Mitos Seputar Obat Mata Bintitan

Akhirnya karena saya terus mengeluh, ibu pun menyarankan beberapa obat mata bintitan berdasarkan mitos yang sejak kecil diceritakan oleh nenek.

Artikel

Avatar

Sepanjang usia saya lahir, hidup, dan besar di Indonesia, bagi saya Indonesia memang negara yang kaya. Kaya budayanya, kaya wisatanya, dan—termasuk mitosnya. Orang Indonesia bagian mana yang tidak memiliki mitos? Saya yakin semua daerah di Indonesia memiliki mitosnya masing-masing.

Masyarakat Indonesia yang penuh kreatifitas dari sejak nenek moyang, saya rasa lebih ahli membuat wacana dibanding orang-orang zaman sekarang. Terbukti banyaknya mitos-mitos jadul yang kesahihannya perlu diakui. Saking banyaknya mitos yang berkembang dan diceritakan oleh mulut ke mulut, kesahihan dari mitos lama-lama membuat skeptis. Hanya saja mereka tetap ada dan berkembang pada stigma masyarakat hingga dipercayai begitu saja dari generasi ke generasi.

Kalau kalian pernah mendengar mitos seputar obat mata bintitan, berarti kita sama. Kita mendengar tentang sebuah obat penawar sakit bintitan yang konon sebab dari bintitan itu sendiri juga dapat dikaitkan dengan mitos setempat—kita ini hidup di antara banyak mitos lho. Banyak yang mengaitkan mata bintitan itu disebabkan karena suka mengintip. Padahal jika kita menderita mata bintitan, mitos itu seolah-olah jadi penghakiman sendiri bagi kita.

Pernah sekali waktu mata saya sakit bintitan. Saya yang sudah merasa tidak betah akhirnya mengeluhkan soal ini kepada ibu saya. Walhasil, ibu saya malah mengatai saya sebagai pengintip.

Mitos penyebab mata bintitan sangat jauh dari ilmu medis yang sering saya kroscek ke Google atau bibi saya yang seorang bidan. Secara ilmu medis (menurut bibi saya) mata bintitan adalah penyakit mata yang disebabkan karena tersumbatnya kelenjar minyak oleh sel kulit mati, kotoran dan minyak. Adanya sumbatan itu menyebabkan menumpuknya bakteri pada mata yang dapat menyebabkan iritasi. Jauh kan sama mitos yang dibilang ibu saya?

Akhirnya karena saya terus mengeluh, ibu pun menyarankan beberapa obat bintitan berdasarkan mitos yang sejak kecil diceritakan oleh nenek. Saya pun setengah terkejut dan hampir berpikir kalau ibu saya ini nyeleneh.

Baca Juga:  Balada Pengguna WhatsApp: Jika Penting dan Genting Itu Telepon, Bukan PING!

Mengoleskan air liur pertama setelah bangun tidur dan sebelum kita makan atau minum sesuatu

Mata bintitan dapat diatasi dengan obat yang murah meriah dan bisa kita dapatkan dari tubuh kita sendiri. Yap! Air liur atau kalau kata ibu sih idu wayoh (air liur pertama setelah bangun tidur). Cairan enzim yang jika kita lihat secara kasat mata ini bisa tampak sangat menjijikkan. Namun menurut mitos, air liur dapat berkhasiat sebagai obat mata bintitan yang manjur. Weladalah!

Air liur yang digunakan tidak boleh sembarangan. Air liur yang dapat berkhasiat adalah air liur kita setelah bangun tidur dan sebelum makan atau minum apapun. Kata ibu, saat itulah air liur kita bersih dari bakteri dan sisa makanan. Namanya air liur diapa-apain tetap menjijikkan ya, gais. Tapi ini serius, menurut mitos, air liur pertama kita setelah bangun tidur dapat menjadi obat mata bintitan.

Mengoleskan air seni pertama setelah bangun tidur

Hal menjijikkan kedua yang menjadi mitos seputar obat bintitan adalah air kencing seni pertama kali yang kita buang setelah bangun tidur. Caranya, kita dapat menadahi sebagian air seni kita ke dalam gelas plastik. Lalu oleskan air seni itu di area mata yang bintitan.

Saya tidak habis pikir. Saya pikir, air seni adalah air sisa metabolisme tubuh yang terdapat banyak bakteri. Tapi menurut ibu berdasarkan mitos, air seni pertama setelah bangun tidur adalah air seni yang bersih. Karena air seni tersebut bukan hasil dari pembuangan sisa minuman yang kita konsumsi. Ini air seni yang biasanya kita pipis itu loh gais. Iyaaa yang sering kita buang di WC. Menjijikkan sekali yhaaa?

Mengoleskan bawang putih

Baca Juga:  Pasar Tradisional dengan Segala Keunikan Transaksi dan Interaksinya

Untuk mitos seputar obat mata bintitan yang satu ini mungkin masih dapat berterima dibanding obat-obat sebelumnya. Pasalnya, di dalam bawang putih memang terdapat banyak senyawa yang dapat dijadikan obat dan biasa digunakan untuk ramuan herbal. Bawang putih juga sering digunakan untuk mengatasi masalah jerawat, dan bahkan pada beberapa artikel mengatakan bahwa bawang putih dapat menangkal kolesterol.

Mengoleskan kotoran hidung

Iya, ketika baca kotoran hidung yang ada di pikiran kalian pasti ya gumpalan-gumpalan upil. Upil yang sering kita anggap menjijikkan—menurut mitos dapat mengempeskan benjolan bintit pada mata. Alih-alih terdiri dari banyak bakteri yang terdapat pada kotoran hidung, entah uji klinis apa yang telah dilakukan, kotoran hidung bisa digunakan sebagai obat mata bintitan.

Awalnya saya bergidik jijik. Mata bintitan adalah penyakit yang disebabkan karena adanya bakteri pada bagian mata. Namun beberapa mitos di atas justru mengatakan sebuah hal yang menjijikkan dapat dijadikan obat mata bintitan yang mujarab. Bagaimana? Pernah mencoba salah satu obat mata bintitan di atas?

Saya sih pernah mengoleskan potongan bawang putih ke mata bintitan saya. Hasilnya? Tidak buruk juga. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.
---
332 kali dilihat

2

Komentar

Comments are closed.