Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
5 Januari 2026
A A
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kebumen itu kota yang unik. Lokasinya strategis di jalur Pantura, punya pantai selatan yang keren, dan makanannya enak-enak. Tapi entah kenapa, setiap kali ada orang luar yang mau berkunjung ke Kebumen, mereka selalu bertanya hal aneh yang bikin saya sebagai orang Kebumen mikir, “Kok bisa sampai percaya gitu?”

Ternyata ada beberapa mitos tentang Kebumen yang beredar luas dan bikin orang luar berpikir dua kali sebelum berkunjung ke sini. Padahal kalau dipikir-pikir mitos-mitos ini cuma sebatas urban legend yang entah datang dari mana. Apa saja mitos yang dimaksud? Ini dia.

#1 Orang Kebumen pakai bahasa Jawa tingkat tinggi yang bikin orang luar daerah nggak ngerti sama sekali

Ini adalah mitos paling populer. Konon katanya, bahasa Jawa Kebumen itu begitu halus dan rumit sampai orang Jogja dan Solo saja bingung. Ada yang bilang kalau belum belajar bahasa Jawa tingkat tinggi, jangan coba-coba ke Kebumen karena kamu bakal dianggap nggak sopan atau malah nggak akan diladeni sama sekali.

Kenyataannya? Ya ampun, santai banget lah.

Memang benar orang Kebumen umumnya memakai bahasa Jawa krama (halus), tapi bukan berarti kami nggak bisa bahasa Indonesia atau ngoko (kasar). Justru kami itu sangat adaptif. Kalau ketemu orang luar yang nggak mengerti bahasa Jawa, kami langsung switch ke bahasa Indonesia, kok.

Yang bikin mitos ini bertahan karena memang ada orang tua yang konsisten menggunakan bahasa krama inggil (halus banget), terutama di acara formal. Tapi kalau kamu cuma mau beli soto atau tanya jalan, bahasa Indonesia standar saja sudah lebih dari cukup untuk berkomunikasi dengan kami.

Nggak usah takut disangka nggak sopan. Wong yang jualan juga kadang malah langsung pakai bahasa Indonesia duluan biar kamu nggak bingung. Jadi, nggak usah takut bingung, orang Kebumen itu ramah, nggak segalak mitos yang beredar.

#2 Daerah angker, banyak tempat mistis yang nggak boleh didatangi sembarangan!

Kalau kamu googling “Kebumen” dan “mistis” dalam satu kalimat, pasti bakal ketemu ratusan artikel tentang tempat-tempat angker di Kebumen. Mulai dari Goa Jatijajar yang katanya rumahnya Roro Mendut, Pantai Karangbolong yang sering ada penampakan, sampai persimpangan-persimpangan tertentu yang katanya sering ada “penunggu”.

Baca Juga:

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Mitos ini bikin banyak orang luar yang mau ke Kebumen jadi parno. Ada yang sampai bawa-bawa air putih seteko, tumblr berisi daun-daun aneh, atau bahkan rajah dari paranormal langganan. Padahal ya… Kebumen kota biasa saja.

Iya, ada beberapa tempat yang punya cerita mistis. Tapi coba tunjukkan satu kota di Jawa yang nggak punya cerita mistis? Semua punya. Bahkan Jakarta yang super modern aja masih ada cerita pocong di fly over atau kuntilanak di mall. Jadi, Kebumen nggak spesial-spesial amat dalam urusan mistis ini.

Goa Jatijajar yang katanya angker? Itu sekarang tempat wisata yang ramai dikunjungi keluarga. Pantai Karangbolong? Ramai banget pas weekend, penuh anak muda selfie. Yang angker paling cuma harganya kalau lagi musim liburan bisa naik dua kali lipat.

Jadi, kamunggak perlu bawa jimat atau tumbler air aneh-aneh. Cukup bawa uang cash karena banyak tempat di Kebumen yang belum support QRIS.

#3 Makanan Kebumen pedasnya sadis, siap-siap minta ampun

Ini mitos yang cukup banyak dipercaya, terutama setelah viral beberapa video orang luar yang kepedesan makan sate ambal atau soto Pak Nardi. Mereka sampai keringetan, mukanya merah, dan ujung-ujungnya minum es teh sampai lima gelas.

Dari situ mulailah beredar cerita bahwa makanan Kebumen itu pedasnya level maksimal. Ada yang bilang, cabai Kebumen itu dibiakkan khusus biar lebih pedes. Ada juga yang bilang, orang Kebumen itu lidahnya udah kebal pedas sejak kecil.

Faktanya? Kebumen memang punya makanan pedas, tapi nggak semua makanan di sini pedas banget.

Sate ambal boleh pedas, tapi kamu bisa kok minta nggak pake sambel atau pake sambel dikit. Soto ayam Pak Karso yang legendaris itu malah nggak pedas sama sekali malah gurih dan hangat pas buat sarapan. Soto daging Pak Nardi emang pedas, tapi itu karena banyak orang yang suka minta level “pedas mampus” buat eksistensi. Kalau minta level normal, ya biasa aja.

Intinya komunikasi adalah kunci. Bilang saja dari awal, “jangan pakai sambal” atau “sambal sedikit aja”. Dijamin aman.

#4 Jalanannya sepi dan nggak ada hiburan, cocoknya buat pensiun aja

Mitos ini sering banget diucapkan sama orang Jakarta atau Surabaya yang terbiasa dengan kemacetan dan hiruk pikuk kota besar. Mereka pikir Kebumen itu kota kecil yang jalannya sepi, nggak ada mall, nggak ada bioskop, dan satu-satunya hiburan cuma duduk di teras rumah sambil melihat ayam tetangga lewat. Padahal Kebumen nggak sesepi itu.

Kebumen memang nggak punya kemacetan kayak Jakarta. Tapi bukan berarti sepi total. Jalanan utama kayak Jalan Arungbinang atau Jalan Pahlawan itu ramai banget, terutama sore dan weekend. Ada alun-alun yang selalu penuh anak muda nongkrong, ada Rita Mall (walaupun kecil tapi lumayan), ada bioskop di sana, dan ada puluhan kafe yang Instagramable buat anak-anak hits.

Kebumen juga punya pantai yang bagus-bagus seperti Pantai Logending, Menganti, Petanahan, Karangbolong. Ada Waduk Wadaslintang buat yang suka pemandangan danau. Ada Goa Petruk, Goa Jatijajar, dan masih banyak lagi tempat wisata lain yang bahkan orang Jakarta pun belum tentu punya.

Jadi, jangan berpikir Kebumen itu kampung terpencil yang cuma cocok buat pensiun. Kota ini punya segala-galanya dalam porsi yang pas nggak terlalu ramai sampai bikin stres, tapi juga nggak sepi sampai bikin bosen.

#5 Orang Kebumen kolot dan susah menerima hal baru

Mitos terakhir ini agak sensitif, tapi sering banget diucapkan sama orang luar. Konon, orang Kebumen itu kolot, tertutup, dan susah menerima hal-hal baru. Katanya kami kekeuh sama tradisi lama dan curiga sama orang luar yang bawa ide-ide modern. Padahal ini salah besar.

Orang Kebumen justru sangat terbuka dan adaptif. Buktinya? Sekarang banyak banget kafe kekinian di Kebumen yang konsepnya nggak kalah sama kafe-kafe di Jogja atau Bandung. Ada co-working space, ada kedai kopi specialty, ada toko baju thrift yang hits. Startup lokal juga mulai bermunculan, terutama di bidang kuliner dan fashion.

Anak muda Kebumen sekarang juga aktif banget di media sosial. Ada yag bikin konten TikTok, jualan online, bahkan ada yang jadi influencer lokal dengan puluhan ribu followers. Pokoknya nggak kalah update dari anak muda kota besar.

Yang bikin mitos ini muncul mungkin karena memang ada generasi tua yang masih pegang teguh tradisi. Tapi itu kan wajar? Di kota manapun juga ada generasi tua yang seperti itu. Bukan berarti seluruh Kebumen kolot.

Jadi, kalau kamu orang luar yang ragu mau ke Kebumen gara-gara mitos-mitos di atas, buang jauh-jauh keraguan itu. Kebumen adalah kota yang ramah, nyaman, dan punya banyak hal menarik untuk dieksplorasi.

Datang aja dengan pikiran terbuka dan tanpa prasangka. Dijamin, kamu bakal pulang dengan kenangan indah dan mungkin satu dus sate ambal buat oleh-oleh.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Aturan Tak Tertulis ketika Menetap di Kebumen yang Harus Kamu Tahu Biar Nggak Kaget.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Januari 2026 oleh

Tags: jawa tengahKabupaten KebumenKebumenkebumen jawa tengahkota kebumenMitos
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

bukit gundaling medan perpisahan mitos mojok

Cerita Pedih di Balik Mitos Bukit Gundaling

1 Maret 2021
Klasemen Zodiak Paling Ndakik Berdasarkan Tanggal Lahir Tokoh Anime ramalan zodiak

Fakta Santuy Ramalan Zodiak: Dari yang Katanya Mirip Hingga Hanya Tertarik

2 Oktober 2019
Hal yang Biasa di Semarang, tapi Tidak Lumrah di Magelang Mojok.co

Hal yang Biasa di Semarang, tapi Tidak Lumrah di Magelang

7 Oktober 2024
Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini

Juwana Pati Bukan Tempat yang Tepat untuk Mencari Ketenangan, Jangan Pensiun di Sini!

3 Mei 2024
5 Tempat di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi terminal mojok

5 Tempat di Solo yang Sebaiknya Nggak Dikunjungi

10 November 2021
Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

Purworejo: Kabupaten dengan Hari Jadi yang Labil dan Stasiun Kereta Mati Suri

2 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

Jalan Adi Sumarmo Ngabeyan Kartasura, Jalan Penghubung Bandara Adi Soemarmo yang Bikin Pengendara Waswas

28 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Ilustrasi Desa Sriwulan Kendal, Desa dengan Omzet Rp1,5 Miliar per Tahun (Wikimedia Commons)

Desa Sriwulan Kendal Bangkit Tanpa Berisik, Kini Menjadi Desa Wisata dengan Omzet Hampir Rp1,5 Miliar per Tahun

25 Januari 2026
Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

Stasiun Cawang, Stasiun yang Bikin Saya Nangis Bawang Saking Ramenya yang Nggak Masuk Akal

26 Januari 2026
Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya Mojok.co

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

29 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.