Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Nostalgia Pacaran di Koridor, Taman, dan Kantin Sekolah: Mana yang Lebih Nyaman?

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
3 Desember 2020
A A
Ngapain Nikah Muda kalau Hanya untuk Menghindari Zina terminal mojok.co

Ngapain Nikah Muda kalau Hanya untuk Menghindari Zina terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sewaktu SMA, saya pernah pacaran lebih dari dua tahun. Saya rasa pacaran selama itu tergolong setia untuk tingkat anak sekolah. Sifat setia di dalam diri saya sebenarnya wajar karena zodiak saya Virgo. Ditambah lagi kekasih saya berzodiak Capricorn. Makanya saat itu kami sangat cocok. Wow.

Di sekolah, kami adalah pasangan yang dikenal seluruh warga sekolah. Hingga sekarang saja, meski kami sudah putus, mereka masih mengingatnya. Beberapa teman saya sebenarnya menyayangkan keputusan saya ketika mengakhiri hubungan dengan si kekasih, tapi mau gimana lagi? Kalau sudah nggak nyaman memang sebaiknya udahan.

Nah seperti kebanyakan orang yang suka bernostalgia di masa sekolahnya, saya juga pengin berbagi cerita. Tapi, bukan soal hal-hal lucu maupun menyebalkan, saya hanya ingin bernostalgia tentang betapa nyamannya dulu pacaran di koridor, taman, dan kantin. Dengan pengalaman pacaran selama lebih dari dua tahun tentu saya sudah kenyang dengan tempat-tempat tersebut dan tahu betul kekurangan serta kelebihannya. Kira-kira mana yang lebih nyaman?

Koridor

Kalau lagi malas cari tempat yang sepi, koridor kelas bagi saya sudah cukup. Mau siswa lain merasa risih dan terganggu, bodo amat sih. Enaknya pacaran di koridor kelas adalah spotnya yang lumayan terbuka, saya senang kalau ada siswa lain yang iri melihat kemesraan saya dengan si doi.

Saya pikir, meski tidak sepopuler tempat-tempat yang lain, koridor merupakan tempat yang sangat asyik untuk nongkrong. Terlebih, biasanya koridor sekolah memiliki tempat duduk di depan kelas agar bisa menikmati waktu istirahat jika sedang malas ke kantin. Sebelum pulang sekolah pun saya sering duduk-duduk sebentar bersama si doi sambil ngobrolin banyak hal.

Akan tetapi, nggak enaknya pacaran di koridor kelas yaaa nggak bisa bebas. Misalnya, nggak bisa menggenggam tangan doi yang mulus banget. Akhirnya kedua tangan saya cuma bisa saya masukin ke dalam saku jaket. Ngobrol pun jadi nggak begitu intens karena suara berisik dari siswa-siswa lain yang lagi main basket atau ngerumpi.

Taman

Bagi saya, pacaran di taman sekolah boleh dikatakan romantis banget. Sebab, berada di antara rindang dan hijaunya pepohonan memang top banget. Selain bisa melihat bangunan sekolah yang megah kalau diperhatikan dari kejauhan, pepohonan, yang entah sudah berapa lama usianya itu, jadi saksi saat doi sedang marah, nangis atau cemberut lantaran saya mengejek artis idolanya, Eza Gionino.

Fungsi taman sekolah mungkin hampir sama seperti koridor, yakni sebagai tempat nongkrong. Nah kebetulan di taman sekolah saya ada tempat duduknya. Bedanya, taman sekolah memiliki suasana yang sejuk karena banyak tumbuhan di sana. Ditambah lagi siswa-siswi lain suka pacaran juga di bangku taman. Kadang saya ketemu sahabat saya yang juga lagi pacaran di taman. Jadi double date gitu deh.

Baca Juga:

3 Ide Pacaran Unik yang Hanya Ada di Bantul, Dijamin Nggak akan Terlupa

Jangan Jatuh Cinta dengan Orang Kabupaten Semarang, Kamu Nggak Akan Kuat!

Nggak enaknya pacaran di taman sekolah, berdasarkan pengalaman saya, suka kehabisan bahan obrolan. Biasanya ini gara-gara saya lebih suka menikmati suasana tempatnya, apalagi saya suka warna hijau. Konon, orang yang suka warna hijau dikenal sebagai orang yang setia, penuh perhatian, dan jujur. Dan orang seperti ini cenderung mengutamakan rasa aman dan nyaman bersama tempat di sekitarnya, bukan dengan kekasihnya.

Kantin

Kantin memang jelas tempat paling strategis buat janjian. Apalagi sewaktu SMA, saya anak IPA dan doi anak IPS. Tinggal ketik SMS “biasa” terus ketemuan deh di kantin. Sebagai cowok, tentu saja saya yang traktir pacar makan siang atau jajan di kantin, meskipun uang jajan saya sumbernya dari orang tua.

Bagi saya, kantin bisa dijadikan tempat pemuas rasa lapar sekaligus pemuas rasa kangen. Bukan kangen sama ibu kantinnya lho, kangen sama si doi laaah. Nah bermesraan di kantin asyiknya bukan pas jam istirahat, tapi pas jam sekolah sudah usai.

Dari ketiga tempat yang pernah saya jadikan tempat pacaran, kantin adalah tempat paling favorit buat pacaran. Bisa makan bareng sambil bersenda gurau sama si doi. Di kantin, saya biasanya lebih nyambung buat ngobrol karena perut sudah terisi. Mau ngobrolin sinetron Arti Sahabat ayo, mau ngobrolin lagu-lagunya Avenged Sevenfold ayo, ngobrolin lainnya juga ayo dah. Nggak enaknya pacaran di kantin palingan karena gengsinya. Makanan yang saya pesan harus lebih elite daripada pasangan lain dong.

Nah menurut kalian, mana tempat pacaran yang lebih nyaman?

BACA JUGA Es Cincau, Es Cendol, dan Es Goyobod: Mana yang Paling Segar? dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2022 oleh

Tags: nostalgiaPacaran
Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

ronda MOJOK.CO

6 Tipe Mas-mas yang Selalu Ada Ketika Ronda

9 Juli 2020
bucin

Kenapa Orang yang Sayang dan Perhatian Pada Pasangannya Justru Diolok-olok Sebagai Bucin?

21 Juli 2019
Pengalaman Saya yang Pernah Pacaran dengan Seorang Jamaah atau Syarifah terminal mojok.co

Pengalaman Saya yang Pernah Pacaran dengan Seorang Jamaah atau Syarifah

3 Desember 2020
candi prambanan

Jangan Bawa Pacarmu ke Prambanan: Nanti Putus!

16 Agustus 2019
wartel telpon umum nostalgia mojok

Mengenang Wartel, Penyelamat Anak Sekolah yang Telat Dijemput Zaman Dahulu

13 Juli 2021
move on PDKT gagal cinta kandas mojok.co

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Orang yang Butuh Waktu Lama untuk Move On?

30 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Normalisasi Utang Koperasi demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah Seperti Keluarga Mojok.co

Normalisasi Utang Koperasi Kantor demi Kucing, Itu Bukan Tindakan Aneh apalagi Anabul Sudah seperti Keluarga

18 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Pahit (Unsplash)

Lebaran Membosankan Adalah Fase Pendewasaan yang Lebih Pahit dari Obat Puyer

12 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.