Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Meski Agak Nyesek, Ngobrol Soal Kematian sama Pasangan Itu Penting!

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
17 September 2021
A A
Meski Agak Nyesek, Ngobrol Soal Kematian sama Pasangan Itu Penting!
Share on FacebookShare on Twitter

Pembicaraan perihal kematian itu bisa dibilang masih jadi hal tabu untuk dibicarakan di masyarakat kita. Nggak sedikit orang yang menghindari pembicaraan ini karena dianggap sebagai sebuah doa. Kalaupun ada orang yang membahas tentang kematian kayak gini, biasanya selalu dikaitkan dengan firasat atau tanda-tanda.

Makanya, kalau ada kasus kecelakaan atau kematian yang kurang wajar, pasti pihak keluarga atau kerabat selalu ditanyain ada firasat nggak sebelumnya. Kalau kebetulan si korban ini pernah ngomongin soal kematian, pas banget, lah, itu jadi headline berita.

Saya sendiri yang dari kecil sudah tahu teori konspirasi soal kematian semacam itu, tentu menghindari pembicaraan soal kematian. Seolah kematian itu cukup jadi misteri aja, nggak perlu dibahas apalagi digibahin.

Namun, beberapa saat lalu suami teman saya meninggal dunia secara tiba-tiba tanpa ada sakit terlebih dahulu. Hal itu membuat teman saya shock berat. Dia bahkan sampai rutin mengonsumsi obat antidepresan selama tiga bulan. Walaupun rasa kehilangan itu nyata dan berat, tapi mau tak mau orang yang ditinggalkan tetap harus meneruskan hidup. Inilah yang tambah membuat teman saya semakin tertekan.

Teman saya ini merupakan seorang ibu rumah tangga yang segala keperluannya dikerjakan semua oleh suaminya. Dia tak tahu menahu soal surat-surat penting dan lainnya. Kepada saya, dia bahkan mengaku kalau pin ATM, kode buka handphone, serta password M-banking milik suaminya saja, dia nggak tahu. Dia kelimpungan sendiri mengurus semuanya  di saat masih merasa sedih karena sebuah kehilangan.

Belum lagi masalah warisan dari pihak suami yang seharusnya jatuh untuk anak-anaknya. Namun kenyataannya, ketika dia mempertanyakan hal itu justru dijegal dari pihak keluarga suami sehingga anak-anaknya tidak mendapat jatah warisan.

Dari kisah ini saya tidak menekankan pada persoalan perempuan yang jadi ibu rumah tangga atau bekerja, ya. Soalnya, ada juga teman saya yang bekerja. Tapi, karena dia dan suaminya nggak punya komunikasi yang baik, ketika si suami meninggal mendadak, datang beberapa debt colector yang memberikan rincian sejumlah utang yang harus dibebankan pada teman saya ini.

Kalau di film Orang Kaya Baru, itu mah enak, ya. Suaminya meninggal, eh ternyata dapat warisan banyak banget. Soalnya, selama ini si suami hanya pura-pura miskin. Lah, ini, suami meninggal malah ninggalin utang dan itu pun nominalnya nggak kecil.

Baca Juga:

Pengeluaran Tak Terduga setelah Menikah, Bikin Pusing dan Hampir Berutang Tiap Bulan

4 Pertanyaan Basa-Basi yang Dibenci Pengantin Baru

Belum lagi cerita dari tetangga perumahan saya yang bersitegang dengan pihak keluarga suami karena masalah makam. Si istri ini ingin makam suaminya dikuburkan di makam perumahan agar dekat. Namun, pihak keluarga nggak terima dan beralasan bahwa jenazah suaminya yang sudah dikuburkan itu harus dibongkar ulang dan dipindahkan ke kampung halaman.

Kadang memang gitu, sih. Perkara makam saja suka jadi perdebatan sengit. Tapi, akan beda kalau orang yang sudah meninggal ini pernah berpesan ingin dimakamkan di mana sebelumnya. Tentu, dapat meminimalisir orang lain berani buat otak-atik.

Dari deretan cerita teman-teman saya yang ditinggal mati pasangannya, ini membuat saya berpikir ulang. Membicarakan soal kematian sepertinya memang jadi hal penting. Terlebih, kalau kita perantau yang tinggal jauh dari keluarga. Sejauh ini segala urusan administrasi serta surat-surat penting saya yang pegang. Suami hanya bekerja dan saya yang mengatur semuanya. Jangankan mau tahu perihal password media sosial saya atau m-banking, lah wong password email sendiri saja dia nggak inget dan harus nanya saya dulu.

Saya jadi mikir, kalau misal nanti saya yang mati duluan, terus gimana? Gimana nasib blog saya coba? Bakalan hangus kalau nggak diubah jadi blog gratisan, misalnya si blog ini nggak diperpanjang.

Sebenarnya, saya bukan jenis orang yang suka menyembunyikan sesuatu dari pasangan. Saya selalu menceritakan semuanya sama dia. Tapi, dianya saja yang terlalu percaya dan menyerahkan sepenuhnya sama saya agar saya yang urus semuanya sendiri.

Belajar dari pengalaman, saya mulai sering mendiskusikan tentang kematian dengan suami. Bukan bermaksud mendahului takdir. Tapi, kita memang perlu wacana biar nggak terlalu awam dalam menghadapi suatu masalah.

Oleh karena itu, sekarang saya mulai mencatat semua hal penting dalam sebuah buku. Saya menulis semua password email dan media sosial milik saya dan pasangan. Saya menulis rincian siapa saja teman atau kerabat yang masih punya utang piutang sama saya atau suami. Semua surat-surat penting juga saya masukkan semuanya dalam satu map besar. Saya sudah menyusunnya rapi sehingga kalau dia butuh surat-surat penting, dia bisa dengan mudah menemukannya di sana.

Saya selalu menekankan urusan utang piutang harus diketahui dua belah pihak. Biar ke depannya nggak ada hal-hal mengejutkan yang terjadi. Paling tidak, kalaupun ada utang, kita masih punya perkiraan tentang besarnya kemampuan kita untuk melunasi utang tersebut.

Mulai sekarang, saya ataupun pasangan selalu melibatkan diri dalam perkara apa pun. Saya juga mulai perlahan-lahan belajar tentang bisnis yang kami kelola bersama. Walau nggak terjun langsung, paling tidak saya sudah punya gambaran tentang jalannya usaha yang kami punya.

Sekali lagi, membicarakan perkara kematian dengan pasangan itu bukan berarti kita mendahului takdir. Toh, tak ada orang yang benar-benar siap akan sebuah kehilangan. Makanya, ada baiknya semua hal dalam rumah tangga itu dikerjakan bersamaan agar ketika yang satunya hilang, tidak begitu oleng untuk menyangganya seorang diri.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2021 oleh

Tags: kematianPasanganquality time
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

tutorial balikan dengan mantan pacar pasangan ngambek marah konflik pacaran pacar janji mojok

3 Cara yang Bisa Laki-laki Lakukan Saat Pasangan Mutung Nggak Mau Bonceng

5 Oktober 2020
Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta makam

Lahan Makam Makin Langka dan Susah Didapat, Sudah Saatnya Kita Belajar Ilmu Meninggal Tanpa Jasad

14 Maret 2023
Deep Talk After Sex: Seni Merawat Keintiman Bersama Pasangan

Deep Talk After Sex: Seni Merawat Keintiman Bersama Pasangan

15 Juli 2023
Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta makam

Pentingnya Tabungan Kematian agar Jenazah Anda Tidak Terlunta-Lunta

23 Oktober 2022
Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca

Membayangkan Kehidupan dan Kematian dalam Lagu Putih-nya Efek Rumah Kaca

17 Maret 2020
4 Orang yang Harus Dihindari di Aplikasi Kencan, Langsung Swipe Left Aja Terminal Mojok

4 Orang yang Harus Dihindari di Aplikasi Kencan, Langsung Swipe Left Aja

19 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

Mengenal Nasi Bu’uk, Menu Tradisional Bondowoso yang Penuh Kisah, tapi Kini Dilupakan

25 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
4 Hal Menjengkelkan yang Saya Alami Saat Kuliah di UPN Veteran Jakarta Kampus Pondok Labu

Kuliah di Jakarta: Sebuah Anomali di Tengah Pemujaan Berlebihan terhadap Jogja dan Malang

26 April 2026
Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir Mojok.co

Normalisasi Tanya Kebutuhan Pengantin sebelum Memberi Kado Pernikahan daripada Mubazir

25 April 2026
12 Istilah Hujan yang Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo” Mojok

12 Istilah Hujan yang Terdengar Aneh dalam Bahasa Jawa, Ada “Tlenik-Tlenik” hingga “Kethek Ngilo”

30 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau
  • Pelatihan SKill Digital IndonesiaNEXT Ubah Mahasiswa Insecure Jadi Skillfull, Bisnis Digital pun Tak Kalah Saing
  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.