Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Misteri Deretan Kalender sebagai Garansi Kelezatan Warung Makan

Erma Kumala Dewi oleh Erma Kumala Dewi
10 Mei 2023
A A
Misteri Deretan Kalender sebagai Garansi Kelezatan Warung Makan

Misteri Deretan Kalender sebagai Garansi Kelezatan Warung Makan (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Pernah nggak kalian berkunjung ke warung makan yang dindingnya disesaki kalender? Mana angka tahunnya sama lagi, bukan sisa kalender bertahun-tahun lalu yang lupa dicopot. Sepintas memang terlihat ganjil. Kalau sekadar buat lihat tanggalan kan satu kalender saja cukup. Nggak perlu memajang deretan kalender yang terkadang jaraknya juga berdekatan.

Konon katanya warung makan yang punya banyak pajangan kalender itu bisa memberikan garansi kelezatan. Lah kok bisa gitu? Apa hubungannya kalender sama rasa makanan? Ternyata ada hubungannya lo. Nih, simak baik-baik penjelasannya.

Asal-usul tempelan kalender di warung makan

Zaman dulu, media pengiklanan belum seperti sekarang. Nggak ada yang namanya endorse influencer. Beriklan di media digital juga masih minim. Jadilah para pemilik usaha mengiklankan produknya melalui media cetak. Selain beriklan di surat kabar, kalender juga menjadi salah satu media untuk beriklan.

Para pemilik pabrik maupun toko tak segan memberikan kalender secara percuma kepada warung makan. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan. Mengingat pengunjung warung makan yang dijadikan target beriklan pasti punya banyak pengunjung. Yo ndak mungkin to orang nunut ngiklan di warung yang sepi pembeli.

Harapannya sembari para pengunjung tadi menunggu pesanan ataupun makan, mereka bisa melirik nama toko yang terpampang di kalender. Sekadar meningkatkan brand awareness aja gitu. Lumayan kan bisa beriklan ke banyak orang secara gratis tanpa banyak usaha.

Maka dari itu pada setiap warung makan (terutama jadul) yang ramai pengunjung, kita akan sering menjumpai deretan kalender. Sebab banyak pihak yang numpang beriklan di sana. Entah dari toko emas, toko bangunan, toko kue, berbagai pabrik, hingga bank.

Iklan kalender yang masih bertahan di tengah zaman

Umumnya warung makan yang masih setia memajang deretan kalender sudah eksis begitu lama. Mungkin sudah berumur puluhan tahun, hingga telah diwariskan ke beberapa generasi. Jika berhasil bertahan selama itu, berarti rasa masakannya memang banyak digemari. Buktinya pelanggan terus kembali ke sana meskipun tahun telah berlalu. Bahkan pelanggan generasi baru juga terus berdatangan.

Maka dari itu, beriklan lewat kalender masih terus dipertahankan. Sebab nggak ada salahnya beriklan dengan metode apa pun asal brand awareness bisa naik. Lagi pula, beriklan melalui kalender tidak memerlukan modal yang begitu besar.

Baca Juga:

5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

Cara Kotor Warung Makan Menarik Pembeli: Punya Banyak Menu, tapi Sering Kosong

Mutu makanan > estetika ruangan

Warung makan yang demikian juga tipikal yang sangat menjaga kualitas makanannya. Persetan dengan estetisme ruangan. Mereka nggak mau latah ikut-ikutan tren zaman yang lagi gandrung segala hal yang estetik.

Kalau dilihat-lihat memang deretan kalender itu cenderung dipajang seadanya. Nggak ada pertimbangan yang ndakik-ndakik dalam mendesain tata letak di warung makan tersebut. Khusus urusan tempat yang penting terlihat bersih dan rapi saja, nggak muluk-muluk. Para pemilik warung makan legendaris ini lebih concern untuk menjaga mutu makanan. Biar rasanya tetap sama dengan buatan kakek nenek mereka puluhan tahun lalu.  

Biasanya kita lebih mudah menemukan warung makan yang memajang deretan kalender di kota-kota kecil. Sebab berbeda dengan kota-kota besar yang pergerakannya lebih cepat, segala hal di kota kecil ini terasa berjalan lambat. Segala hal lebih mudah terjaga sebagaimana asal mulanya. Termasuk budaya beriklan melalui kalender dan memajangnya di dinding warung.

Warung makan legendaris di Jogja yang memajang banyak kalender

Saya rasa di berbagai kota di Indonesia sangat banyak warung-warung makan yang setia menyesaki dindingnya dengan kalender. Tidak terkecuali di Jogja. Beberapa di antaranya memang sudah sangat terkenal bahkan melegenda hingga ke luar Jogja. Berikut di antaranya:

Dari sekitaran kampus UGM ada SGPC Bu Wiryo yang namanya sangat melegenda bagi alumni UGM angkatan lama. Warung makan sederhana yang kini banting setir menjadi tempat makan elit ini sudah ada sejak 1959. Dari presiden, gubernur, hingga para menteri pernah menjadi langganan SGPC Bu Wiryo semasa kuliah. Hingga kini, warung makan ini masih ramai pembeli dan menjadi salah satu tempat reuni favorit para alumni UGM.

Berikutnya ada Soto Kadipiro, salah satu tempat makan soto yang tersohor di Jogja. Warung soto ini kerap menjadi tujuan wajib para perantau yang pulang maupun wisatawan yang sekedar mampir ke Jogja. Usaha soto ini sudah ada sejak tahun 1921, sebelum Indonesia ada. Segalanya masih dipertahankan seperti semula, terutama resepnya. Bahkan konsep bangunannya masih mempertahankan unsur tradisional, biar suasana nostalgianya semakin kental.

Yang terakhir ada tongseng ayam Sudimoro di dekat Pasar Bantul. Warung ini bisa menjadi alternatif untuk kalian yang nggak bisa makan tongseng kambing. Selain tongseng ayam, cobain juga tempe koro yang jarang kita jumpai di tempat lain. Tongseng Sudimoro disebut-sebut sebagai salah satu tongseng terenak dan wajib dikunjungi di Jogja. Resep, teknik memasak, dan jensi alat masaknya masih dipertahankan keasliannya sejak 1965. Nggak heran kalau warung ini tak pernah sepi pembeli.

Garansi yang hakiki

Sebenarnya masih banyak sekali warung makan legendaris di Jogja yang dibuktikan dengan kehadiran deretan kalender pada dindingnya. Sudah puluhan tahun bahkan ada yang berumur satu abad, namun warung tersebut nyatanya tak pernah kekurangan pembeli.

Kesimpulannya warung makan yang banyak menempel kalender memang legit ya, Guys. Jadi jangan ragu-ragu lagi buat berkunjung dan nyobain masakannya.

Penulis: Erma Kumala Dewi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Warung Makan Legendaris di Jogja yang Sudah Ada Sejak Sebelum Indonesia Merdeka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Mei 2023 oleh

Tags: garansijaminankalendersgpc bu wiryosoto kadipirowarung makan
Erma Kumala Dewi

Erma Kumala Dewi

Penggemar berat film kartun walaupun sudah berumur. Suka kulineran dan kekunoan.

ArtikelTerkait

Bukan Sekadar Warung Makan, Warmindo Bisa Juga Jadi Tempat “Konseling”  Mojok.co

Bukan Sekadar Warung Makan, Warmindo di Jogja Juga Jadi Tempat “Konseling” 

1 Juli 2024
5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

5 Rekomendasi Warung Makan Tanpa Tukang Parkir Dekat Unsoed Purwokerto, Semoga Tukang Parkir Nggak Baca Ini!

30 September 2025
Pahami, Membuka Warung Makan Tak Cukup Modal Nekat Saja terminal mojok

Membuka Warung Makan Tak Cukup Modal Nekat Saja, Pahami Langkah-langkah Berikut

9 Juni 2021
Cara Kotor Warung Makan Menarik Pembeli: Punya Banyak Menu, tapi Sering Kosong Mojok.co

Cara Kotor Warung Makan Menarik Pembeli: Punya Banyak Menu, tapi Sering Kosong

27 Desember 2024
Menggugat Warung Makan yang Lupa Mematikan GoFood, ShopeeFood, Atau GrabFood: Dosa Besar Bikin Repot Banyak Orang!

Menggugat Warung Makan yang Lupa Mematikan GoFood, ShopeeFood, dan GrabFood: Dosa Besar Bikin Repot Banyak Orang!

22 Desember 2024
3 Warung Makan Dekat UIN SAIZU Purwokerto, Pemadam Kelaparan Ramah Kantong Mahasiswa Terminal Mojok

3 Warung Makan Dekat UIN SAIZU Purwokerto, Pemadam Kelaparan Ramah Kantong Mahasiswa

27 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Aturan Kereta Api Bikin Bingung- Bule Tenggak Miras Dibiarkan (Unsplash)

Pengalaman Naik Kereta Api Segerbong dengan Bule yang Membawa Miras Membuat Saya Mempertanyakan Larangan Ini

5 Februari 2026
Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja Mojok.co

8 Kasta Saus Indomaret dari yang Pedas hingga yang Biasa Aja

4 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.