Eksistensi Bekam di Korea: Bukan Pengobatan yang Asing, BTS pun Pernah Coba – Terminal Mojok

Eksistensi Bekam di Korea: Bukan Pengobatan yang Asing, BTS pun Pernah Coba

Artikel

Beberapa waktu lalu, saya menjadi sopir pribadi bagi ibu saya yang mau pergi bekam. Awalnya saya ogah buat mengantar lantaran agak ngeri-ngeri sedap membayangkan terapi satu ini. Tapi sebagai anak yang berbakti dan sudah dibayarin bikin SIM, saya pun berangkat menuju rumah sepupu demi mengantar sang Ibu Negara.

Bagi sebagian orang, terapi bekam mungkin terdengar asing. Atau mungkin kalian pernah liat pamflet iklan bekam di lampu merah, tapi nggak tahu secara pasti metodenya kayak gimana. Bekam sejatinya adalah terapi tradisional yang berasal dari Tiongkok dan sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Dalam beberapa sumber, disebutkan juga bahwa terapi alternatif ini berawal di Timur Tengah dan Mesir.

Cara kerja bekam adalah dengan memvakum kulit dan mengeluarkan darah statis atau kental dari dalam tubuh. Bekam modern sebagian besar sudah pakai cangkir (cup) yang berbahan dasar silikon dan pompa karet. Setelah melakukan terapi ini, pasti akan muncul bekas kemerahan sampai keunguan. Tapi nggak usah khawatir karena bekasnya bakal berangsur-angsur hilang dalam 10 hari.

Di tempat terapi yang saya kunjungi itu, saya menemukan pemandangan yang aneh dan mengejutkan. Sambil menonton sepupu saya yang lagi mensterilkan cup dengan cairan alkohol, saya melihat ada tulisan hangeul di kotak cup tersebut. Begitu lihat huruf hangeul itu, saya biasa aja sebenarnya, nggak heboh. Malahan saya langsung teringat iklan kalung kesehatan Ginsamyong yang biasanya tayang berjam-jam di saluran TV nasional di hari Minggu, yang (katanya) juga original made in Korea.

Tapi waktu dalam perjalanan pulang ke rumah, saya jadi penasaran, di Korea ada bekam nggak, ya? Lee Min-ho pernah coba nggak, ya? Alatnya saja buatan Korea, masa nggak ada orang Korea yang pakai? Sambil nyetir dan nyalip sana-sini di Jalan Bantul yang waktu itu lumayan ramai, saya bikin catatan dalam ingatan buat cari info mengenai bekam kalau sudah sampai rumah.

Setelah menyelam lama di Google dan Twitter mencari informasi tentang bekam di Korea, yang informasinya sangat terbatas dalam bahasa Indonesia, saya berhasil menemukan beberapa poin berikut.

#1 Bukan hal baru di Korea

Bahasa Korea dari alat bekam (cupping device) adalah buhang-gi. Saya iseng-iseng mencari buhang-gi dalam hangeul di Google dan langsung menemukan banyak marketplace Korea yang menjual alat ini. Bahkan ada pula suggestions yang muncul bertuliskan buhang-gi sayong-beob atau cara menggunakan alat tersebut. Ini artinya, warga Korea sudah banyak yang pakai karena sudah banyak yang mencarinya di search engine.

Sewaktu saya membaca sebuah catatan dari seorang dokter Korea, blio menuliskan bahwa di tahun 2013 belum banyak orang Korea yang kenal bekam. Mereka nggak tahu nama terapi yang dikasih oleh dokter dan hanya bisa niteni terapi dari bekasnya saja. Tapi disebutkan juga kalau akhir-akhir ini mulai banyak orang Korea yang mengenal pengobatan tradisional bekam karena banyak artis Hollywood dan atlet dunia yang mempopulerkannya.

#2 Dilakukan di klinik dan ditangani oleh tenaga medis

Waktu saya lagi asyik menggulir layar dan mencari informasi di Google, saya menemukan sebuah laman dari Korea Selatan yang fungsinya untuk menemukan klinik di sekitar pengguna (find clinics nearby). Web itu merekomendasikan saya klinik yang menyediakan layanan terapi bekam di seluruh Korea Selatan. Di bawahnya, ada sebuah laman berisi ulasan mengenai bekam yang ditulis oleh seorang dokter.

Biasanya penanganan pasien dengan metode bekam di Indonesia mayoritas dilakukan oleh ahli yang memang sudah mudeng ilmu bekam luar dalam, lain halnya dengan Korea Selatan yang justru tenaga medis yang sudah mendapat pendidikan formal yang biasanya membekam pasien. Nggak cuma di ibu kota Seoul, klinik bekam juga bisa kita temukan sampai kota Iksan, Provinsi Jeolla.

#3 Artis Korea juga ada yang pernah coba

Pertanyaan saya tentang artis Korea pernah mencoba bekam atau nggak akhirnya terjawab di Twitter. Ada salah seorang penonton drakor yang bikin cuitan bahwa di salah satu adegan dalam drama “Zombie Detective”, ada seorang tokoh yang baru saja dibekam sekujur tubuh.

Selain itu, ada pula beberapa akun penggemar ARMY yang pernah mencuit bahwa J-Hope, V, dan Suga BTS pernah dibekam pada tahun 2018 lalu. Kabarnya, jadwal yang padat dan melelahkan saat sedang melakukan tur keliling dunia yang jadi alasan oppa-oppa kesayangan saya ini menjajal terapi tersebut. Bekam memang dipercaya bisa meringankan nyeri otot. Jadi, wajar saja kalau mereka memilih terapi ini buat mengobati rasa capek gara-gara manggung dan interview sana-sini.

Begitulah secercah informasi mengenai bekam di Korea, yorobun. Mungkin di masa depan, pas kalian lagi capek liburan keliling Itaewon dan Hongdae, atau masuk angin habis ngerjain tesis pas lagi kuliah di Korea, nggak perlu bingung lagi cari pertolongan pertama karena bekam gampang dicari.

BACA JUGA Alasan Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Pengobatan Alternatif daripada Pengobatan Medis dan tulisan Noor Annisa Falachul Firdausi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.