Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mio Karbu: Motor Matic Paling Bermasalah. Udah Boros Bensin, Langganan Mogok pula

Iqbal AR oleh Iqbal AR
14 Juni 2024
A A
Mio Karbu: Motor Matic Paling Bermasalah. Udah Boros Bensin, Langganan Mogok pula

Mio Karbu: Motor Matic Paling Bermasalah. Udah Boros Bensin, Langganan Mogok pula (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada masanya motor Yamaha Mio menjadi primadona di kancah permotoran duniawi. Apalagi jika menengok sekitar 15-20 tahun ke belakang, ketika motor matic belum seramai sekarang. Saat itu, motor matic memang masih jarang. Orang lebih mengenal motor bebek dan motor kopling. Maka tidak heran jika kemunculan Yamaha Mio—varian Mio Sporty karbu—pertama kali pada tahun 2003 atau 2004 jadi semacam angin segar bagi pengguna motor.

Ketika Yamaha Mio pertama kali muncul—atau biasa disebut juga Mio karbu—, animo masyarakat cukup ramai. Mio adalah satu dari beberapa motor matic pertama yang rilis di Indonesia. Tak banyak saingannya saat itu. Paling hanya Kymco atau Nouvo. Honda BeAT belum rilis pada tahun itu, Honda baru merilis BeAT pada tahun 2008. Maka tidak heran jika Mio jadi impian dan target para pembeli, terutama para wanita, yang mana varian Mio Sporty dan Mio Smile ini punya body yang “feminin”.

Mio karbu cukup lama bertahan sebagai motor yang paling laris di pasaran. Selain karena saingannya sedikit, Mio juga bisa dibilang jadi motor yang bentuknya keren. Meskipun desainnya feminin, banyak juga cowok yang memakai Mio ini. Maka tak heran jika dulu ada masanya kita sering sekali melihat Mio karbu lalu-lalang di jalanan. Ya mirip dengan situasi Avanza-Xenia saat ini lah.

Akan tetapi popularitas Mio karbu segera terganti. Honda mulai bergerak dengan merilis Honda BeAT dan Vario yang harus diakui secara konsumsi bahan bakar lebih irit. Ditambah lagi kemunculan teknologi injeksi yang menggantikan karburator pada motor. Tak heran jika perlahan Mio karbu ditinggalkan.

Mio karbu, motor sahabat SPBU

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Mio karbu adalah motor yang boros. Bahkan orang-orang menyebut motor satu ini sahabat SPBU. Iya, semua orang yang pernah atau masih memakai motor ini punya keluhan yang sama. Padahal di awal kemunculannya, motor ini katanya irit. Tapi itu sebelum ada pembandingnya seperti Honda BeAT dan Vario, serta sebelum ada teknologi injeksi.

Saya jadi merasa beruntung tidak kesampaian punya Mio karbu mengingat dulu saya pengin banget dibelikan motor ini. Untungnya keluarga saya tidak punya banyak uang dan motor Supra X 100 CC punya ayah masih bisa saya pakai. Sehingga saya terhindar dari motor yang katanya boros itu.

Beberapa teman saya yang masih menggunakan Mio karbu pun mengeluhkan borosnya konsumsi BBM motor ini. Mereka mengeluh motor mereka selalu haus bensin padahal settingan motor mereka normal, tidak ada mesin yang dimodifikasi. Ketika harga BBM naik beberapa waktu lalu, teman-teman saya pengguna Mio karbu misuh paling kencang.

Saya coba bandingkan konsumsi BBM Mio karbu teman saya dengan konsumsi BBM motor saya yang sama-sama masih pakai karburator, Suzuki Skydrive. Suzuki Skydrive saya belikan Pertalite Rp25 ribu bisa untuk 3 hari kalau dipakai berkendara dari Batu ke Malang PP (jaraknya 40 kilometer PP), dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Itu pun kadang masih sisa sedikit di tangki. Sementara itu Mio karbu teman saya diisi Pertalite dengan jumlah sama dan dipakai melaju dengan jarak dan kecepatan sama, baru dua hari sudah kehabisan bensin.

Baca Juga:

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

Sengaja Beli Honda Vario 160 untuk Pamer Berakhir Penyesalan karena Jadi Repot Sendiri

Langganan keluar masuk bengkel

Rupanya keluhan pengguna Mio karbu tak berhenti pada borosnya konsumsi BBM. Motor ini rupanya cukup sering keluar masuk bengkel alias jadi sahabat para montir.

Sebenarnya masalah Mio karbu ya itu-itu saja. Kalau nggak gasnya brebet, susah nyala (baik di-starter atau diengkol), atau kelistrikannya yang lemah. Sebenarnya ini semua masalah standar motor matic karbu lah. Tapi entah kenapa motor ini jadi motor matic karbu yang langganan keluar masuk bengkel menurut teman-teman saya dan para montir di bengkel langganan saya.

Sudah tidak terhitung berapa kali teman saya minta bantuan pada saya untuk nyetut motornya yang mogok. Ketika dibawa ke bengkel, masalahnya tak jauh dari karburator. Entah per skep karbunya yang lemah, atau jarumnya yang bengkok. Sudah diganti baru, tapi nanti dua atau tiga bulan lagi kumat. Padahal teman saya ini bukan orang yang malas servis motor rutin, lho.

Montir di bengkel langganan saya saja sampai hafal kalau saya bawa teman pengguna Mio karbu untuk membetulkan motornya. Menurut beliau, penyakit Mio karbu memang begitu, selain itu motor tersebut hitungannya sudah tua, jadi wajar kalau sering keluar masuk bengkel.

Meskipun Mio karbu punya stereotip motor paling bermasalah karena boros dan sering mogok, motor ini sebenarnya enak banget dikendarai kalau kondisinya sehat walafiat. Dipakai kencang enak, diajak pelan juga masih oke. Intinya, kalau punya motor Mio karbu memang harus punya kesabaran dan ketabahan yang lebih. Plus harus siap keluarin uang lebih banyak buat beli bensin dan ke bengkel.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Mio Soul GT: Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Desainnya Timeless.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2024 oleh

Tags: bengkel motorboros bensinmio karbumotor maticmotor matic yamahaspbuYamaha Mio
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

5 Ciri Bengkel Motor Non-Resmi yang Terpercaya

5 Ciri Bengkel Motor Non-Resmi yang Terpercaya

23 Juli 2024
Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor Mojok.co

Alasan Vespa Matic Dibenci Tukang Servis Motor

23 Februari 2026
7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar Mojok.co

7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar

2 November 2024
Buat Pengendara Mobil, Jangan Main Serobot Antrean di SPBU, dong!

Buat Pengendara Mobil, Jangan Main Serobot Antrean di SPBU, dong!

3 Maret 2020
Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

Menguji Kesabaran dengan Mengisi Bensin di Belakang Motor Suzuki Thunder

3 Mei 2024
5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

5 Motor yang Sebaiknya Nggak Dibeli Mahasiswa Baru karena Bikin Menyesal

30 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

Pantai KIW Edge, Pantai Terbaik Semarang yang Sebenarnya Bekas Tambak di Kawasan Pabrik

27 April 2026
Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang Mojok.co

Aquascape Hobi Mahal yang Bikin Saya Semangat Cari Uang

28 April 2026
4 Menu Janji Jiwa yang Perlu Dihindari biar Nggak Rugi, Saya Aja Kapok Pesan Lagi

Kopi Janji Jiwa Mungkin Sudah Bukan di Posisi Teratas Kopi Kekinian, tapi Menyebutnya Air Comberan Jelas Adalah Penghinaan

24 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja (Unsplash)

Kalau Mau Ketemu Orang Baik, Coba Naik Trans Jogja

27 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka
  • Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.