Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

6 Cara Menyiasati Monday Blues, Bebas Penat di Senin Pagi 

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
30 November 2024
A A
6 Cara Menyiasati Monday Blues, Bebas Penat di Senin Pagi Mojok.co

6 Cara Menyiasati Monday Blues, Bebas Penat di Senin Pagi  (unsplash,com)

Share on FacebookShare on Twitter

Monday blues perlu diatasi supaya hidup enteng sepekan ke depan. 

Kata-kata “I hate Monday” pasti tidak asing lagi di telinga. Entah sejak kapan, hari Senin menjadi musuh bersama. Perasaan hilang antusias kerap menyergap menjelang awal Minggu. Padahal, sumber dari segala kegalauan itu bukan hanya pada hari Senin.

Mungkin saja keresahan itu disebabkan beban kerjaan yang tak kunjung usai, kekhawatiran menghadapi presentasi, atau ingat kemacetan di jalan. Sementara, hati yang gembira adalah obat. Nah, supaya nggak Monday Blues dan Seninmu isinya nggak sambat melulu, berikut beberapa cara yang bisa dicoba.

#1 Bersenang-senang secara ugal-ugalan sejak Jumat sore

Mantra utama agar tetap semangat adalah berucap “Thanks, God, it’s Friday”. Mengungkapkan rasa syukur memberi afirmasi positif. Misalnya, mempersuasi diri bahwa Jumat merupakan hari pendek untuk berkutat di kantor.

Selanjutnya, manfaatkan selepas jam pulang untuk menyenangkan diri. Tidak ada yang salah dengan memberi self-reward setelah sepekan bekerja. Makan enak, belanja barang incaran di mall, window shopping, nonton di bioskop, atau sebatas ngopi cantik di kafe favorit bisa dipertimbangkan. Supaya nggak boncos, alokasikan dana foya-foya ini di anggaran bulanan.

#2 Olahraga itu penting, lebih oke lagi mau bergerak di bawah matahari

Menurut penelitian, endorphin merupakan hormon yang dibutuhkan tubuh guna meningkatkan suasana hati. Salah satu cara memicunya yakni berolahraga. Di samping itu, aktivitas tersebut akan menambah kualitas tidur sehingga kita semakin terjauh dari depresi.

Alangkah lebih bijak apabila olahraga dilakukan di alam terbuka. Melansir dari halodoc.com, berjalan selama 10 sampai 15 menit di bawah terik matahari pagi mampu meningkatkan kadar endorphin. Artinya, manfaat ganda diperoleh melalui berolahraga outdoor.

#3 Isi tangki cintamu di hari Sabtu, jangan gegoleran melulu

Sebagai makhluk sosial, sudah sewajarnya manusia membutuhkan interaksi. Walaupun rebahan sepanjang hari tampak menyenangkan, ada baiknya meluangkan momen bercengkrama bersama teman atau keluarga di hari Sabtu. Perlu diingat untuk memilih dan memilah orang yang pantas menemanimu.

Baca Juga:

Teori-teori yang Menjawab Misteri Hari Minggu Berlalu Lebih Cepat

8 Hal yang Biasanya Sering Kena Razia di Sekolah

Sebab, menghabiskan waktu bersama orang yang tidak satu frekuensi justru menguras energi. Opsi lainnya adalah bermain bersama binatang peliharaan. Yang terpenting, keinginan menyalurkan dan mendapatkan afeksi terpenuhi.

#4 Mulai adaptasi ringan kerjaan di hari Minggu siang

Penyesuaian diri adalah kunci. Oleh sebab itu, mulai menyentuh kerjaan di Minggu siang dapat meminimalisir rasa jengah di Senin pagi. Tak perlu langsung menuntaskan kewajiban saat itu juga. Sekadar menulis to do list sudah cukup sebagai ancang-ancang.

Mengetahui apa yang hendak ditangani lebih dini, membuat diri lebih siap. Selain itu, peluang ini memberi kesempatan untuk memikirkan metode paling efektif dalam merampungkan tugas. Ibarat kendaraan, tubuh dan otak juga memerlukan pemanasan sebelum menerjang kerjaan.

#5 Luangkan waktu sendiri di Minggu malam untuk mengisi ulang tenaga

Minggu malam merupakan waktu yang paling kritis. Sebagian orang merasa paling cemas di saat ini karena menyadari esok harus kembali menemui fakta. Maka, sediakan waktu sendiri. Singkirkan dulu tumpukan email dan obrolan WhatsApp tentang kerjaan.

Toh, kita akan ketemu rekan kantor juga esok hari. Jadi, mengapa harus buru-buru membalas pesan mereka? Berikan jeda tenang di hari petang agar bisa tidur cukup dan berkualitas. Memutar suara hujan atau menjajal meditasi bisa jadi alternatif peneduh suasana.]

#6 Hindari buka media sosial di Senin pagi, mendingan putar musik ketimbang cari validasi

Ketika pertama kali buka mata di hari Senin, kesampingkan keinginan untuk langsung menatap layar ponsel. Sebagai ganti alarm, manfaatkan jam beker nyaring yang diletakkan agak jauh dari tempat tidur sehingga lebih efektif membangunkan. Soalnya, kebiasaan ini berpotensi memicu kegelisahan yang sudah berhasil diredam di hari-hari sebelumnya.

Alasannya, membuka ponsel di pagi hari cenderung menggoda penggunanya untuk bermedia sosial. Selain menghabiskan waktu, hal ini berpeluang memicu perbandingan diri dengan orang lain. Pencapaian teman yang diunggah di akun mereka terkadang malah mengecilkan hati dan menyurutkan semangat. Daripada begitu, memutar musik energik jauh lebih menarik.

Mengatasi Monday Blues adalah tentang menemukan kedamaian pribadi. Dengan sedikit upaya, seseorang bisa mengubah sudut pandang menjadi lebih positif. Senin hanyalah sebatas penyebutan hari. Bagaimana menyikapi, kita yang pegang kendali.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 5 Tips supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 30 November 2024 oleh

Tags: hari seninmonday bluessenin
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

i hate monday

Slogan I Hate Monday: Memang, Apa sih, Salahnya Hari Senin?

9 September 2019
razia gerbang sekolah mojok

8 Hal yang Biasanya Sering Kena Razia di Sekolah

1 Agustus 2020
minggu lebih cepat tiba-tiba senin mojok

Teori-teori yang Menjawab Misteri Hari Minggu Berlalu Lebih Cepat

20 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
Purwokerto Dipertimbangkan Orang Kota untuk Slow Living, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru Mojok.co

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

22 April 2026
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.