Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nggak Perlu Malu Belajar Bahasa Inggris meski Sudah Dewasa

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
13 September 2020
A A
Sebelum Nyinyirin Orang Indonesia yang Ngomong Pakai Bahasa Inggris, Baca ini Dulu Aja!
Share on FacebookShare on Twitter

Di era industri modern saat ini, kebutuhan akan penggunaan bahasa Inggris telah menjadi prioritas. Contohnya bisa ditengok di lowongan pekerjaan yang banyak beredar. Hampir semua perusahaan mewajibkan calon karyawannya untuk bisa berbahasa Inggris. Terutama untuk posisi-posisi yang terbilang strategis.

Di Indonesia sendiri, bahasa Inggris memang bukan bahasa ibu kita. Tidak mengherankan bila kemudian muncul lembaga-lembaga kursus yang menawarkan belajar bahasa Inggris. Biaya serta program yang ditawarkan pun bervariatif.

Meskipun demikian, mungkin ada sebagian orang yang merasa malu jika ingin belajar bahasa Inggris. Terutama kalau mengambil sistem kursus di suatu tempat. Ada beberapa faktor yang biasanya mempengaruhi hal tersebut.

Salah satunya disebabkan oleh faktor usia. Hal ini bisa dimaklumi mengingat mayoritas kursus bahasa Inggris saat ini lebih banyak diikuti oleh golongan remaja atau anak-anak. Tapi, hal tersebut tidak bisa dijadikan alasan begitu saja.

Saya pribadi pernah mengambil kursus bahasa Inggris pada saat masih berkuliah. Meskipun nama kelasnya adalah English for Adult (EA), mayoritas peserta didik yang ada di kelas tersebut rata-rata masih berada di bangku SMA. Alhasil, saya pun sempat merasa canggung.

Tetapi ketakutan tersebut perlahan mulai menghilang. Saya mulai menemukan sesama mahasiswa yang belajar di lembaga tersebut. Meskipun berlainan fakultas, saya merasa cukup senang. Setidaknya saya bisa menjalin hubungan baru sekaligus silaturahmi dengan teman satu almamater.

Selain itu, saya juga mendapat teman baru yang berbeda universitas. Meskipun demikian, memang tidak ada yang berusia sepantaran atau lebih tua pada saat saya masih berada di kelas EA. Praktis, saya menjadi peserta paling senior pada saat itu. Hehehe.

Setelah menyelesaikan kelas EA, saya mengambil kelas Conversation. Sementara itu, beberapa teman saya mengambil kelas TOEFL Preparation. Saya mengambil kelas tersebut untuk melatih kemampuan speaking.

Baca Juga:

7 Istilah Dingin dalam Bahasa Jawa, Mulai dari Adem sampai Sembribit

13 Kosakata Bahasa Madura Paling “Menjebak” dan Perlu Diperhatikan Pendatang yang Baru Belajar

Selama mengikuti kelas Conversation, saya memiliki cerita yang cukup menarik. Pada kelas tersebut, ada seorang peserta didik yang usianya terbilang “senior”. Bila dilihat dari perawakannya, beliau sendiri mungkin berusia sekitar lima puluh tahunan.

Meskipun demikian, beliau tidak sungkan untuk ikut belajar bahasa Inggris bersama peserta lain yang usianya jauh lebih muda. Melihat semangat beliau tersebut, saya merasa salut. Kegigihannya dalam mempelajari bahasa Inggris bisa menjadi teladan.

Belajar bahasa Inggris di usia tua bukanlah suatu masalah, apalagi aib. Bahkan, ada beberapa manfaat yang sebenarnya bisa didapatkan dari hal tersebut. Manfaat tersebut di antaranya adalah mencegah demensia (pikun) serta meningkatkan kualitas interaksi sosial.

Di sisi lain, saya tidak ingin memaksa Anda untuk mengambil kursus bahasa Inggris. Toh, belajar bahasa Inggris itu bisa dilakukan di mana saja. Saat ini, sudah banyak media pembelajaran yang bisa digunakan. Tidak hanya harus melalui lembaga kursus.

Di YouTube sendiri, ada beberapa channel yang saya rekomendasikan. Salah satunya adalah Sacha Stevenson. FYI, Mbak Sacha sendiri merupakan seorang YouTuber asal Kanada yang sudah lama tinggal di Indonesia.

Pada channel YouTube-nya tersebut, ada satu segmen (playlist) yang bisa dijadikan sebagai sarana belajar bahasa Inggris. Terutama untuk yang ingin melatih teknik pronunciation atau berbicara dalam bahasa Inggris. Namanya Seleb English.

Di dalam segmen Seleb English, Mbak Sacha kerap mengomentari pelafalan bahasa Inggris beberapa publik figur Indonesia. Jika ada pengucapan yang salah, dia sering memberi klarifikasi berupa pengucapan kalimat atau kata yang benar.

Sementara di Instagram, terdapat akun-akun semisal American School Pare dan London School Pare yang bisa dikepoin untuk belajar. Uniknya, kedua akun tersebut sama-sama terafiliasi dengan Kampung Inggris Pare yang berada di daerah Kediri, Jawa Timur.

Baik American School Pare maupun London School Pare memiliki keunikannya masing-masing. London School Pare biasanya menghiasi feeds-nya dengan daftar vocabulary beserta terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Sementara American School Pare lebih beragam dalam feeds-nya. Mulai dari vocabulary, grammar, hingga tips berbahasa yang baik dibahas di akun tersebut.

Sebagai penutup, saya berharap agar tulisan ini dapat menginspirasi sekaligus membantu para pembaca untuk mempelajari bahasa Inggris. Saya pribadi bukan seorang ahli dan masih terus belajar dalam berbahasa Inggris yang baik. Saya hanya seseorang yang senang berbagi cerita hidupnya.

BACA JUGA Jika Saya Jadi Lampard, Beginilah Starting Line-up Chelsea di Musim Depan dan tulisan Muhammad Fariz Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 13 September 2020 oleh

Tags: BahasaBahasa InggrisBelajar
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

sarjana pendidikan guru nasihat kiai mengajar Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa PPG

Guru Jangan Ngoyo Ingin Memintarkan Murid, Itu Masalah: Nasihat Kiai Maimun Zubair

7 Mei 2020
Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua Mojok.co

Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua

10 Juni 2024
feynman mojok.co

Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas dalam Belajar Menggunakan Teknik Feynman

1 Juli 2020

Les Piano, Belajar Alat Musik yang Terasa Mewah dan Eksklusif

19 September 2021
Stop Glorifikasi Guru Bule: Native Speakerism dalam Industri Bahasa Inggris yang Nggak Ada Bedanya dengan Neo Rasisme

Stop Glorifikasi Guru Bule: Native Speakerism dalam Industri Bahasa Inggris yang Nggak Ada Bedanya dengan Neo Rasisme

30 April 2025
15 Lagu Bahasa Inggris yang Mudah Dihafal dan Dinyanyikan, Cocok buat Belajar

15 Lagu Bahasa Inggris yang Mudah Dihafal dan Dinyanyikan, Cocok buat Belajar

26 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Turkiye Burslari, Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi Mojok.co

Turkiye Burslari Beasiswa Pemerintah Turki yang Layak Diperebutkan, Lolosnya Gampang dan Nggak Ada Kewajiban Mengabdi

28 Februari 2026
Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

Tiga Jalan Menuju Revolusi: Tan Malaka, Soekarno, dan D.N. Aidit

27 Februari 2026
Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

Perjalanan ke Pati Lewat Pantura Bikin Heran: Kudus Sudah Mulus, Demak Masih Penuh Lubang

26 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026
Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

Mobil Matic Dibilang Gampang Rusak, padahal Itu Gara-gara Cara Pakai yang Salah!

22 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.