Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

Martono oleh Martono
22 Juli 2024
A A
Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang

Mimpi Mahasiswa Jogja Asli Madiun yang Merintis Usaha Sambel Pecel: Setidaknya Setara Rendang (Malikpb via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Seminggu lalu, saya mengobrol dengan Mas Vanus (22), mahasiswa Jogja yang lahir dan tinggal di Madiun. Percakapan itu berlangsung melalui telepon WhatsApp setelah saya mengunjungi kediaman orang tuanya di Perumahan Widodo Kencono Indah 2. Dia adalah pelopor Sambel Milenial, sambel pecel khas Madiun yang coba dipasarkan olehnya dari kamar kos di Jogja. Tak sekadar berwiraswasta, dalam usaha ini tersemat keinginan mulia: sambel pecel yang sama-sama makanan daerah harus go international seperti rendang Padang.

“Saya jualan nasi bungkus di depan rumah, ada nasi pecel, nasi rames, macem-macem. Saat di sekolah, Vanus makan nasi bungkus, tapi tidak pernah beli di kantin. Ketika jam istirakat bisa langsung makan, sementara temen-temennya harus ribet ke kantin dulu. Muncul pertanyaan dari temen-temennya, itu nasi dari mana? Akhirnya, mereka nge-list lalu dibawain buat sarapan besok. Ini berlangsung sejak SMP kelas 3, tapi baru ke orang-orang yang dikenal saja. Paling aktif SMA kelas 1,” tutur Ibu Mas Vanus.

Aktivitas berniaga rupanya sudah dilakoni Mas Vanus sejak di bangku sekolah. Dari yang awalnya tidak sengaja hingga menumbuhkan rasa suka untuk berdagang dalam dirinya. Kali ini, ia mencoba peruntungan baru di sela-sela kuliah dan di sela-sela kesibukan mewakili pertandingan badminton kampusnya.

Sekelumit tentang sambel pecel Madiun Mas Vanus

Move on dari nasi bungkus, Mas Vanus mencoba berjualan sambel pecel yang diberi merek Sambel Milenial. Pembuatan logo dan desain kemasan (toples) dikerjakan bersama adik kelasnya ketika SMP dulu. Usaha ini berlangsung sejak semester 3 (2021) dan segera mendapatkan izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

“Penjualan pertama ke temen-temen, sodara, kontak-kontak, sama temennya sodara. Bulan pertama laku 150 pieces,” ujar Mas Vanus.

Sambel pecel diracik oleh ibunya di Madiun. Sekian kilogram sambel dikirim ke Jogja untuk dikemas lalu diedarkan.

“Pemasaran lewat WA, TikTok Shop, Shopee, sama IG,” terangnya.

Sambel pecel Madiun yang dijual bentuknya kering. Pembeli tinggal menuangkan air hangat saat akan mengonsumsi. Resep sepenuhnya dari sang ibu yang hobi memasak, meracik sendiri sampai nemukan rasa bumbu pecel yang mantap.

Baca Juga:

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

Membayangkan Pensiun di Madiun, Kota yang Nggak Banyak Drama dan Cocok untuk Hari Tua

“Tim belum ada, tapi temen yang mau bantuin sambil belajar dagang ya ada saja. Masih sama-sama mahasiswa juga, bayarnya cukup untuk mereka beli bensin dan makan. Mereka bantunya juga kadang kala saja, kalau aku lagi nggak bisa sendiri, ngerjain kebanyakan, atau lagi ada acara apa tapi ada orderan. Tugas mereka nge-handle packing sama masukin ke paket,” tuturnya.

Rata-rata pelanggannya PO dulu. Usaha sambel pecel Madiun ini belum memakai sistem pemasaran yang paten tiap bulannya. Kadang melihat situasi juga. Kalau misalnya dua minggu lagi ramai, kemungkinan bakal repeat order, Mas Vanus bakal nyetok lagi. Tapi kalau lagi sepi, open PO biar aman.

Pernah boncos gaji karyawan hingga dibilang mahal oleh orang Madiun sendiri

Belum punya tim tetap bukan berarti tak pernah mencoba punya tim yang dibayar setiap bulannya. Mas Vanus mencoba bikin tim karena teman satu organisasinya ingin belajar bisnis dan kebetulan ia sedang mewakili kampusnya buat tanding bulu tangkis antarmahasiswa. Selain itu, dengan adanya tim tetap, usaha sambel pecel Madiun miliknya bisa dibilang berjalan semestinya.

“Aku percayakan ke mereka, eh, malah turun pemasukannya. Minus. Waktu itu ada bagian marketing, pembukuan, sama konten. Aku tinggal-tinggal. Jalan 3 bulan, eh, boncos aku,” curhatnya.

Mas Vanus merasa salah pilih orang. Namun, hal itu menjelma tidak apa-apa karena baru pertama kali bikin tim, buat pembelajaran, meskipun sempat bikin ia kesal.

“Nggak cuma pernah boncos. Harga sambel pecel yang sudah saya tekan keuntungannya sekecil mungkin, dibilang mahal sama warga Madiun sendiri,” ungkapnya.

Alih-alih ingin mengangkat sisi eksklusif sambel pecel Madiun, justru mendatangkan kesedihan sebab perkataan itu.

“Padahal kalau dilihat dari harga bahan pokok dan tenaga, seharusnya nggak bilang gitu. Buat sama-sama ngangkat harusnya juga support,” katanya.

Pernah suatu ketika, Mas Vanus rela COD dari Bantul ke Sleman. COD sambel pecel 1 toples saja dan tidak ada ongkir. Sebenarnya agak berat baginya karena tidak dapat keuntungan, tapi lagi-lagi tidak masalah, demi orang tahu kelezatan Sambel Milenial.

Sejauh ini, Mas Vanus mampu bertahan. Salah satu alasannya karena banyak tanggapan positif yang menyambanginya, masih muda mau berdagang.

Mimpi besar di balik usaha Sambel Milenial

Kehadiran Sambel Milenial tidak sekadar memenuhi kebutuhan materi perintisnya. Ada mimpi besar di baliknya.

“Dulu saya seneng traveling kalau libur kuliah. Pergi ke Bali atau ke mana, nyamperin temen-temen yang merantau di sana. Sempat ke Riau, di perjalanan itu saya melamun. Aku suka nasi Padang, terus tiba-tiba kepikiran, kenapa rendang bisa go international, tapi pecel yang sama-sama makanan daerah nggak bisa? Apa yang bikin rendang bisa go international? Saya jadi optimis mengangkat daerah saya lewat brand Sambel Milenial itu,” ucapnya.

Mas Vanus ingin mengangkat sisi eksklusif sambel pecel Madiun yang selama ini dikenal sebagai makanan sederhana, murah, dan pinggiran. Setidaknya, sambel pecel punya popularitas yang setara dengan rendang. “Kalau dilihat dari fakta sejarah, pecel itu hidangan orang-orang kerajaan. Jadi, kenapa sekarang makanan kelas bawah? Itu yang agak susah nggebraknya, harus pelan-pelan,” ungkapnya.

Mas Vanus akan terus berjuang hingga bisa membuka lowongan pekerjaan dari ide-idenya dan yang utama mewujudkan mimpinya, sambel pecel Madiun harus setara rendang. Sebab kalau itu terwujud, bukan hanya produknya yang naik, tetapi Madiun juga ikut kesorot.

Penulis: Martono
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nasi Pecel Bukan Milik Madiun Saja, Kota Lain di Jawa Timur Juga Punya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2025 oleh

Tags: madiunrendangsambel pecelsambel pecel madiunusaha
Martono

Martono

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UGM.

ArtikelTerkait

Rendang enak, dendeng batokok tak kalah nikmat. (Unspalsh.com)

Rendang Boleh Menguasai Dunia, tapi Dendeng Batokok Tak Kalah Nikmat

6 Juli 2022
rumah makan padang

Cerita Rumah Makan Padang: Porsi Nasi yang Lebih Banyak Ketika Dibungkus Dibanding Makan di Tempat

19 September 2019
Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

Paula Gianita Membagikan Rahasia agar UMKM di Indonesia Mampu Bertahan Lama

20 April 2023
Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

Jalan Raya Madiun-Nganjuk, Jalur Tercepat Menuju Magetan dari Mojokerto yang Penuh Bahaya

7 Maret 2024
5 Alasan di Balik Nasi Padang yang Ngangenin dan Bikin Kita Pengin Terus Menyantapnya Terminal Mojok

5 Alasan di Balik Nasi Padang yang Ngangenin dan Bikin Kita Pengin Terus Menyantapnya

23 April 2022
Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

Stasiun Magetan: Nama Baru, Lokasi Antah Berantah, Mencoba Membendung Popularitas Stasiun Madiun yang Duluan Terkenal

10 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

Konten Tutorial Naik Pesawat Nggak Norak Sama Sekali, Justru Amat Penting buat Mayoritas Rakyat Indonesia

20 April 2026
Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Sebagai Warga Kelas Menengah, Saya Percaya kalau Kuliah S2 Bisa Mengubah Hidup Saya, tapi Tolong Ini Jalannya Lewat Mana ya?

15 April 2026
6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi Mojok.co

6 Dosa Penjual Cilok yang Bikin Pembeli Kapok Jajan Lagi 

21 April 2026
Stop Geber-Geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

Stop Geber-geber Mesin di Pagi Hari! Itu Hal Konyol dan Malah Bikin Mesin Rusak, Ini Cara Memanaskan Motor yang Benar

18 April 2026
Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

Harga Plastik Naik Bikin Kebiasaan Bawa Wadah Sendiri Diapresiasi Pedagang Pasar, padahal Dulu Sempat Dianggap Aneh

21 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dulu PD Paling Tampan dan Jadi Idaman saat Naik Motor Suzuki Satria FU, Kini Malah Geli dan Malu karena Ternyata Jamet
  • Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran
  • WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Kontrak di Indonesia dan Mengabdi untuk Anak Pekerja Migran di Sana
  • WNA Malaysia Pilih Lanjut S2 di UNJ, Penasaran Ingin Kuliah di PTN karena Dosen Indonesia yang “Unik”
  • Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga
  • Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.