Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Motor Honda Revo, Sebenar-benarnya Motor Idaman: Bensin Irit, Perawatan Mudah Nggak Bikin Pailit

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
17 Januari 2024
A A
Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi motor honda revo

Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Sampean ini pegawai koperasi, Mas?” Tanya tukang cukur rambut ketika tahu kalau motor saya adalah Honda Revo.

Bukan rahasia umum jika pengguna motor Honda Revo memang sering diasumsikan sebagai pegawai koperasi. Saya nggak paham dari mana asal-usulnya. Tapi beberapa kali saya kerap mendapat pertanyaan serupa.

Jujur, saya nggak pernah tersinggung dengan pernyataan tersebut. Justru saya lebih senang basa-basi semacam itu ketimbang pertanyaan kapan nikah. Selain itu, biasanya dari pernyataan tersebut akan memunculkan obrolan panjang tentang motor. Dan saya juga berkesempatan untuk bercerita betapa tangguhnya motor Honda Revo ini.

Saya memang bangga dengan motor yang dibeli tahun 2017 ini. Saya berani bilang begini karena motor saya ini sudah pernah ke mana-mana lho dan nggak pernah mengecewakan. Ketika kuliah di Malang, hampir tiap bulan motor ini saya ajak melaju dari Lamongan ke Malang. Dan ketika melanjutkan kuliah di Jogja, ia juga menemani saya melibas jalanan dari Lamongan ke Jogja, begitu pula sebaliknya.

Semua genre jalan pernah saya lalui. Mulai dari jalanan yang penuh lubang, full macet, berkelok-kelok, bahkan tanjakan. Motor saya ini nggak pernah ada kendala. Pun ketika ke Bromo, dari penanjakan sampai lautan pasir, Honda Revo tetap bugar dan baik-baik saja. Oh, iya, motor ini juga gesit. Cocok sekali untuk melibas jalanan macet perkotaan.

Malang ke Semarang? Sepele

Perjalanan paling jauh yang pernah saya tempuh menggunakan Honda Revo adalah ketika “iseng” pulang-pergi dari Malang ke Semarang. Lebih dari 800 km. Dan tentu saja, tidak ada kendala apa pun selama perjalanan. Kecuali pinggang yang perlu sesekali dikencangkan.

Meski sering dipandang sebelah mata dan sepi peminat, saya berani bilang kalau Honda Revo ini bukan sekadar kendaraan pegawai koperasi, melainkan salah satu motor tangguh. Sebab, di daerah wisata dataran tinggi, saya beberapa kali melihat tukang ojek memakai motor ini. Di Bromo misalnya, ada beberapa bapak-bapak ojek motor yang pakai Honda Revo.

Selain di Bromo, saya juga pernah merasakan secara langsung menaiki ojek motor ketika ziarah ke makam Sunan Muria. Sebuah jalur ojek motor paling ekstrem ketika ziarah wali. Meski jumlah pemakai Honda Revo tidak mayoritas, tapi poin saya adalah motor Honda Revo ini juga bisa dipakai melibas jalanan menanjak.

Baca Juga:

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Selain tangguh, Honda Revo juga terkenal dengan hemat biaya. Motor dengan 110 cc ini memang cukup irit. Sebagai gambaran, jarak dari rumah saya (Lamongan utara) ke Jogja, yang kurang lebih 300 km, hanya perlu menyediakan uang bensin 50 ribu, itu pun masih sisa beberapa liter. Ini menggunakan pertamax, lho. Soal irit emang nggak masuk akal.

Bukan cuma bensin, tapi juga perawatan. Mulai dari harga ban, lampu, aki, dan segala sparepart lainnya tergolong murah ketimbang motor matic. Pajak tahunan juga demikian. Yah, sebuah motor yang ramah untuk kantong mahasiswa.

Honda Revo bikin seret jodoh?

Satu hal yang sering dikhawatirkan ketika pakai Honda Revo adalah susah dapat pasangan. Nah, dengan segala hormat, perlu saya luruskan kalau hal tersebut adalah mitos. Memang harus diakui kalau motor Honda Revo ini memang dianggap sebagai motor spesialis pegawai koperasi, tukang galon, sampai mas-mas ojek online.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap beberapa profesi di atas, tapi bagi saya, nggak ada hubungannya antara motor yang dipakai dengan keberhasilan mendapat pasangan. Sebab, semua tergantung orangnya. Ya, mosok gagal mendapatkan pacar malah nyalahin motornya. Harusnya muhasabah dong!

Oh, iya, sedikit cerita. Dulu sebelum pakai Honda Revo, saya sempat pakai Yamaha Vixion. Dan justru motor yang tipe seperti itu agak dihindari teman lawan jenis karena susah untuk boncengnya.

Saya pernah ada sebuah acara kelas. Kami rombongan pakai motor. Dan percayalah, Yamaha Vixion ini agak dihindari teman-teman cewek. Mereka lebih memilih naik motor matic atau bebek. Alasannya pun sederhana, bagi ciwi-ciwi UIN yang menggunakan rok, lebih mudah bonceng motor tersebut.

Pun kalau saya ingat-ingat, rasanya nggak pernah ada cewek yang nolak kalau saya boncengin pakai Honda Revo. Sebab memang nggak ada hubungan antara motor dan kemudahan mendapat pasangan. Sudahlah, kalau gagal mendapat pasangan jangan nyalahin faktor eksternal, dong!

Yah, pada akhirnya, cepat atau lambat dunia akan sepakat kalau Honda Revo memang motor idaman. Dipakai naik gunung? Bisa! Mau perjalanan jauh? Hayukkk. Sebab, berapapun jarak tempuhnya, bagi Honda Revo, semua hanya sebatas angka.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Honda Revo Lama, Pendamping Hidup Paling Setia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 Januari 2024 oleh

Tags: hondalamonganMalangMotor Honda RevoSemarang
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

motor honda astrea 800 Pol espargaro Honda scoopy Honda CT125 Honda CRF honda beat street motor matik MOJOK.CO honda c70

Mencintai Honda Beat, Sebuah Kisah Kasih Menjadi Seorang Beatkers

13 Juli 2020
Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

10 Januari 2024
Plis ya, Kampus di Malang Itu Banyak, Nggak Cuma Universitas Brawijaya doang!

Plis ya, Kampus di Malang Itu Banyak, Nggak Cuma Universitas Brawijaya doang!

27 November 2022
Jalan Ijen, Ruas Jalan Paling Cantik Seantero Kota Malang Sejak Zaman Kolonial

Jalan Ijen, Ruas Jalan Paling Cantik Seantero Kota Malang Sejak Zaman Kolonial

20 Februari 2024
Jalan Pantura Lamongan Memang Suram, Kok Bisa Lampu Penerangan Jalan Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Revo Saya?

Jalan Pantura Lamongan Memang Suram, Kok Bisa Lampu Penerangan Jalannya Kalah Terang sama Lampu Motor Honda Revo Saya?

16 Januari 2025
Jalan Kampung Kota Semarang, Jalur Mematikan bagi Orang Pantura

Jalan Kampung Kota Semarang, Jalur Mematikan bagi Orang Pantura

9 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik Mojok.co

4 Alasan Saya Meninggalkan iPusnas dan Beralih Membeli Buku Fisik

7 Februari 2026
Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Sudah Saatnya KAI Menyediakan Gerbong Khusus Pekerja Remote karena Tidak Semua Orang Bisa Kerja Sambil Desak-Desakan

Surat Terbuka untuk KAI: War Tiket Lebaran Bikin Stres, Memainkan Perasaan Perantau yang Dikoyak-koyak Rindu!

7 Februari 2026
Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak (Wikimedia Commons)

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

7 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.