi suara pas-pasan. Orang seperti ini memang diakui punya sikap pede yang tinggi, sehingga di atas panggung tampak sekali wajahnya yang glelang-gleleng dan ndengagak. Sayangnya, mereka acapkali nggak menyadari kalau suaranya jelek dan memang jelek.

Memiliki suara mirip terompet tukang siomay tentu bukan suatu kesalahan, itu sudah jadi nasib hidup yang mesti kita terima. Tapi, mbok ya kalau niat mau nyumbang lagu di pesta hajatan itu setidaknya dari rumah sudah persiapan. Minimal hafal lagunya lah, nggak dikit-dikit buka hape cari lirik di chordtela. Ya, kecuali kalau dari awal memang pengen diteriaki sampah dan menambah musuh, sumangga…

#3 Berlagak seniman

Setiap orang tentu memiliki hak yang sama untuk mengekspresikan diri dan bernyanyi di depan umum. Selain bisa ngobati stres akibat cicilan yang tak kunjung usai, nyumbang lagu di hajatan juga bisa menghibur tamu undangan yang datang ke pesta hajatan. Namun, sebelum nyumbang lagu, alangkah baiknya mengukur kemampuan dan kapasitas yang dimiliki.

Nggak sedikit orang yang punya kemampuan minim tapi sudah merasa seniman banget dan sok tahu tentang dunia musik. Biasanya, orang model kayak gini suka ngatur-ngatur tempo nada. Bahkan ada juga yang menyalahkan para pengiring musik saat suaranya nggak sinkron sama nada-nada. Padahal ya karena buta nada dan suaranya memang jelek.

Selain mengganggu pemandangan, penyumbang lagu yang berlagak seniman ini juga merepotkan para pengiring musik. Terlebih saat pengiring musik belum siap dengan lagu yang ingin dibawakan, tapi si penyumbang maksa untuk tetap menyanyikan lagu tersebut. Kalau suaranya bagus sih nggak masalah, ha wong kayak kambing keselek knalpot Satria FU ngono kok ya ngadi-ngadi to, Pak.

Yah, begitulah sejumlah kelakuan sebagian perewang atau tamu undangan kalau nyumbang lagu di acara hajatan, tak terkecuali bapak saya sendiri. Buta nada, suka nggak bisa baca situasi, tapi kok pede-nya luar biasa kalau disuruh nyanyi. Mbok wis, Pak, mending turu wae, anakmu i lho, isin tenan… gething aku.

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Baik di Balik Kerasnya Volume Musik Hajatan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2022 oleh

Tags: acara pernikahanHajatanlagu
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

los dol denny caknan lirik arti video klip mojok.co

Menebak Maksud Lirik ‘Kangen Kringet Bareng Awakmu’ dalam Lagu ‘Los Dol’ Denny Caknan

26 Juli 2020
5 Lagu Underrated Arctic Monkeys yang Harus Didengar sebelum Nonton Konsernya

5 Lagu Underrated Arctic Monkeys yang Harus Didengar sebelum Nonton Konsernya

18 Maret 2023
Pengalaman Mengurus Hak Cipta Lagu secara Online Enteng Ngurusnya, Berat Bayarnya Terminal Mojok

Pengalaman Mengurus Hak Cipta Lagu secara Online: Enteng Ngurusnya, Berat Bayarnya

1 November 2022
15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu Terminal Mojok

15 Nama Perempuan yang Muncul dalam Lirik Lagu

12 Maret 2022
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

13 Juli 2024
Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bukti bahwa Orang Memang Lebih Butuh Amplopnya daripada Kehadirannya

Mencantumkan Nomor Rekening di Undangan Nikah Bikin Tamu Merasa “Dipalak” secara Halus

11 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

Botok Tawon, Makanan Unik Jawa Timur yang Rasanya Enak, tapi Saya Tak Sudi kalau Disuruh Makan Lagi

26 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Malang Kota Wisata Parkir, Tiap Sudut Kota Kini Dikuasai Tukang Parkir Semakin Nggak Nyaman

Bayar Parkir Liar di Malang: Nggak Dijagain, tapi Sungkan kalau Nggak Dibayar

28 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

28 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.