Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Nembak Kereta, Kelakuan Memalukan Orang Indonesia di Jepang

Primasari N Dewi oleh Primasari N Dewi
25 Mei 2023
A A
Juhachi Kippu: Cara Orang Jepang Keliling Negara Menggunakan Kereta

Juhachi Kippu: Cara Orang Jepang Keliling Negara Menggunakan Kereta (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baru-baru ini viral video 8 orang Indonesia cekikikan sambil keluar dari stasiun di Jepang tanpa memasukkan tiket atau mengetap kartu transportasi dan diberi narasi “8 orang Indonesia nembak Shinkansen dan dideportasi pulang ke Indonesia”.

Meski banyak terjadi kontroversi mengenai kebenaran video tersebut, KBRI Tokyo akhirnya memposting di Instagram dan mengimbau agar diaspora Indonesia yang sedang tinggal di Jepang mentaati peraturan setempat. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Memang apa sih “nembak kereta” itu sampai bikin geger diaspora Indonesia di Jepang?

Nembak kereta di Jepang sama dengan mencuri

Biaya transportasi umum di Jepang memang tak murah. Namun, dengan fasilitas sedemikian bagus, wajar saja kalau biayanya segitu. Kepraktisan stasiunnya dan tepat waktu keberangkatan kedatangan keretanya sudah menjadi rahasia umum. Hanya saja, di balik praktisnya, ternyata masih saja bisa dicurangi. Terutama, moda transportasi kereta dan sejenisnya (termasuk kereta peluru alias shinkansen).

Sebut saja istilah dalam bahasa Jepangnya “kiseru jousha” alias penumpang “gelap”. Dibilang gelap karena ia tak membayar sesuai tarif yang sudah ditentukan. Kalau di kalangan diaspora Indonesia, kecurangan ini disebut “nembak kereta”. Kenapa dibilang “nembak”? Karena hampir mirip dengan istilah “nembak” saat ujian SIM dsb. Ups. Hal tersebut termasuk tindakan kriminal di Jepang. Hukumannya bisa sampai dipenjara. Namun, ada juga yang baru diberi peringatan dan disuruh membayar sesuai tarif seharusnya terlebih dahulu.

Masih bingung ya?

Secara teknis, ada beberapa cara mencurangi tiket kereta di Jepang. Namun, tentunya tak akan saya jabarkan secara rinci di sini. Saya sendiri hanya tahu saja dan belum pernah mempraktikkannya. Bagaimana tidak, saya hanya awardee yang terikat kontrak dengan pemberi beasiswa untuk tak melakukan tindakan kriminal seperti itu.

Lagi pula, saya mendapat uang dari “rakyat Jepang”, ngapain sampai curang segala. Kalau memang nggak punya uang buat jalan-jalan ke luar kota, ya sudah nggak perlu maksain.

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

Mencoba Memahami Alasan Orang-orang Kabur dari Magang di Jepang

Cara naik kereta di Jepang

Jadi begini, cara naik kereta di Jepang itu sama seperti di Indonesia, harus membeli tiket terlebih dahulu. Untuk dapat masuk ke stasiun keberangkatan, kita harus memasukkan tiket. Ketika sudah masuk, saat keluar dari mesin tiket tersebut akan berlubang. Lalu, saat tiba di stasiun kedatangan, tiket berlubang itu harus dimasukkan ke mesin pintu keluar stasiun. Tiket akan tertelan. Jadi, asal punya “tiket”, ya aman keluar masuk stasiun.

Saking ramainya stasiun, tak mungkin petugas stasiun mengecek satu per satu. Mencocokkan keberangkatannya dari mana dan tarifnya apakah sesuai atau tidak. Nah, dari sini sudah tahu kan kira-kira gimana cara mencuranginya?

Yap, mereka memang membeli tiket. Namun, tak sesuai tarifnya. Kalau melakukan perjalanan dengan 10 stasiun, ia hanya membeli tiket dari stasiun keberangkatan ke stasiun terdekat saja (1 stasiun). Anggap saja tiket terdekat hanya 200 yen, sementara untuk sampai 10 stasiun yang dituju bisa sampai 1000 yen, misalnya. Ada selisih 800 yen yang nggak dibayar.

Ah, trus gimana keluarnya? Mesin stasiun tentu nggak goblok kan, masa nggak bisa mendeteksi tiket asal stasiunnya?

Yap, bener banget. Mesin stasiun akan tahu kalau tiketnya kurang karena tertulis nama stasiun keberangkatannya.

Nggak ngotak

Dari situlah ada beberapa cara mencuranginya. Kalau kata netizen (saya ambil dari komentar di instagram KBRI Tokyo): “nembak itu mereka nempel bang, jadi pas ngetap tmnnya yg nembak nempel di belakang temamnya yang pegang tiket, beli tiketnya cuma satu. Biasanya kan klo ngetap tiket palang pintunya kebuka beberapa detik kan. Nah mereka yg nembak itu nempelnya deketan. Lagian juga mereka gada takut-takutnya. Di stasiun Jepang padahal banyak kamera, dan biasanya ada petugas jaga di depan mesin tap nya itu.”

Saya nggak akan menjelaskan detailnya, tetapi kira-kira paham lah ya.

Ada juga cara lain, dengan “menjemput”. Jadi, ada teman di stasiun tujuan yang sama-sama beli tiket dengan stasiun terdekat.

Dari 10 stasiun yang dituju tadi, teman di stasiun ke 10 akan masuk dan membeli tiket stasiun 10 ke stasiun 9 (yang tentunya lebih murah). Tentunya ia membeli 2 buah, yang satu untuk dia masuk ke stasiun dan satu lagi untuk temannya yang di dalam yang hanya memiliki tiket stasiun 1 ke 2. Dan teman tersebut hanya membayar tiket stasiun 1 ke 2 dan 9 ke 10 yang pastinya lebih murah dibanding tiket dari stasiun 1 ke 10. Dari sini paham ya? Kalau bingung, nggak usah terlalu dipikirin. Intinya hal tersebut nggak benar dan dibenarkan.

Nembak Shinkansen

Kalau memang benar hal tersebut dilakukan tiket Shinkansen, itu sungguh mengerikan. Stasiun Shinkansen berbeda dengan stasiun kereta biasa di mana penjagaannya cukup ketat (di stasiun besar). Tarifnya pun lebih mahal dibanding kereta biasa. Paling murah dan paling dekat saja sekitar 1400 yen (150 ribu rupiah). Jadi, kalau beneran “nembak Shinkansen” itu sangat luar biasa goblok dan nekatnya. Apalagi kalau beneran bergerombol 8 orang itu, sungguh-sungguh memalukan nama Indonesia.

Kok bisa nembak sih kalau ketat? Kan tiketnya pesan khusus dan harus melalui loket?

Yap memang benar. Ada beberapa jenis Shinkansen, yakni ekonomi (setiap stasiun berhenti), semi express dan express yang berhenti hanya di stasiun besar saja. Ada yang tempat duduknya sudah ditentukan, dan ada yang duduknya bebas (bahkan berdiri kalau sedang penuh).

Biasanya, yang membeli tiket dengan stasiun terdekat adalah yang naik Shinkansen ekonomi dan jarang petugas mengecek tiket di dalam keretanya (karena kadang penuh). Jadi, ya bisa saja, beli tiket Jogja Purworejo tetapi turunnya di Jakarta. Nah, lho.

Keberanian yang nggak perlu dilakukan

Sebenarnya fenomena “kiseru jousha” ini juga dilakukan oleh orang Jepang, tetapi hanya segelintir orang Jepang yang nggak taat aturan saja. Ancaman hukuman penjara tentu saja membuat orang Jepang pun nggak berani melakukannya. Lantas, kenapa diaspora Indonesia berani melakukannya?

Konon kabarnya, hal tersebut sudah turun menurun diajarkan dari senior ke junior. Tak bisa dimungkiri juga, kebanyakan pelakunya adalah “pekerja” di Jepang. Ada yang sampai bangga dan memamerkannya di media sosial. Malah ada yang sambil senyum-senyum saat diseret petugas stasiunnya. Nyeleneh banget kan, kriminal kok bangga?

Padahal mereka bisa saja dikeluarkan dari tempat kerjanya dan dideportasi dengan ancaman tak bisa kembali lagi ke Jepang. Duh, sulit.

Semenjak viralnya berita “nembak Shinkansen” ini tentu saja nama Indonesia bertambah “ramai” lagi. Nama baik Indonesia juga dipertaruhkan. Sebagai pendatang, bukankah seharusnya mentaati aturan di negara yang didatangi? Terlebih ancaman penjara tak pandang bulu dari mana negaranya.

Yang jelas, jangan terlalu berani dan merasa harus berani. Nggak ada yang bagus dari melanggar aturan. Bukankah itu yang seharusnya manusia pahami?

Penulis: Primasari N Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Shinkansen: Kereta Cepat yang Nyaman, tapi Nggak Cocok untuk Wisatawan Kantong Pas-pasan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Mei 2023 oleh

Tags: jepangnembak keretaorang indonesiashinkansen
Primasari N Dewi

Primasari N Dewi

Saat ini bekerja di Jepang, menjalani hari demi hari sebagai bagian dari proses belajar, bertahan, dan berkembang.

ArtikelTerkait

Topeng keakraban orang Indonesia (Unsplash.com)

Kenapa Orang Indonesia Suka Tanya Kapan

2 Juni 2022
Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea Terminal Mojok

Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea

10 April 2022
Rasa Minuman Matcha seperti Rumput dan Saya Terpaksa Menyukainya Selama Bertahun-tahun demi Pacar Mojok.co

Demi Pacar, Saya Rela Menyukai Minuman Matcha yang Selama Ini Dibenci karena Rasanya Mirip Rumput

4 Agustus 2025
Hutan Aokigahara dan Mitos Ubasuteyama di Jepang

Hutan Aokigahara dan Mitos Ubasuteyama di Jepang

24 Februari 2022
Dibanding Usupso, Miniso Lebih Sering Jadi Destinasi Saat ke Mal terminal mojok.co

Dibanding Usupso, Miniso Lebih Sering Jadi Destinasi Saat ke Mal

13 November 2021
Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

Saya Jadi Pengin Tinggal di Jepang Gara-gara FYP TikTok dan Tetangga Nyebelin

19 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
7 Kesalahan Kecil dalam Pengerjaan Skripsi yang Sering Bikin Mahasiswa Dapat Banyak Revisi, Baca Baik-baik biar Nggak Makin Stres

Alasan Saya Memilih Tugas Akhir Skripsi meski Pilihan Lain Terlihat Lebih “Waras”

22 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Juru Selamat yang Bikin Menderita para Pekerja (Wikimedia Commons)

KA Sri Tanjung Adalah Juru Selamat Bagi Kaum Pekerja: Tiketnya Murah dan Nyaman tapi Bikin Menderita karena Sangat Lambat

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.