Saya bersyukur lahir di Malang, bukan Jogja. Di Jogja, sudah baksonya kalah, apalagi mie ayam. Ah, jangan paksa ngomong soal UMR karena keduanya mengenaskan.
Dulu, saya pernah merasa kurang bersyukur dengan latar belakang saya yang lahir dan tinggal di Malang. Saya bahkan sempat berharap lahir dan tinggal di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta, atau Jogja.
Khususnya Jogja, sebab saya sempat kepikiran betapa enaknya jadi orang yang lahir dan tinggal di sana. Identitas mereka sangat kuat.
Tanah kelahiran mereka bahkan bisa membuat orang-orang rindu, juga jatuh cinta. Plus, mereka punya keragaman kuliner yang sangat kaya. Salah satunya mie ayam, yang menjadi penjaga kewarasan warga sana.
Tapi perasaan iri itu perlahan luntur, bahkan sirna. Terlebih semenjak saya semakin dewasa dan sadar kalau Malang menang segalanya.
Terutama soal kuliner, saya malah jadi bersyukur lahir dan tinggal di Malang ketimbang Jogja. Tanah kelahiran saya punya beberapa kuliner yang bisa “menang” jika diadu dengan Jogja.
Baca juga Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
Soal bakso, pemenangnya sudah jelas
“Emangnya soal kuliner, Malang menang apa dengan Jogja? Paling cuma menang soal bakso.”
Lho memang iya. Soal bakso, Malang memang menang telak dari Jogja.
Bahkan bakso Malang yang ada di Jogja saja rasanya masih biasa saja. Soal bakso memang agak kurang fair. Malang memang khas dengan bakso, sedangkan Jogja nggak.
Tapi, persoalan kuliner ini bukan hanya bakso saja. Sebab soal mie ayam, kuliner yang katanya jadi primadona dan kebanggan Jogja, saya berani bilang bahwa cwie mie masih menang. Nggak percaya? Sini tak jelasin.
Mie ayam Jogja vs cwie mie Malang
Kalian mungkin sudah tahu gimana bentuknya mie ayam Jogja. Foto dan ulasannya sudah tersebar di mana-mana. Tapi, bagaimana dengan cwie mie?
Kalau kalian nggak tahu apa itu cwie mie, sebenarnya ya bentuknya kayak mie pada umumnya. Bedanya, cwie mie ini kadang punya karakter mie yang kecil tipis, dan topping ayamnya berupa ayam giling agak kering, bukan ayam potong dadu berkuah gitu. Plus, biasanya ada tambahan pangsit basah dan kuah terpisah.
Secara rasa, cwie mie ini dominan gurih, sedangkan yang punya Jogja lebih ke manis. Inilah hal dasar yang membedakan.
Baca halaman selanjutnya: Soal kuliner, Malang masih lebih memanjakan lidah.



















