Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Es Cincau, Es Cendol, dan Es Goyobod: Mana yang Paling Segar?

Muhammad Ridwansyah oleh Muhammad Ridwansyah
30 November 2020
A A
Es Cincau, Es Cendol, dan Es Goyobod: Mana yang Paling Segar? terminal mojok.co

Es Cincau, Es Cendol, dan Es Goyobod: Mana yang Paling Segar? terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Secara umum, iklim di wilayah kota saya bisa dikategorikan sebagai daerah beriklim tropis basah sehingga udaranya paling dingin di Jawa Barat. Maka dari itu, kalau Anda pengguna Twitter, lalu melihat Garut sedang trending, ini biasanya disebabkan karena cuaca. Jika dipetakan, rata-rata suhu di sini mencapai 15 derajat celcius. Bahkan, di kawasan pegunungan bisa lebih rendah dari itu.

Selama saya tinggal di wilayah yang dingin, perut saya sering kali keroncongan. Ini sebabnya di usia sekarang, saya masih suka jajan makanan-makanan seperti cilok, cimol, cireng isi, dan cilung. Kebetulan, saya pernah membahas empat makanan berbahan aci tersebut di sini.

Akan tetapi, saya kadang geleng-geleng kepala, kenapa cuaca di Garut kalau di siang hari sekalinya panas bisa panas banget. Orang-orang di sini suka tiba-tiba langsung keluar dari kompleks perumahan dan mencari minuman-minuman segar, di antaranya es cincau, es cendol, dan es goyobod.

Dari tiga jenis minuman itu, saya kemudian membandingkan, minuman mana sih yang paling segar. Setidaknya, dalam sudut pandang saya. Kebetulan es cincau, es cendol, dan es goyobod adalah minuman tradisional masyarakat Sunda. Sehingga, minuman-minuman ini eksistensinya bukan di Garut saja. Terlebih, selain karena menyegarkan, tiga jenis minuman ini bisa didapat dengan harga sekitar Rp 3000-5000.

#1 Es cincau

Dari saya SD hingga sekarang, es cincau masih menjadi pilihan utama bagi saya. Dulu, saya pernah bertanya sama mang-mang penjual cincau tentang bagaimana proses pembuatan minuman yang dijualnya. Maksud saya, kok bisa tumbuhan atau daun cincau menjadi semacam agar-agar. Kan unik, gitu.

Kira-kira jawaban mang-mang penjual cincau, proses pembuatan cincau ini diawali dengan peredaman daun cincau dulu. Lalu, daun diremas-remas dan dihancurkan. Kemudian, ia diberi soda kue sebagai bahan pengawet. Bisa berbentuk agar-agar karena daun cincau ini mengandung karbohidrat yang mampu mengikat menjadi molekul-molekul air.

Kalau saya tidak keliru, kata “cincau” ini diambil dari minuman sienchau yang berasal dari kalangan Tionghoa. Soal kesegarannya, ini bisa saya jelaskan begini. Pertama, cincau ini kan macam-macam bentuknya. Ada yang memang bentuknya sesuai warna daunnya yaitu hijau dan melebar besar. Ada juga yang warnanya hitam dan berbentuk kotak-kotak. Saya lebih suka cincau berbentuk kotak-kotak. Sebab, biasanya cincau hitam ini kerap dijadikan campuran es lain.

Kedua, cincau hitam kotak-kotak kalau dipadukan dengan santan berwarna pink, lalu dikasih gula merah, dicampurin es batu, udah paling segar ketimbang cincau hijau yang memang mulai sekarang agak sulit dijumpai penjualnya. Panas terik matahari emang paling top buat minum es cincau, khususnya cincau warna hitam berbentuk kotak-kotak, sih.

Baca Juga:

Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu

Es Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris dari Bandung yang Cocok Jadi Hidangan Buka Puasa

#2 Es cendol

Cendol yang saya maksud di sini, bukan cendol dawet. Tapi, es cendol aja. Gambarannya begini, bentuk dari es cendol ini hanya butiran-butiran kecil yang berwarna hijau. Biasanya di bawah airnya, ada gula merah kental yang kudu Anda kocok-kocok pakai sedotan, itu pun kalau beli es cendolnya dibungkus pakai plastik. Berbeda dengan disantap langsung di tempat, yaitu pakai mangkuk.

Minuman khas Sunda yang satu ini sebenarnya awalnya terbuat dari tepung kacang hijau. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, kini cendol terbuat dari tepung beras yang kemudian disajikan dengan es parut, gula merah cair, dan santan. Pedagang minuman ini biasanya mangkal di siang hari saat cuaca sedang panas.

Bagi saya, minuman ini cukup manis dan menyegarkan. Namun, saran saya, perhatikan rasa dari es cendol yang kamu pesan. Sebab, biasanya suka kerasa banget tuh bahan pengawetnya..

#3 Es goyobod

Waini, barangkali bagi masyarakat luar Sunda, minuman ini belum populer seperti dua minuman di atas. Kebetulan es goyobod ini berasal dari Garut dan sudah bisa didapatkan di daerah Jawa Barat lainnya.

Es goyobod ini sama sih seperti cendol, umumnya disajikan dengan tambahan serutan es, sehingga cocok disantap di siang hari. Bedanya, goyobod memiliki lebih banyak isian dibandingkan cendol. Seperti potongan buah nangka dan alpukat misalnya, lalu ada parutan kelapa. Selain itu, tentu yang bikin gemes adalah jeli kenyalnya yang berwarna merah muda dan terbuat dari tepung hunkwe.

Meskipun goyobod tidak sepopuler cendol, tetapi minuman ini masih tetap bisa ditemukan dengan mudah di daerah Jawa Barat. Nah, kalau kata orang Garut, meminum satu gelas goyobod bisa cukup mengenyangkan, selain menyegarkan tentu saja.

Jadi, menurut kamu, mana yang paling segar?

BACA JUGA ‘Preman Pensiun’ Mencerminkan Garut sebagai Kota Preman dan tulisan Muhammad Ridwansyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 November 2020 oleh

Tags: es cendoles dawet
Muhammad Ridwansyah

Muhammad Ridwansyah

Founder penulis Garut. Penulis bisa disapa lewat akun Twitter dan Instagram @aaridwan16.

ArtikelTerkait

Minuman Kekinian yang Sebaiknya Belajar kepada Es Dawet Soal Cara Eksis di Setiap Zaman

Minuman Kekinian yang Sebaiknya Belajar kepada Es Dawet Soal Cara Eksis di Setiap Zaman

18 November 2019
Es Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris dari Bandung yang Cocok Jadi Hidangan Buka Puasa

Es Cendol Elizabeth, Minuman Legendaris dari Bandung yang Cocok Jadi Hidangan Buka Puasa

25 Maret 2023
Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu

Es Dawet Bu Yuni, Primadona Wong Ponorogo, Legenda Kesegaran yang Tak Lekang oleh Waktu

5 Maret 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selama Real Madrid Tidak Percaya dengan Strikernya, Lupakan Meraih Gelar UCL ke-16

Real Madrid Tanpa Trofi (Lagi), Saatnya Buang Vini

16 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
Honda Supra X 125 Motor Terbaik? Ngawur, yang Terbaik Tetap Karisma (Unsplash)

Tak Hanya Supra, Honda Karisma Juga Jadi Tulang Punggung Keluarga Kelas Menengah di Indonesia

16 April 2026
Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

Dear Pemerintah Banyuwangi, Membatasi Jam Operasional Ritel Modern Itu Justru Mematikan Wisata Banyuwangi

22 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong di Usia 30 Terasa Tak Sama Lagi: Teman Makin Jompo, Obrolan Kian Membosankan, tapi Saya Berusaha Memahami
  • Campus League Musim 1: Kompetisi Olahraga Kampus untuk Fondasi Masa Depan Atlet Mahasiswa, Menempa Soft Skills Krusial
  • Kuatnya Peran Perempuan di Kota Semarang, Sampai Diapresiasi California State University
  • Jadi Anak Pintar di Desa Tanpa Privilege Sia-sia: Ortu Tak Dukung Pendidikan karena Kemiskinan, Lulus Sekolah Dipaksa Nikah dan Bekerja
  • Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti
  • 3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.