Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
24 Februari 2026
A A
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi (monkasel-surabaya.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Surabaya bisa dibilang kota besar yang miskin soal tempat wisata yang ramah di kantong dan bernuansa alam. Sekali lagi, miskin bukan berarti tidak ada, tapi terbatas. Tidak banyak pilihan. Sedikit contoh, Pantai Kenjeran, Taman Surabaya, dan Taman Mangrove. Dalam kota ya kota tua, balai kota, dan tugu pahlawan. Semuanya terkesan monoton. Sisanya, destinasi healing di Surabaya terkenal agak mahal, kalau tidak ke mall, ya ke kafe yang agak bernuansa alam, atau taman private yang dikomersialisasikan.

Tapi terlepas dari itu, ada satu wisata edukasi di tengah kota yang sering jadi rekomendasi warga setempat ketika ke Surabaya, yaitu Monumen Kapal Selam Surabaya (Monkasel). Lokasinya ada di Jalan Pemuda No. 39, dekat Plaza Surabaya dengan jam operasional mulai dari pukul 08.00-21.00 WIB.

Monkasel ini merupakan kapal Pasopati 410 bertipe Whiskey Class buatan Uni Soviet tahun 1952. Monumen ini resmi dibuka sebagai wisata edukasi mulai 2 Oktober 1998. Konon, dulunya kapal ini sering dikaitkan dengan operasi Trikora untuk pembebasan Irian Barat, termasuk misi-misi penyusupan/operasi senyap yang secara psikologis menekan lawan.

Singkatnya, ketika masa penggunaannya berakhir, Pasopati ini tidak dibiarkan jadi besi tua. Kapal ini dipindahkan Surabaya dan diubah menjadi monumen. Lalu apa yang membuatnya jadi wisata yang cukup sekali saja dikunjungi?

Baca juga 4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Liburan ke Surabaya.

Wisata edukasi yang antiklimaks

Pertama, karena Monkasel ini wisata edukasi, informasi yang ada di dalamnya ini menarik, tapi antiklimaks. Jadi ketika masuk, ada perasaan berbeda karena ruangannya memang kapal asli yang digunakan operasi dan diisi oleh para tentara AL. Informasi peralatan di dalamnya dan sejarah yang disajikan pun cukup detail.

Akan tetapi, begitu ruang utama sudah dilewati, ya sudah tidak ada klimaks yang berarti sampai membuat seseorang berdecak kagum soal monument ini. Bandingkan dengan Museum Tsunami Aceh misalnya, yang sejak pintu masuk sudah memberi kesan emosional melalui lorong sempit dan gelap dengan air mengalir di dinding yang suaranya bergemuruh. Setelahnya, jalur dibuat naik ke ruang yang lebih lapang dan terang sebagai simbol harapan. Ada nilai filosofisnya.

Monumen Kapal Selam Surabaya tidak punya sentuhan klimaks yang bikin orang jadi punya kesan kagum soal keberadaannya. Tapi ya mau bagaimana lagi, keaslian objek apalagi yang berstatus sebagai monumen atau museum memang tidak bisa dipaksakan untuk sesuatu yang terlalu dibuat-buat.

Baca Juga:

Sidoarjo Nggak Perlu Capek-capek Saingan sama Surabaya, Cukup Perbaiki Jalan yang Lubangnya Bisa Buat Ternak Lele Saja Kami Sudah Bersyukur!

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

Jalur dalam Monumen Kapal Selam Surabaya itu sempit

Kedua, soal jalurnya yang memang relatif sempit. Di benak saya, entah kalau pengunjung lain, pasca dari Monkasel yang tertanam di pikiran adalah soal sempitnya, bukan soal kisah militernya. Ketika masuk, semuanya terasa rapat. Lorongnya sempit, banyak bagian yang bisa membuat orang harus mennoleransi yang lainnya, menunggu giliran, dan mengatur langkah.

Poin positifnya ya selain informasi sejarah, Monkasel mengajarkan pengunjungnya untuk menekan ego agar tidak merasa dirinya sebagai pusat kehidupan di dunia ini. Ya sebab kalau egois ya agak susah bergerak di dalamnya.

Baca juga Jalan Panggung, Sisi Lain Surabaya yang Tidak Pernah Saya Duga.

Nggak cantik untuk konten medsos

Ketiga, Monumen Kapal Selam Surabaya tidak cocok untuk konten media sosial. Mungkin, ketika berada di luar, kalian bisa mengambil foto kapal selam yang unik. Itu pun kalau cuaca gak panas, orang jadi betah untuk berswafoto.

Akan tetapi, kalau sudah masuk ke dalam, agak sedikit susah. Sebab cahaya di dalam Monkasel nggak ramah buat kamera HP. Sudutnya pun terbatas, ruangnya sempit, dan semua itu membuat kalian sadar bahwa tidak semua tempat wisata diciptakan untuk feed yang rapi. Ada tempat yang memang dibuat untuk pengetahuan, bukan untuk estetika, contohnya ya Monkasel ini.

Itulah beberapa alasan kenapa Monkasel saya labeli sebagai tempat wisata yang cukup sekali dikunjungi. Yah bukan berarti tempatnya jelek atau tidak penting. Seperti yang tulis sebelumnya soal wisata Goa Jatijajar. 

Ada destinasi yang memang seru untuk diulang karena menawarkan ketenangan, keseruan, dan ruang untuk membangun kenangan. Tapi, ada juga destinasi yang layak dikunjungi hanya untuk sekali datang. Bukan karena kurang, tapi karena pengalaman dan informasinya cukup sekali diterima. Dan, Monkasel adalah salah satunya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 7 Destinasi Wisata Bantul yang Nggak Spesial dan Cukup Dikunjungi Sekali Seumur Hidup.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 24 Februari 2026 oleh

Tags: kapal selammonumenMonumen Kapal SelamMonumen Kapal Selam Surabayamonumen surabayaSurabayawisata surabaya
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

Konsep Alun-Alun Surabaya Itu Menyalahi Kodrat, tapi Justru Paling Relevan di Zaman Sekarang

20 Oktober 2024
5 Tempat yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi di Surabaya terminal mojok (1)

5 Tempat yang Sebaiknya Tidak Dikunjungi di Surabaya

1 Desember 2021
4 Strategi Bertahan Hidup di Bangkalan Madura supaya Tetap Waras dan Bahagia, Setidaknya Tidak Sampai Gila!

4 Strategi Bertahan Hidup di Bangkalan Madura supaya Tetap Waras dan Bahagia, Setidaknya Tidak Sampai Gila!

6 Juni 2025
Kecamatan Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya (Unsplash)

Enaknya Tinggal di Jambangan, Kecamatan Paling Sukses di Surabaya

26 Desember 2023
Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil Mojok.co

Orang Madura Bukannya Nggak Paham Aturan, tapi Jalur Motor Jembatan Suramadu Terlalu Sempit hingga Terpaksa Menggunakan Jalur Mobil 

6 Januari 2024
Ilustrasi Madura Ditinggal Jawa Timur, Saatnya Jadi Provinsi Sendiri (Unsplash)

Madura Tertinggal, ketika Jawa Timur Maju Pesat Menjadi Alasan Kuat Madura Justru Harus Jadi Provinsi Sendiri

5 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli Mojok.co

9 Kasta Tertinggi Takjil yang Paling Sering Diperebutkan Pembeli

22 Februari 2026
Ilustrasi Bus Bagong Berisi Keresahan, Jawaban dari Derita Penumpang (Unsplashj)

Di Jalur Ambulu-Surabaya, Bus Bagong Mengakhiri Penderitaan Era Bus Berkarat dan Menyedihkan: Ia Jawaban dari Setiap Keresahan

20 Februari 2026
Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

Jalur Klemuk Kota Batu, Jalur Alternatif ke Pujon Malang yang Bikin Waswas Wisatawan, Jalur Maut yang Tak Digubris Pemerintah!

21 Februari 2026
Mimpi Lulusan S2 Mati di Jakarta, Masih Waras Sudah Syukur (Unsplashj)

Lulusan S2 Merantau ke Jakarta Sudah 3 Tahun: Kini Tidak Lagi Memikirkan Mimpi tapi Cara Bertahan Hidup dan Tetap Waras

18 Februari 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Maunya Motor Matic, tapi Terpaksa Pakai Supra buat Kuliah di Fakultas “Elite” di UGM demi Menyenangkan Ayah
  • Sahur dengan MBG, Nilai Gizinya Lebih Cocok untuk Mahasiswa ketimbang Anak Sekolah
  • 35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga
  • Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun
  • 7  Koleksi Buah Legendaris di Game Blox Fruits yang Jadi Incaran: Tak Cuma Memperkuat, Tapi Juga Jadi Aset Berharga
  • Pertama Kali Merantau ke Jogja: Kerja di Coffee Shop 12 Jam Gaji Rp10 Ribu Perhari, Capek tapi Tolak Pulang karena Gengsi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.