Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Noraknya Netizen Indonesia yang Tersinggung sama ‘Racket Boys’

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
20 Juni 2021
A A
racket boys drakor netizen indonesia badminton mojok

racket boys drakor netizen indonesia badminton mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Di tahun 2021 ini, ada salah satu drakor yang cukup digandrungi oleh pecinta drakor Indonesia, yakni drakor yang berjudul Racket Boys. Drakor ini bercerita tentang klub bulu tangkis SMP Haenam Seo yang bertekad untuk menjadi juara nasional. Beberapa teman saya yang merupakan penggemar drakor dan penggemar badminton pun sangat senang dengan kehadiran drakor ini karena selama ini jarang sekali ada film, series, manga, anime atau drakor yang temanya tentang badminton. Banyaknya sepak bola atau bola basket.

Begitu Racket Boys memasuki episode kelima, ribuan netizen Indonesia langsung dibuat geram oleh Drakor ini. Dalam episode tersebut, Pelatih badminton Korea Selatan, Han Se Yoon, berkata bahwa pelayanan Indonesia sebagai tuan rumah sangat buruk. Hotel yang diberikan Indonesia pada kontingen Korea Selatan tidak bagus. Tempat latihan Korea Selatan selama di Indonesia pun sangat buruk karena tidak ada pendingin udara sama sekali, sedangkan tuan rumah dengan nyamannya bisa berlatih di lokasi pertandingan, Istora Senayan. Tidak hanya itu, atlet badminton Indonesia pun digambarkan bermain sangat buruk dengan skor kekalahan yang sangat telak. Suporter badminton Indonesia pun sama-sama digambarkan dengan buruk karena kerap kali meneriakan ejekan pada atlet Korea Selatan yang memenangkan permainan.

Seketika, rating drakor tersebut anjlok luar biasa di situs IMDB serta ribuan netizen Indonesia melakukan protes ke akun Instagram resmi milik stasiun televisi SBS selaku pihak yang memproduksi Drakor tersebut. Banyak juga netizen Indonesia yang “silaturahmi” ke akun Instagram resmi SBS Drama dan mendesak mereka untuk segera meminta maaf. Sekali lagi, netizen Indonesia telah membuktikan survei Microsoft yang bilang netizen Indonesia itu paling tidak sopan adalah fakta.

Saya sendiri tidak habis pikir, kenapa sih netizen Indonesia sekarang gampang banget tersinggung akan segala sesuatu? Nggak malu sama orang Rusia, orang Timur Tengah, dan orang Vietnam yang sering dikisahkan dengan sangat jelek di film-film buatan Hollywood? Sejak tahun ‘80an, orang Rusia, orang Timur Tengah, dan orang Vietnam dibikin jelek dengan memerankan karakter penjahat. Padahal Rusia dan Vietnam itu yang menang perang, tapi di film Hollywood mereka dibuat kalah dan Amerika jadi pahlawannya.

Para netizen Indonesia ini tidak sadar kenapa Korea membuat drakor berjudul Racket Boys? Prestasi Korea Selatan pada olahraga badminton ini tidak begitu bagus, makanya untuk menghibur diri, mereka sengaja membuat kisah fiksi dimana mereka diceritakan bisa menang dengan mudah. Sama seperti Amerika Serikat yang kalah dalam Perang Vietnam, makanya bikin film dengan judul Rambo, yang menceritakan pahlawan perang Amerika Serikat bernama John Rambo yang diperankan oleh Sylvester Stallone, padahal jelas-jelas kalah.

Dalam manga dan anime Captain Tsubasa pun tim nasional Jepang dibuat sangat kuat padahal ya tim nasional Jepang di ajang sepakbola internasional prestasinya masih jauh dibandingkan tim nasional Brazil, Jerman, Italia, dan Prancis. Ya wajar, manga dan anime ini kan ditulis oleh orang Jepang untuk mendongkrak semangat anak muda Jepang untuk berprestasi di ajang internasional.

Para netizen Indonesia ini nggak berkaca dari negara lain yang digambarkan buruk dalam film Hollywood apa? Seperti orang Timur Tengah yang dicap sebagai teroris, orang Rusia yang selalu digambarkan sebagai penjahat, dan orang Prancis yang digambarkan sebagai orang yang sangean tapi gampang dibodohi. Mereka yang jadi korban stereotype Hollywood selama puluhan tahun aja biasa aja deh, nggak sebarbar ini dengan nyerang akun Instagram drakor tersebut.

Nggak usah jauh-jauh, udah pernah nonton film badminton dari Indonesia yang berjudul Susi Susanti: Love All? Kalau mau objektif, film badminton yang dibintangi Laura Basuki dan Dion Wiyoko yang berperan sebagai legenda badminton Indonesia Susi Susanti dan Alan Budikusuma tersebut pun tidak jauh beda dengan Racket Boys kok. Cuma diceritakan yang bagus-bagusnya doang. Isu rasial pada Susi Susanti dan Alan Budikusuma yang merupakan keturunan Tionghoa tidak terlalu ditonjolkan.

Baca Juga:

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

Rekomendasi 8 Drama Korea yang Wajib Ditonton sebelum 2025 Berakhir

Di film tersebut pun atlet dari negara lain diceritakan dengan mudahnya dikalahkan oleh Susi Susanti. Meskipun faktanya Susi Susanti menjadi juara dunia dalam Olimpiade Barcelona 1992, atlet dari negara lain digambarkan buruk sebagai pemeran antagonis dalam film ini. Wajar, karena film ini buatan Indonesia. Sama seperti film buatan Hollywood yang ngejelek-jelekin negara lain. Sama seperti manga dan anime Captain Tsubasa yang ngejelek-jelein pesepakbola dari negara lain.

Jadi ya harusnya netizen Indonesia nggak usah norak dengan nyerang akun Instagram pihak-pihak yang terlibat langsung dalam drakor ini dong. Norak! Udah gitu pakai akun bodong segala. Masih lebih terhormat Jerinx deh sumpah, dia banyak bacot dan opininya saya anggap jelek, tapi blio pakai identitas asli yang dilengkapi nama asli dengan foto asli bukan akun bodong yang usernamenya nggak jelas. Berani Bacot di Media Sosial tapi, kok, Pakai Akun Bodong? Norak!

BACA JUGA Sejarah Drama Korea: dari Pentas di Media Terbatas hingga Meraih Popularitas dan tulisan Raden Muhammad Wisnu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 Oktober 2021 oleh

Tags: badmintondrakorhollywoodnetizen indonesiaPojok Tubir Terminalracket boyssusi susanti
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Mempertegas Identitas Melalui Bahasa dengan Belajar pada Para Tokoh di Drama Korea Vincenzo

Cara Kelihatan Keren di Tongkrongan ala Para Tokoh di Drama Korea ‘Vincenzo’

19 April 2021
Logika Mendag Lutfi_ Mampu Bayar PCR atau Antigen Boleh Masuk Mal, yang Nggak Mampu Silakan ke Pasar Tradisional terminal mojok

Logika Mendag Lutfi: Mampu Bayar PCR atau Antigen Boleh Masuk Mal, yang Nggak Silakan ke Pasar Tradisional

11 Agustus 2021
Hal-hal yang Dapat Dipelajari dari Kisah Cinta Kapten Ri 'Crash Landing on You' yang Menjadi Nyata Terminal Mojok

Hal-hal yang Dapat Dipelajari dari Kisah Cinta Kapten Ri ‘Crash Landing on You’ yang Menjadi Nyata

4 Januari 2021
Saran Petugas Satpol PP Soal Tambal Ban Online Itu Sangat Masuk Akal terminal mojok.co

Kalaupun Tambal Ban Harus Online, Bisa-bisa Aja, kok!

11 Juli 2021
Lips Service dan Politik Abang-abang Lambe terminal mojok.co

Lips Service dan Politik Abang-abang Lambe

29 Juni 2021
ppkm darurat rakyat jogja harus memaklumi sultan perihal lockdown mojok

Dari Penindasan Pedagang Sampai Pemadaman Lampu, Sebenarnya PPKM Darurat untuk Apa?

12 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang Mojok.co

Pengalaman Tertipu Beli Durian di Wonosalam, Pusatnya “Raja Buah” di Jombang

7 Januari 2026
5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

5 Hal yang Bikin Orang Kebumen Terlihat Santai, padahal Sebenarnya Sedang Bertahan Hidup

9 Januari 2026
Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya dengan Berat Hati Mojok.co

Alasan Kebumen Ditinggalkan Warganya walau dengan Berat Hati

7 Januari 2026
Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

Laweyan, Kecamatan Bersahaja di Kota Solo yang Nggak Mau Kalah sama Banjarsari dan Pasar Kliwon

8 Januari 2026
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

6 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme
  • Jombang Kota Serba Nanggung yang Bikin Perantau Bingung: Menggoda karena Tenteram, Tapi Terlalu Seret buat Hidup
  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.