Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Nggak Perlu Pakai Penglaris Agar Usahamu Ramai, Cukup Pakai Teori Psikologi Konsumen Ini

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
26 Mei 2023
A A
Nggak Perlu Pakai Penglaris Agar Usahamu Ramai, Cukup Pakai Teori Psikologi Konsumen Ini

Nggak Perlu Pakai Penglaris Agar Usahamu Ramai, Cukup Pakai Teori Psikologi Konsumen Ini (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pikir cerita tentang penglaris dalam sebuah usaha hanya terjadi di zaman dahulu atau minimal hanya ada di sinetron azab Indosiar. Namun ternyata saya salah, nyatanya praktik penglaris dalam konotasi ilmu hitam ini masih marak digunakan dalam dunia perdagangan.

Metode penglaris ini cukup bervariasi, tergantung di mana kita menggunakan bantuan orang pintar sebagai calo penglaris. Ada yang hanya meletakan jimat di tempat usahanya, ada yang warungnya dijaga naga sampai jin, dan ada juga yang menyediakan ruang tersendiri untuk melakukan ritual sesuai kesepakatan.

Setelah mengobrol dengan beberapa pedagang yang merupakan pensiunan member pengguna penglaris, mereka mengaku bahwa setelah menggunakan penglaris ini usahanya menjadi laris manis dan tempat usahanya tak pernah sepi. Namun, setiap hal yang didapat secara instan biasanya selalu disertai syarat dan ketentuan yang tak mudah.

Bagi saya yang merupakan orang awam dalam dunia per-gaib-an, tentu saya penasaran. Jangan-jangan para jin penglaris ini dulunya sempat mempelajari ilmu psikologi konsumen sehingga mereka bisa menarik pembeli untuk berbelanja di tempat tersebut.

Jika tujuan utama memang hanya ingin usaha kita laris, menurut saya tak perlu menggunakan jasa jin penglaris. Asal kita tahu konsep utama dalam berjualan itu mengadaptasi dari teori psikologi konsumen, usaha kita juga nggak akan kalah dengan tempat usaha yang menggunakan penglaris. Berikut empat konsep dari teori psikologi konsumen yang saya terapkan agar usaha saya laris bak menggunakan penglaris.

Antropologi

Di mana kaki berpijak di situ langit dijunjung. Peribahasa ini mungkin sudah sangat familier kita dengar dari zaman SD. Akan tetapi perlu dipahami bahwa peribahasa ini merupakan pedoman dalam menjalani hidup di lingkungan yang kita tempati.

Dalam membuka usaha, hal utama yang perlu dipelajari adalah riset tentang budaya sekitar. Budaya di sini nantinya akan mencakup tentang ilmu pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, kebiasaan, atau norma yang berlaku. Budaya dalam masyarakat kemungkinan besar akan diturunkan dari generasi ke generasi selanjutnya. Hal ini nantinya akan berdampak pada perilaku konsumen.

Misalnya, kenapa dulu saya memutuskan untuk membuka warung sembako padahal saya sendiri nggak punya basic dalam berjualan terlebih dalam dunia sembako. Tapi saya sangat mengenal sekali lingkungan beserta kebiasaan masyarakat di mana saya membuka usaha. Sebagai masyarakat Jawa yang sangat hobi sekali menggelar hajatan, syukuran, kenduri, menengok orang sakit, pergi ke layatan, dan lain sebagainya, saya seolah datang sebagai solusi dari permasalahan kebutuhan pokok target konsumen saya.

Baca Juga:

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

6 Usaha yang Semakin Redup karena Perkembangan Zaman

Budaya ini juga tak lepas dari cita rasa di masyarakat. Kenalan saya seorang penjual soto betawi akhirnya dengan berat hati memutuskan gulung tikar setelah beberapa waktu warung selalu sepi. Bagi saya yang sudah dari kecil terbiasa makan soto betawi karena ibu saya asli orang Jakarta, saya menganggap bahwa soto buatan kenalan saya ini lumayan enak. Bukan masalah pada rasanya sebenarnya, dia hanya salah target sasaran konsumen. Dia menjual soto betawi di tengah masyarakat yang suka dan terbiasa makan soto bening, tentu saja dagangannya jadi kurang diminati.

Budaya di mana kita akan membuka usaha sangat berpengaruh sekali, sehingga hal ini tak boleh diabaikan. Jangan sampai salah sasaran.

Sosiologi

Alih-alih menggunakan penglaris, kelas sosial justru hal penting dalam menentukan target konsumen kita. Dari awal harus jelas siapa target pasar kita, dari kelas status sosial mana mereka berada. Status sosial ini sebagai pedoman kita untuk menentukan di mana lokasi tempat usaha, penataan serta desain tempat usaha, pemilihan produk yang akan dijual, ataupun harga jual.

Jika kita mempelajari iklan rokok di televisi pada zaman dulu, biasanya rokok-rokok mahal disajikan dengan iklan sederhana yang tak banyak penjelasan dan sangat singkat, padat, dan jelas. Hal ini karena target pasar mereka merupakan orang dari kalangan menengah ke atas yang notabene nampak begitu elegan. Berbeda dengan rokok murah, biasanya disajikan dengan gebyar gempita, penjelasannya panjang lebar, dan biasanya disajikan dengan skrip yang merakyat. Di sini kita harus paham dengan karakter calon konsumen kita.

Ekonomi

Ekonomi di sini mencakup secara keseluruhan tentang keuangan yang ada. Tentang modal, cara pengelolaan uang, serta menentukan harga jual. Kita harus paham berapa modal yang kita punya, jangan sampai karena terobsesi ingin segera besar lantas kita berutang dalam jumlah yang begitu besar. Dalam usaha berutang tentu sah-sah saja, namun kita juga perlu memperhatikan tentang kapasitas pemasukan dan pengeluaran.

Salah satu trik psikologi yang saya pelajari dalam menentukan harga biasanya saya menekan harga kebutuhan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng dengan harga semurah mungkin. Orang lain mungkin berpikir bahwa saya nggak untung, padahal saya menggunakan tipuan ini untuk mengecohkan.

Kebanyakan orang akan fokus ke harga pokok saya yang murah meriah, padahal asal mereka tahu, tiap mereka datang ke warung itu mereka tak hanya membeli tiga bahan pokok itu. Mereka akan membeli barang lainnya, tapi mereka nggak akan sedetail itu mengecek harga lainnya yang mungkin sama dengan warung lainnya. Walaupun ya ada juga orang yang njelimet banget kayak gitu. Tapi tenang, spesies njelimet semacam ini hanya ada satu dua orang kok dalam setiap kabupaten.

Psikologi

Psikologi di sini mewakili kepuasan konsumen yang nantinya akan menentukan keputusan, apakah konsumen ini akan kembali lagi atau hanya cukup sekali. Apakah konsumen puas dengan pelayanan kita atau apakah mereka merasa nyaman berbelanja di tempat kita. Hal ini mencakup bagaimana pelayanan kita ke konsumen, tentang keramahan, murah senyum, fast response, tanggap, dan sebagainya.

Penulis: Reni Soengkunie
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Tuduhan Tempat Makan Pakai Penglaris yang Kelewat Sotoy.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2023 oleh

Tags: konsumenpenglarisusaha
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

7 Kesalahan Mahasiswa Saat Menulis Artikel di Jurnal Ilmiah

Jika Mahasiswa Dianggap Sebagai Konsumen, Mereka Berhak untuk Melayangkan Komplain pada Kampus

30 Juni 2023
usaha dengan modal terjangkau mi ayam gerobak bubur ayam gerobak steam salju cuci motor rincian modal mojok.co

3 Alternatif Usaha dengan Modal Terjangkau yang Layak Dicoba

11 Juni 2020
‘Smooth’ Bussines Strategics: Potret Persaingan Toko Kelontong di Desa Saya

‘Smooth’ Bussines Strategics: Potret Persaingan Toko Kelontong di Desa Saya

26 Maret 2020
Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

24 November 2023
3 Risiko yang Akan Ditanggung Pedagang Judes

3 Risiko yang Akan Ditanggung Pedagang Judes

15 Januari 2024
10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan Mojok.co

10 Ide Usaha Menjanjikan di Tengah Era Digital, Nggak Ribet Cuan Lumayan

6 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit Mojok.co

Sukabumi Belum Pantas Jadi Peringkat 6 Kota Paling Toleran, Soal Salat Id Aja Masih Dipersulit

27 April 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Saya Orang Wonogiri, Kerja di Jogja. Kalau Bisa Memilih Hidup di Mana, Tanpa Pikir Panjang Saya Akan Pilih Jogja

24 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau
  • Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.