Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Manisnya Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu yang Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Saudara

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
26 Februari 2026
A A
Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga Mojok.co

Manis Nastar Mengingatkan Saya akan Masa Lalu Pahit karena Cuma Bisa Menikmatinya di Rumah Tetangga (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

“Lebaran aja, ya…” kata teman saya pas ditanya kapan nastar pesanan saya diantar. Padahal, percakapan itu terjadi sebelum bulan puasa. Kalau nastarnya diantar Lebaran ya berarti masih lama sekali, dong. Gagal deh rencana saya ingin buka puasa dengan nastar di minggu pertama.

Saya memang suka nastar. Suka sekali. Lembutnya butter dipadu dengan segarnya nanas, benar-benar melahirkan pengalaman nyemil yang menyenangkan. Saking senengnya, saya seringkali mencoba nastar dari seller yang berbeda. Soalnya, beda penjual beda pula rasanya.

Kecintaan saya pada nastar sudah berlangsung sejak lama. Yaitu, sejak saya masih duduk di bangku SD, sekitar tahun 90-an akhir. Namun, kala itu, cinta saya masih bertepuk sebelah tangan. Saya hanya bisa menikmati nastar di hari Lebaran, itu pun bukan nastar di rumah sendiri, tapi di rumah simbah.

Nastar barang mewah

Ketiadaan nastar di rumah bukan tanpa alasan. Kue kering satu ini tergolong mewah bagi keluarga kami. Itu sebabnya, ketika hari raya tiba, jajanan yang yang tersaji di meja hanya kletikan yang biasa dijual kiloan. Seperti, keripik, wafer, kacang bawang, dll.

Saya baru bisa makan nastar kalau diajak bapak dan ibu ke rumah mbah saya. Namanya, Mbah Rais. Beliau bukan embah saya langsung. Tapi, beliau adalah omnya bapak saya. Jadi, mbah saya punya banyak saudara. Mbah Rais adalah yang paling bontot.

Mbah Rais termasuk orang kaya. Rumahnya besar, punya 2 lantai. Di jaman itu, rumah dua lantai belum terlalu umum, apalagi di daerah saya. Kalau keluarga kami datang ke sana di hari raya, kami langsung dibawa ke lantai 2. Di sana, sudah siap toples-toples cantik berisi kue-kue, yang semuanya tampak lezat.

Harus tahu diri

Ketakjuban saya yang masih kanak-kanak tidak berhenti pada toples-toples yang berkilau. Ketakjuban itu berlanjut kala tuan rumah menyuguhi kami minuman. Minumannya sih standar, ya, sirup. Khas Lebaran banget. Tapi, yang bikin mata saya mengerjap adalah gelas yang disajikan. Gelasnya bukan gelas hadiah sabun colek, tapi gelas yang biasa saya lihat di sinetron. Itu loh, gelas yang lehernya tinggi, yang cara minumnya dijepit dulu pake jari, trus kalau diisi air nggak sampe penuh biar estetik. Saya yang katrok jelas kagok pakai gelas yang seperti itu. Ya gimana? Nggak tau cara pegangnya. Bapak, ibu dan kakak saya juga sama.

Dan tibalah saat itu. Saat dimana toples-toples cantik itu dibuka. Di antara kue yang tersaji, nastarlah yang membuat saya jatuh cinta. Cinta yang kemudian membutakan saya, sehingga tangan ini tanpa sadar mencomot kue kering inidari toples, lagi dan lagi.

Baca Juga:

4 Rekomendasi Kue Kering Holland Bakery yang Nggak Mengecewakan dan Cocok Jadi Suguhan Lebaran

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

Sampai akhirnya, Ibu mengingatkan saya, tangan saya langsung trauma untuk tak mengambil nastar lagi. Saya mungkin masih kecil saat itu. Tapi, saya cukup pintar untuk memahami isyarat yang ibu berikan. Isyarat bahwa saya harus tahu diri. Kue itu memang enak, tapi ibu mengingatkan saya tentang pentingnya adab.

Keterbatasan yang bikin nastar makin nikmat

Waktu pun berlalu. Sejak bekerja dan punya penghasilan, saya mampu beli nastar sendiri. Kue kering ini bukan lagi barang mewah, bahkan levelnya sudah turun jadi seperti cemilan pada umumnya. Saya tidak perlu menunggu hari raya untuk membelinya. Sekarang, kapanpun saya kepengin, saya bisa beli saat itu juga. Mau yang biasa sampai yang premium, semua bukanlah masalah.

Meski demikian, terasa ada lubang di hati. Di satu sisi, saya memang mendapat apa yang dulu saya mau. Tapi di sisi lain, saya seperti kehilangan sesuatu. Tak ada lagi degup-degup bahagia atau mata yang berbinar di hadapan nastar, mau seenak apapun nastar tersebut. Paling ya cuma mbatin, “Hmm, enak.”

Mungkin benar kata orang, bahan premium bisa membuat nastar lumer. Tapi, sejuta bahan premium pun tidak akan bisa mengalahkan memori akan rasa dan suasana. Itulah yang hilang saat ini. Dulu, nastar itu enak karena saya jarang mendapatkannya. Saya harus menunggu sampai hari raya tiba, baru bisa makan nastar.

Dengan kata lain, nastar jadi semacam perayaan akan rasa yang tidak saya miliki. Ia lezat karena dicicipi di tengah kekaguman dan… keterbatasan. Sementara nastar hari ini? Ia hanyalah pemuas keinginan yang mudah saja untuk dicari. Pantas saja jika ia tak lagi istimewa.

Walau debaran itu tak lagi ada, nastar akan selalu ada di hati. Tiap gigitannya akan selalu membawa saya pada nostalgia masa lalu, sekaligus rasa syukur atas apa yang sudah dicapai hingga hari ini. Meski, saya sendiri kadang bertanya. Ini saya beneran suka nastar, atau hanya dendam?

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Takjil Red Flag yang Bisa Membahayakan Kesehatan Pembeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 26 Februari 2026 oleh

Tags: Idulfitrikue keringkue LebaranLebarannastar
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

bermaafan di idulfitri

Ajaibnya Kaum Muslim di Hari Raya Idulfitri

7 Juni 2019
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
4 Hal Ajaib yang Saya Temui Saat Lebaran di Magelang

4 Hal Ajaib yang Saya Temui Saat Lebaran di Magelang

21 April 2023
3 Mall di Surabaya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Jelang Lebaran

3 Mall di Surabaya yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi Jelang Lebaran

5 April 2024
nyate

Serba Serbi Sambat: Mari Kita Nyate dengan Bijak!

12 Agustus 2019
Ciri-ciri Tempat Pangkas Rambut Red Flag. Hindari kalau Nggak Ingin Jadi Bahan Percobaan Tukang Cukur Mojok

Ciri-ciri Tempat Pangkas Rambut Red Flag. Hindari kalau Nggak Ingin Jadi Bahan Percobaan Tukang Cukur

7 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Sidoarjo dan Surabaya Isinya Salah Paham, Bikin Kecewa Saja (Unsplash)

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

24 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”
  • Pakai Samsung Terintimidasi User iPhone, Tak Berpaling karena Lebih Berguna dari iPhone yang Memperdaya Penggunanya
  • Sarjana Cumlaude PTN Jogja Adu Nasib ke Jakarta: Telanjur Syukuran Keterima Kerja, Perusahaan Malah Bubar padahal Gaji Bulan Pertama Belum Turun
  • Gila-gilaan Kerja di Jepang tapi Tak Bisa Menikmati Upah Besar, sebab Saya Generasi Sandwich yang Harus Tebus Utang Keluarga
  • Menjawab Misteri Suzuki S-Presso Tetap Laku: Padahal, Menurut Fitra Eri dan Om Mobi, S-Presso Adalah Mobil Paling Tidak Menarik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.