Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Penjaga Toko Pakaian, Pekerjaan yang Butuh Kesabaran Ekstra Tinggi

Fitri Handayani oleh Fitri Handayani
13 Desember 2023
A A
Penjaga Toko Pakaian, Pekerjaan yang Butuh Kesabaran Esktra Tinggi Mojok.co

Penjaga Toko Pakaian, Pekerjaan yang Butuh Kesabaran Esktra Tinggi (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Penjaga toko pakaian mungkin pekerjaan yang perlu kesabaran paling tinggi. Sering saya lihat di toko pakaian, penjaga toko berkali-kali merapikan pakaian yang berantakan karena pengunjung. Pekerjaan itu ia lakukan berkali-kali sepanjang hari. 

Suatu saat saya pernah iseng mengamati penjaga toko di suatu toko pakaian, ternyata kelakuan menyebalkan pengunjunng tidak hanya mengacak-acak pakaian yang sudah rapi. Masih banyak kelakukan lain yang bikin saya ngelus dada. Saya kemudian menyadari, betapa sabar dan sulitnya bekerja sebagai penjaga toko pakaian. 

ADVERTISEMENT

#1 Pelanggan membuka kemasan

Toko pakaian biasanya memajang pakaian yang dijualnya. Untuk memudahkan pembeli dalam memilih pakaian, pakaian dipajang digantung di menggunakan hanger. Pokoknya dipajang begitu rupa, semenarik mungkin. Sementara pakaian yang masih dalam bentuk kemasan biasanya disimpan di rak. Pakaian ini akan keluar kalau stok pakaian yang dipajang sudah menipis. 

Masalahnya, tidak sedikit pembeli yang sering membuka sendiri kemasan pakaian dari rak itu. Padahal, sudah ada tulisan “Dilarang membuka kemasan”. Tidak jarang mereka yang sudah membuka kemasan itu tidak jadi membeli. Betul-betul menambah pekerjaan penjaga toko saja itu.

 #2 Mengacak-acak pakaian

Banyak pengunjung yang memilih pakaian dengan cara mengacak-acaknya. Pengunjung toko membuka lipatan pakaian dan menaruhnya begitu saja tanpa melipatnya kembali. Memang merapikan pakaian merupakan salah satu tugas penjaga toko. Namun, bukan berarti pengunjung bisa semau sendiri merusak tatanan pakaiannya yang ada. 

Saran saya, pengunjung bisa mengambil pakaian yang sekiranya memang mau dibeli. Kalau ingin melihat-lihat pakaian yang lain boleh saja, tapi jangan sampai merusak tatanan pakaian yang sudah rapi. Apalagi kalau tidak jadi membelinya.  

#3 Mengotori pakaian

Banyak pengunjung yang secara tidak sadar melakukan hal ini, mengotori pakaian yang dipajang di rak. Jadi saya mengamati, kadang ada pelanggan yang masuk ke toko pakaian sambil membawa makanan.  Pengunjung bisa meninggalkan bekas noda pada pakaian yang dipajang. Mungkin mereka tidak sengaja melakukan hal itu, namun tetap saja pakaian yang terlanjur kotor menjadi tanggung jawab penjaga toko. Mungkin itu mengapa ada beberapa toko pakaian yang melarang pengunjung membawa makanan dan minuman demi menjaga produk-produknya bebas noda. 

Pembeli adalah raja, saya pun setuju dengan ungkapan ini. Namun, kalau rajanya semena-mena yang perlu ditegur juga. Saat membeli pakaian, hormati dan hargai penjaga tokonya dengan tidak menjadi pengunjung menyebalkan seperti di atas. 

Baca Juga:

Jangan Nonton Bioskop kalau Nggak Paham Aturan Tidak Tertulisnya, Nanti Disebut Penonton Norak 

Penipuan Pembayaran Melalui QRIS Semakin Banyak, Kenali Modus dan Pencegahannya

Penulis: Fitri Handayani
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 Hal Menyebalkan yang Sering Dialami Petugas Call Center

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Desember 2023 oleh

Tags: konsumenpengunjungpenjaga toko pakaiantoko pakaian
Fitri Handayani

Fitri Handayani

Seorang karyawan swasta yang memilih jalur sunyi. Di tengah tuntutan pekerjaan, ia merawat kewarasan dengan menjalani hidup slow living di desa.

ArtikelTerkait

3 Risiko yang Akan Ditanggung Pedagang Judes

3 Risiko yang Akan Ditanggung Pedagang Judes

15 Januari 2024
Dosa Pengelola Tempat Wisata yang Sering Nyetel Musik Kencang: Cuma Bikin Budek Pengunjung

Dosa Pengelola Tempat Wisata yang Sering Nyetel Musik Kencang: Cuma Bikin Budek Pengunjung

8 Maret 2024
panduan mengunjungi art gallery mojok

Panduan Menjadi Pengunjung Art Gallery yang Baik dan Tidak Norak

16 Juni 2021
Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

Akui Saja Belanja di Minimarket Memang Menjengkelkan karena Harus Bertemu Karyawan yang Cuek dan Lelet

24 November 2023
7 Ciri Toko Pakaian yang Sebaiknya Dihindari Terminal Mojok

5 Ciri Toko Pakaian Terbaik biar Belanja Makin Asik

18 Desember 2022
Nggak Perlu Pakai Penglaris Agar Usahamu Ramai, Cukup Pakai Teori Psikologi Konsumen Ini

Nggak Perlu Pakai Penglaris Agar Usahamu Ramai, Cukup Pakai Teori Psikologi Konsumen Ini

26 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak Mojok.co

Pengalaman mencicipi nasi goreng kuah Bang Tommy: kuliner Kediri yang aneh, tapi enak

17 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.